Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Nurhidayah, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Semester Empat Universitas Muhammadiyah Bone

 

TRISAKTINEWS.COM, — Masyarakat dan pelajar di Desa Lemoape Kecamatan Palakka saat ini memanfaatkan akses jalan sementara untuk menunjang aktivitas sehari-hari selama pembangunan jembatan baru yang sedang berlangsung. Akses tersebut dibuat dengan menyusun karung berisi pasir di area sungai agar masyarakat tetap dapat melintas.

Pembangunan jembatan baru tersebut mulai dikerjakan pada 20 Mei 2026 dengan sumber anggaran yang berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur dan memberikan akses yang lebih aman bagi masyarakat.

Jembatan yang sedang dibangun merupakan jalur utama yang menghubungkan beberapa wilayah di desa dan menjadi akses penting bagi warga, termasuk para pelajar yang setiap hari berangkat ke sekolah. Selama proses pembangunan berlangsung, mereka harus melewati jalur sementara tersebut untuk mencapai tujuan masing-masing.

Baca Juga :  Dari Kultur HMI hingga Bersama Menuju Gelar Doktor : Kiprah Jumrah dan Mukhawas Mengabdi di Uniasman

Kondisi akses sementara menjadi tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan. Meningkatnya debit air sungai kerap membuat jalur tersebut sulit dilalui dan berpotensi menghambat aktivitas masyarakat. Bahkan, saat hujan deras, area sekitar sungai dapat tergenang sehingga warga harus lebih berhati-hati ketika melintas.

Meski demikian, masyarakat menyambut baik pembangunan jembatan baru tersebut. Jembatan lama yang terbuat dari kerangka besi dan beralas kayu sudah mengalami kerusakan di sejumlah bagian dan dinilai kurang aman untuk digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, kondisi jembatan yang mulai rapuh sering menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan.

Baca Juga :  Gerbong Mana yang Aman? Seluruh Gerbong Adalah Doa yang Sama

Dengan dibangunnya jembatan yang lebih kokoh dan permanen, masyarakat berharap akses transportasi menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar. Keberadaan jembatan baru nantinya juga diharapkan dapat mendukung mobilitas warga serta mempermudah pelajar dalam menempuh perjalanan menuju sekolah.

Pembangunan jembatan tersebut saat ini masih terus berlangsung dan diharapkan dapat segera rampung sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa harus menggunakan akses sementara.

Penulis : Nurhidayah

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Hitung-hitungan Ekonomi di Balik Kasus Korupsi
Saat Manusia Lebih Sibuk ‘Tampak’ daripada ‘Menjadi’
Ketika Realitas Desa Melampaui Fiksi Eka Kurniawan
HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI
Mahasiswa KKN Unhas Luncurkan “Bulucenrana Smart Village Center”, Dorong Transformasi Desa Berbasis Digital
Pemkab Bone Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Kepala SDN 187 Tompobulu: Terima Kasih Pemerintahan Beramal
Sebab Perempuan yang Berpikir Adalah Pertanyaan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:47 WITA

Hitung-hitungan Ekonomi di Balik Kasus Korupsi

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:29 WITA

Saat Manusia Lebih Sibuk ‘Tampak’ daripada ‘Menjadi’

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:15 WITA

Ketika Realitas Desa Melampaui Fiksi Eka Kurniawan

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:25 WITA

HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:15 WITA

Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI

Berita Terbaru

Opini

Hitung-hitungan Ekonomi di Balik Kasus Korupsi

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:47 WITA

Opini

Saat Manusia Lebih Sibuk ‘Tampak’ daripada ‘Menjadi’

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:29 WITA

Opini

Ketika Realitas Desa Melampaui Fiksi Eka Kurniawan

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:15 WITA