BONE, TRISAKTINEWS.COM — Ribuan masyarakat memadati situs bersejarah Tanah Bangkalae, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Rabu (30/9/2026). Mereka bersama Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., mengikuti prosesi Cemme Passili’, salah satu rangkaian utama Gau Maraja Tahun 2026.
Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut berlangsung dalam suasana penuh khidmat sekaligus sarat kebersamaan. Cemme Passili’ dikenal sebagai tradisi adat yang memiliki makna pembersihan atau penyucian diri, baik secara lahir maupun batin.
Pelaksanaan Cemme Passili’ tahun ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai adat, sejarah dan kearifan lokal masyarakat Bone. Tradisi tersebut juga dirangkaikan dengan Manre Ri Bone bersama masyarakat.
Momentum ini tidak hanya menjadi bagian dari agenda budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat sekaligus menjaga agar warisan leluhur tetap tumbuh di tengah perkembangan zaman.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengatakan, pelaksanaan Cemme Passili’ memiliki arti penting dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Bone.
Menurutnya, tradisi yang diwariskan oleh para leluhur bukan sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan dan tuntunan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin adat dan budaya Bone tetap hidup serta terus dikenal oleh generasi muda, bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Bone,” ujar Andi Asman.
Ia menegaskan, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda. Dengan demikian, berbagai tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal Bone dapat terus dikenal, dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Andi Asman juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam rangkaian Gau Maraja 2026.
Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempertahankan keberlangsungan tradisi adat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bone kepada masyarakat yang lebih luas.
Prosesi Cemme Passili’ di Tanah Bangkalae pun menjadi salah satu gambaran kuat bahwa tradisi leluhur masih mendapat tempat di tengah masyarakat Bone.
Melalui rangkaian Gau Maraja 2026, situs bersejarah, adat dan budaya Bone kembali dihadirkan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi warisan yang diharapkan terus dikenang dan dijaga oleh generasi mendatang.
Penulis : Iwan/Ril
Editor : Admin Redaksi








