Aksi Buruh di PT IMIP Berujung Bentrok: Diduga ada Penumpang Gelap dan Provokator, Aspirasi Damai SBIMI Berubah Menjadi Chaos

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MOROWALI, TRISAKTINEWS.COM — Situasi di kawasan pusat pemurnian nikel PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memanas dan berakhir ricuh pada Rabu (18/02/2025). Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Serikat Buruh Industri Morowali Indonesia (SBIMI) justru berujung pada bentrokan fisik dengan pihak pengamanan kawasan . Kericuhan ini memunculkan dugaan kuat adanya penyusupan provokator dan gerakan yang ditunggangi pihak luar untuk menciptakan destabilisasi di objek vital nasional tersebut.

Massa Terprovokasi Sejak pagi, setiba di titik aksi di depan kantor PT.IMIP pihak keamanan security di duga langsung menarik peserta aksi berakhir saling dorong.massa buruh berkumpul untuk menyuarakan 14 poin tuntutan normatif, mulai dari isu union busting, tuntutan pembatalan SPHK Ketua dan pengurus PUK SBIMI PT.IMIP, Pungli biaya SIMPER serta pemotongan upah sepihak di PT KINRUI dan PT KXNI. Namun, memasuki siang hari, suasana yang semula kondusif mendadak berubah anarkis.

Saksi mata melaporkan adanya satu orang yang melalukan tindakan diluar pola gerakan di barisan belakang yang mulai melakukan tindaka provokatif. Aksi provokatif ini memicu aksi saling dorong yang tidak terhindarkan. Pihak pengamanan mengambil tindakan tegas terukur setelah massa mencoba merangsek masuk ke area kantor.

Baca Juga :  Polres Gresik Bongkar Jaringan Pil Koplo, 3 Pengedar Ditangkap dengan Ribuan Butir Pil Koplo

“Awalnya orasi berjalan tertib. Namun, ada oknum-oknum tak dikenal yang bukan merupakan karyawan maupun anggota serikat mulai melakukan provokasi kepada peserta aksi dan pihak pengamanan memicu emosi kedua pihak. Ini jelas bukan lagi sekadar menuntut hak buruh, tapi ada upaya sistematis untuk menciptakan kekacauan,” Ujar Jenlap

Dugaan Gerakan Ditunggangi Kepentingan Luar

Sejumlah pihak menyayangkan berubahnya narasi “advokasi struktural” menjadi aksi kekerasan. Muncul indikasi kuat bahwa 14 tuntutan SBIMI dimanfaatkan oleh aktor intelektual untuk mengganggu iklim investasi di Morowali.

Beberapa poin tuntutan yang bersifat spesifik dan akademis, seperti isu security of tenure dan eksternalitas biaya telekomunikasi, diduga sengaja dibenturkan dengan realitas lapangan secara ekstrem untuk memicu kemarahan buruh di tingkat akar rumput.

“Kami menduga ada penumpang gelap dalam aksi ini. Mereka memanfaatkan isu-isu sensitif seperti kesejahteraan dan gizi kerja untuk menggerakkan massa ke arah konfrontasi fisik. Tujuannya jelas: membuat wajah industri Morowali terlihat tidak aman,” ujar Jenlap

Aksi demonstrasi SBIMI dikenal selalu santun dan damai dalam menyampaikan aspirasinya dan baru kali ini kami mengelar aksi unjuk rasa berakhir adanya kericuhan, hingga beberapa orang dari kedua belah pihak mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke fasilitas medis terdekat. setelah kami telusuri dan melakukan pengecekan baik dokumentasi video, foto dan data anggota dilapangan kami mendapati beberapa provokator yang bukan bagian dari serikat SBIMI, ada pihak-pihak yang sengaja ingin mencederai gerakan SBIMI yang selama ini dikenal santun menyampaikan aspirasi, kami akan melakukan komunikasi ke pihak kepolisian dan menyerahkan bukti temuan internal dan mendesak mengungkap siapa aktor dibalik pergerakan aksi yg berakhir Chaos ini. Ujar Juandi (Korlap)

Baca Juga :  Manifestasi Perlawanan terhadap Union Busting: SBIMI Tuntut Repatriasi dan Eksekusi Dua Pengawas TKA PT CSP

Di tempat lain ketua umum SBIMI, menemui korban luka akibat luka bakar di klinik PT.IMIP, dikesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan rasa keprihatinannya dan sangat menyayangkan kejadian itu bisa terjadi yang merugikan kedua Belak pihak. kami punya tradisi yang santun dalam menyampaikan aspirasi, dan memastikan adanya penyusup dan provokator dalam aksi demonstrasi damai yang dilakukan oleh koalisi Pimpinan Unit kerja SBIMI.

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Akhlak Tergerus Gempuran Teknologi, Wabup Bone Ajak Warga Kembali Meneladani Rasulullah
Antrean BBM Mengular di Makassar, Brimob Polda Sulsel Turun Langsung Atur Kendaraan dan Jaga Ketertiban
ANALISIS YURIDIS DUGAAN PELANGGARAN ATAS TINDAKAN FISIK TERHADAP STAF DI LINGKUNGAN DPRD KABUPATEN BONE SERTA IMPLIKASI ETIKA DAN KEHORMATAN JABATAN
Bupati Bone Akan Benahi Akses Pegunungan Ponre, Jalan Salebba–Bolli Jadi Perhatian
Kunjungi Makosatbrimob Polda Sulsel, Brigjen Heru Novianto Dorong Personel Responsif dan Humanis
PBAK Bukan Panggung Organisasi Eksternal: Ketika Ruang Fakultas Diperebutkan Secara Sektoral
Rumah Nyaris Roboh, Janda di Bone Bertahan Demi Anak Tetap Sekolah
Atap Bocor, Lantai Berlubang: Puluhan Siswa SD di Pelosok Bone Belajar di Tengah Ancaman Keselamatan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 01:17 WITA

Akhlak Tergerus Gempuran Teknologi, Wabup Bone Ajak Warga Kembali Meneladani Rasulullah

Sabtu, 12 September 2026 - 01:14 WITA

Antrean BBM Mengular di Makassar, Brimob Polda Sulsel Turun Langsung Atur Kendaraan dan Jaga Ketertiban

Jumat, 4 September 2026 - 22:27 WITA

ANALISIS YURIDIS DUGAAN PELANGGARAN ATAS TINDAKAN FISIK TERHADAP STAF DI LINGKUNGAN DPRD KABUPATEN BONE SERTA IMPLIKASI ETIKA DAN KEHORMATAN JABATAN

Jumat, 4 September 2026 - 20:23 WITA

Bupati Bone Akan Benahi Akses Pegunungan Ponre, Jalan Salebba–Bolli Jadi Perhatian

Jumat, 4 September 2026 - 20:16 WITA

Kunjungi Makosatbrimob Polda Sulsel, Brigjen Heru Novianto Dorong Personel Responsif dan Humanis

Berita Terbaru