Wabup Bone Dampingi Dirjen Perkebunan Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Tebu 2025–2026

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 21:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM., mendampingi Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Abd. Roni Angkat, S.TP., M.Si., pada kegiatan Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Kebun Tebu Rakyat Masa Tanam 2025–2026 di Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Senin, 17 November 2025.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan produktivitas komoditas tebu serta mendorong pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Bone.

Wakil Bupati Bone dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Dirjen Perkebunan di Kabupaten Bone. Ia menjelaskan bahwa Bone memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perkebunan, didukung oleh proses pengembangan jangka panjang yang terus berjalan.

“Bone merupakan daerah penghasil pangan terbesar kelima di Indonesia. Kami ingin mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) 300, terutama pada sawah beririgasi,” ujarnya.

Baca Juga :  DPPM dan Universitas Kurnia Jaya Persada Gelar Gerakan Literasi Membaca dan Cerdas Finansial di Palopo

Wabup Akmal juga menekankan bahwa pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten Bone terus bersinergi untuk membangkitkan kembali kejayaan tebu, apalagi Bone memiliki dua pabrik gula, yakni PG Arasoe dan PG Camming. Menurutnya, sektor perkebunan tebu memiliki prospek cerah apabila didukung kepastian harga dan fasilitas pengolahan lahan bagi petani.

“Jika harganya menguntungkan, petani pasti akan menanam. Petani juga membutuhkan alat berat agar bisa mengolah kebunnya dengan baik. Pemerintah siap bersinergi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Abd. Roni Angkat, mengungkapkan bahwa Kabupaten Bone mendapatkan alokasi 400 hektare program bongkar ratoon tahun ini, dan akan ditingkatkan menjadi 1.000 hektare pada tahun berikutnya.

Ia menjelaskan bahwa secara ekonomi, tebu memiliki nilai keuntungan yang cukup besar bagi petani.

“Satu hektare tebu minimal menghasilkan Rp30 juta bersih. Perawatannya juga tidak sesulit jagung. Dengan luasan 1.000 hektare, potensi pendapatan bisa mencapai Rp30 miliar per tahun. Pembelinya pun sudah pasti, ditambah pupuk yang disubsidi,” jelasnya.

Baca Juga :  Sat Polairud Polres Bone Sambangi Nelayan Di PPI Lonrae, Ini Himbauan Yang Disampaikan

Dirjen menambahkan bahwa karakter tanah di Bone sangat mendukung pertumbuhan tebu, apalagi keberadaan dua pabrik gula membuat rantai produksi lebih jelas. Ia juga membuka kesempatan bagi masyarakat, termasuk personel TNI–Polri, untuk ikut mengembangkan tebu apabila memiliki lahan yang bisa digarap.

“Bantuan benih dari pemerintah tersedia, satu hektare mendapatkan dukungan Rp4 juta untuk bongkar ratoon. Dengan hamparan yang luas seperti ini, saya berharap ke depan muncul tambahan pabrik gula agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga meningkat,” ujarnya.

Kegiatan tanam perdana ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor tebu di Bone, sekaligus membuka lapangan kerja serta memperkuat ekonomi masyarakat berbasis perkebunan.

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA