BULUKUMBA, TRISAKTINEWS.COM — Respons cepat personel Polsek Bontobahari bersama masyarakat berhasil menyelamatkan seorang perempuan yang ditemukan terapung di perairan Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Rabu (23/9/2026).
Perempuan tersebut diketahui bernama Nasara (50), seorang ibu rumah tangga (IRT) yang merupakan warga Kampung Beru, Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.10 Wita di perairan Bontobahari, tepatnya di sekitar galangan pembuatan perahu pinisi. Saat kejadian, seorang warga melihat korban dalam kondisi terapung di air dan masih bergerak.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan galangan kapal. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian.
Sekitar pukul 12.50 Wita, personel Polsek Bontobahari yang dipimpin Waka Polsek Bontobahari Ipda Muhammad Jusri, S.H., langsung bergerak menuju lokasi.
Setibanya di lokasi, polisi bersama warga melakukan evakuasi terhadap Nasara yang masih berada di dalam air.
Setelah berhasil diangkat ke daratan, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Bontobahari menggunakan mobil dinas patroli Polsek Bontobahari untuk mendapatkan pertolongan dan penanganan medis.
Berkat kesigapan warga dan respons cepat personel kepolisian, korban berhasil mendapatkan pertolongan. Setelah menjalani perawatan, kondisi Nasara berangsur membaik dan hingga kini masih menjalani perawatan lanjutan di Puskesmas Bontobahari.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Nasara sehari-hari bekerja mencari kayu yang kemudian diolah menjadi arang untuk dijual.
Keluarga juga menyampaikan bahwa korban pernah mengalami stroke sekitar Agustus 2026 dan sempat menjalani perawatan medis.
Pasca mengalami stroke, korban disebut kerap mengalami pingsan serta memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
Sementara itu, hasil pemeriksaan luar yang dilakukan pihak Puskesmas Bontobahari tidak menemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kasi Humas Polres Bulukumba Iptu Rahmat Kurniawan mengatakan, penggunaan mobil dinas kepolisian tidak hanya diperuntukkan dalam pelaksanaan tugas rutin kepolisian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat dalam situasi darurat.
“Mobil dinas kepolisian tidak hanya digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam situasi kemanusiaan, termasuk membantu mengevakuasi masyarakat yang membutuhkan pertolongan dengan cepat,” ujar Iptu Rahmat Kurniawan.
Ia menambahkan, respons cepat personel kepolisian merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang cepat melaporkan kejadian tersebut. Kolaborasi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting agar setiap kondisi darurat dapat segera ditangani,” tutupnya.
Penulis : Iwan/Ril
Editor : Admin Redaksi








