MAKASSAR, TRISAKTINEWS.COM — Dewan Pengurus Komisariat (DPK) KEPMI Bone Latenriruwa Periode 2025–2026 melaksanakan audiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis membangun sinergi antara organisasi mahasiswa dan lembaga legislatif dalam merespons berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Ketua Umum DPK KEPMI Bone Latenriruwa, Arly Guliling Makkasau, menyampaikan bahwa organisasi ini menjadi wadah pengkaderan, pengembangan intelektual, dan tempat berkumpulnya mahasiswa asal Kabupaten Bone yang menempuh pendidikan di UIN Alauddin Makassar.
“Keberadaan kami tidak hanya berfokus pada kegiatan internal, tetapi berkomitmen melahirkan kader yang memiliki kepekaan sosial dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Bone dan Sulawesi Selatan,” ujar Arly.
Dalam dialog tersebut, ia juga menyoroti isu strategis seperti dugaan praktik mafia tambang yang memicu konflik sosial dan kerusakan lingkungan. “Kami menegaskan mahasiswa harus menjadi kontrol sosial yang aktif, mengawal transparansi dan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan yang diduga melanggar aturan,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan keprihatinan terhadap peredaran narkotika yang semakin mengkhawatirkan. “Kami mendorong kerja sama lebih erat antara pemerintah, aparat hukum, sekolah, dan masyarakat untuk memberantas jaringan narkoba yang mengancam masa depan generasi muda,” tambahnya.
Arly juga mengumumkan rencana Musyawarah Komisariat dalam waktu dekat. “Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi kinerja, merumuskan arah gerak organisasi, serta memperkuat konsolidasi kader menjawab tantangan zaman,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyambut baik pertemuan ini. “Saya mengapresiasi semangat kritis dan kepedulian sosial yang ditunjukkan. Semoga KEPMI terus menjadi mitra strategis mengawal pembangunan dan menyuarakan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Audiensi berlangsung hangat dan diharapkan menjadi awal komunikasi berkelanjutan demi pembangunan yang adil dan transparan.
Penulis : Iwan
Editor : Admin Redaksi








