Dari Kultur HMI hingga Bersama Menuju Gelar Doktor : Kiprah Jumrah dan Mukhawas Mengabdi di Uniasman

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRISAKTINEWS.COM – Dunia akademik dan pergerakan di Bumi Arung Palakka selalu menyuguhkan cerita menarik yang sarat akan makna filosofis. Ini bukan sekadar cerita tentang dua orang yang kebetulan berprofesi sama, melainkan sebuah kronik tentang bagaimana takdir, idealisme, dan garis waktu berjalan begitu presisi. Kisah unik ini milik dua dosen Universitas Andi Sudirman (Uniasman), Jumrah dan Mukhawas.

Tepat hari ini, Jumat, 10 Juli 2026, kedua akademisi tersebut merayakan momentum pertambahan usia secara bersamaan. Sebuah kebetulan yang sangat langka dan sakral. Jika kita membuka kembali lembaran masa lalu, keduanya dilahirkan dari rahim waktu yang persis sama: Jumat, 10 Juli 1981. Hari ini, siklus kalender Masehi dan hari kelahiran mereka kembali bertemu di hari Jumat.

Dalam kosmologi Jawa, mereka lahir pada Jumat Pahing dengan neptu 15—simbol watak yang tenang namun memiliki daya pengaruh besar. Lebih sakral lagi, dalam kalender Hijriah, ketukan pertama napas mereka di bumi bertepatan dengan 9 Ramadan 1401 H. Lahir di bulan suci tentu membawa esensi spiritual tersendiri yang menempa mereka menjadi pribadi yang tangguh dan sarat akan nilai kemanusiaan.

Satu Rahim Kaderisasi: BEM STIH dan HMI

Paralelitas kehidupan Jumrah dan Mukhawas tidak berhenti pada hari kelahiran semata. Seolah telah didesain di rel perjuangan yang sama, sejak berstatus mahasiswa, keduanya menempa diri di wadah yang identik. Mereka tumbuh dan berkembang dalam kultur pergerakan Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (BEM STIH) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Baca Juga :  Pendidikan Sebagai Senjata: Mengubah Kemarahan Sporadis Menjadi Kesadaran Terorganisir

Di ruang diskusi dan aksi advokasi tersebut, nalar kritis keduanya terasah. Mereka belajar melihat hukum bukan sekadar teks kaku di atas kertas, melainkan instrumen untuk menghadirkan keadilan bagi masyarakat. Spirit keumatan yang ditanamkan di HMI inilah yang menjadi kompas moral keduanya hingga hari ini.

Merawat Pengabdian di Uniasman dan Ikhtiar S3 di UMI Makassar

Setelah bertahun-tahun merawat idealisme di ruang organisasi, kini keduanya dipertemukan kembali di ladang pengabdian yang sama sebagai Dosen Pengampu di Universitas Andi Sudirman (Uniasman). Di kampus ini, mereka mentransformasikan energi pergerakan masa lalu menjadi transfer pengetahuan bagi generasi muda di Bone.

Namun, dahaga akan ilmu pengetahuan tidak pernah padam. Di usia yang kian matang, Jumrah dan Mukhawas saat ini tengah menempuh pendidikan Program Doktoral (S3) Ilmu Hukum di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Menjalani status sebagai mahasiswa S3 di tengah kesibukan mengajar tentu bukan perkara mudah. Namun, dengan frekuensi semangat yang sama, keduanya saling menguatkan untuk menyelesaikan studi.

Melihat kekompakan dan konsistensi yang terjaga sejak dulu, momentum ulang tahun bersama pada Jumat ini menjadi simbol penguat. Harapan besar datang dari keluarga besar akademik dan kerabat agar dua sejawat ini diberikan kelancaran dalam setiap tahapan perkuliahan, hingga kelak meraih gelar Doktor secara bersama-sama.

Baca Juga :  Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka

Refleksi Masa Depan: Energi Baru untuk Publik

Bagi LNI News yang konsisten mengawal isu-isu publik dan keadilan sosial, progres akademik yang ditempuh oleh Jumrah dan Mukhawas merupakan kabar baik bagi daerah. Ikhtiar meraih gelar Doktor di UMI Makassar ini bukan sekadar mengejar prestise formal, melainkan bagian dari pendalaman metodologi dan penajaman pisau analisis hukum.

Publik menanti ilmu dan kepakaran yang mereka matangkan di UMI Makassar untuk kembali didedikasikan bagi kemajuan Uniasman. Selain itu, keahlian mereka diharapkan menjadi obor penerang dalam memberikan sumbangsih pemikiran, edukasi, dan advokasi hukum yang berkeadilan bagi masyarakat luas.

Kelahiran yang sama mungkin sebuah takdir, dan merayakan hari lahir bersama pada Jumat ini adalah berkah. Namun, konsistensi untuk berjalan bersama di jalan ilmu dan pengabdian adalah sebuah pilihan hidup yang mulia.

Selamat ulang tahun yang ke-45 (Jumat, 10 Juli 2026) untuk Jumrah dan Mukhawas. Selamat menempuh proses perkuliahan dan berjuang menuju gerbang Doktor. Uniasman bangga, dan publik menanti kiprah nyata Anda berdua.

Penulis : Adinusyaid Rasyid

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Hari Ulang Tahun ke-17, Paskibraka Sri Nuralya Dapat Kejutan Haru di Hari Kemerdekaan
Mengukir Mimpi: Kisah Naura Melia Putri Menjadi Pembawa Baki Paskibraka Bone
13 Lorong Brimob Adu Kreativitas, Kapolda Sulsel Turun Langsung Menilai
Soe Hok Gie, Sapere Aude, dan Tanggung Jawab Moral Menjaga Kemerdekaan
KKN Unhas Tinggalkan Jejak Digital di Boribellaya
Simfoni Perjuangan di Luar Jangkauan
Ketika Negara dan Pasar Merampas Dongeng Pengantar Tidur
Turnamen Domino Beramal Cellu Cup I Pecahkan Rekor 128 Slot, Hadiah Rp10 Juta

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:20 WITA

Hari Ulang Tahun ke-17, Paskibraka Sri Nuralya Dapat Kejutan Haru di Hari Kemerdekaan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:19 WITA

Mengukir Mimpi: Kisah Naura Melia Putri Menjadi Pembawa Baki Paskibraka Bone

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:01 WITA

13 Lorong Brimob Adu Kreativitas, Kapolda Sulsel Turun Langsung Menilai

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:30 WITA

Soe Hok Gie, Sapere Aude, dan Tanggung Jawab Moral Menjaga Kemerdekaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:16 WITA

Simfoni Perjuangan di Luar Jangkauan

Berita Terbaru