Haul ke-312 Lapatau Matanna Tikka, Wabup Bone Ajak Generasi Muda Hidupkan Kembali Warisan Leluhur

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026 - 22:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Jejak sejarah dan kebudayaan Bone kembali dihidupkan melalui Haul ke-312 Lapatau Matanna Tikka. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenang sosok leluhur, tetapi juga menjadi ruang memperkuat silaturahmi dan komitmen menjaga warisan budaya Bone.

Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., membuka secara resmi Haul ke-312 Lapatau Matanna Tikka yang dirangkaikan dengan Silaturahmi Nasional serta Pelantikan Pengurus Perkumpulan Wija Raja Lapatau Matanna Tikka (PERWIRA-LPMT) periode 2026–2031 di Aula Masjid Al-Markaz Al-Ma’arif, Jumat (25/9/2026).

Mengusung tema “Lao Sappa Deceng, Lisu Mappadeceng”, kegiatan tersebut membawa pesan tentang ikhtiar mencari kebaikan sekaligus kembali menghadirkan kebaikan bagi sesama.

Agenda ini juga menjadi bagian dari rangkaian Festival Gau Maraja yang digelar pada 25–30 September 2026 di sejumlah lokasi di Kabupaten Bone.

Ketua Umum PERWIRA-LPMT, Andi Muhammad Sapri Pamulu, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya memperkuat ikatan kekeluargaan sekaligus membangun sinergi antara pemerintah, pemangku adat, dan komunitas kebudayaan dalam memajukan kebudayaan Bone.

Menurut Sapri, Pemkab Bone telah menjalin kerja sama dengan Perwira Lontara dalam upaya pelestarian objek pemajuan kebudayaan (OPK) dan manuskrip. Kerja sama tersebut juga melibatkan para raja Bone serta sejumlah kerajaan lain, termasuk Gowa dan Soppeng.

Salah satu fokus yang tengah dikerjakan adalah dokumentasi catatan sejarah Kerajaan Bone. Sapri menyebut terdapat 18 buku harian atau catatan penting Kerajaan Bone yang mencakup periode 1660 hingga 1910.

Dari jumlah tersebut, lima buku telah diterbitkan. Empat di antaranya mendapat dukungan Pemkab Bone, sementara satu buku memperoleh dukungan Pemkab Soppeng. Seluruh catatan tersebut direncanakan disusun menjadi Bone Annals sebagai dokumentasi sejarah bagi generasi mendatang.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan Buku Catatan Harian Raja Bone XXIII, La Tenri Tappu, Sultan Ahmad Saleh Syamsuddin, kepada Pemerintah Kabupaten Bone.

Baca Juga :  Nuansa Putih, Bupati dan Wakil Bupati Beramal Kompak Hadiri Gladi di Monas

Buku yang terdiri atas dua jilid tersebut memuat catatan periode Januari 1775 hingga Desember 1785 pada Jilid I serta Januari 1786 hingga Desember 1795 pada Jilid II.

Alih aksara dan terjemahan dikerjakan Andi Sofyan Hady, sedangkan Muhammad Sapri Andi Pamulu, Ph.D., bertindak sebagai editor.

Sapri menegaskan dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam pendanaan penerbitan arsip, dokumentasi adat istiadat, hingga penguatan kajian sejarah.

Ia juga mengapresiasi dukungan para dewan pakar dan tokoh akademik, termasuk Prof. Dr. As Datuk serta Prof. Kemble McNight dari Australia yang dijadwalkan hadir dalam kegiatan pada November mendatang.

Ia berharap jejaring kebudayaan Bone dapat terus diperluas hingga tingkat nasional dan internasional, termasuk melalui penelusuran arsip sejarah yang tersimpan di Belanda dan Inggris.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menegaskan bahwa Haul ke-312 Lapatau Matanna Tikka tidak seharusnya dimaknai sebatas kegiatan mengenang sejarah.

Menurutnya, momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk menggali kembali nilai perjuangan, kepemimpinan, persatuan, dan pengabdian yang diwariskan para leluhur.

“Melalui kegiatan haul dan silaturahmi nasional ini, kita tidak hanya mengenang jasa dan perjuangan Lapatau Matanna Tikka, tetapi juga menjadikan nilai-nilai luhur yang diwariskannya sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat,” ujar Andi Akmal.

Andi Akmal juga mengapresiasi pelaksanaan Silaturahmi Nasional dan pelantikan pengurus PERWIRA-LPMT periode 2026–2031. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat hubungan kekeluargaan antarwija, menjaga warisan sejarah dan budaya, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Ia mengajak seluruh keluarga besar Wija Raja mengamalkan semangat “Lao Sappa Deceng, Lisu Mappadeceng” dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Wabup Bone Perkuat Sinergi dengan Kemenkes RI, Fokus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Wabup Bone turut mengingatkan pentingnya falsafah Bugis mali siparampe, tappa sipatokong, dan malilu sipakainge, yang mengajarkan pentingnya saling mengingatkan, menopang, dan membantu ketika menghadapi kesulitan.

Menurutnya, generasi muda Bone perlu memahami akar sejarah dan kebudayaannya sebagai modal dalam membangun masa depan. Hal itu sekaligus dapat memperkuat posisi Bone sebagai daerah yang memiliki potensi pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Andi Akmal juga menjelaskan bahwa Festival Gau Maraja yang mengusung semangat “Simponi Lumbung” diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekaligus mendorong pengembangan potensi agraris lokal.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut memaparkan sejumlah perkembangan pembangunan daerah, mulai dari perbaikan sekitar 371 kilometer jalan, pertumbuhan ekonomi sebesar 7,84 persen pada triwulan I 2026, hingga capaian Bone di bidang produksi beras dan penghargaan TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik 2026.

Sejumlah proyek strategis daerah juga menjadi perhatian, di antaranya rencana perpanjangan landasan Bandara Arung Palakka dari 1.400 meter menjadi 2.500 meter, pembangunan Pelabuhan Tondong dengan nilai investasi sekitar Rp1,7 triliun, pembangunan SMA Taruna, sekolah KKSS, dan Sekolah Rakyat di Bajoe dengan anggaran sekitar Rp257 miliar.

Pemkab Bone juga mendorong pengembangan kawasan hilirisasi ayam terintegrasi bersama PTPN dengan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun, disertai perhatian terhadap aspek lingkungan.

Menutup sambutannya, Andi Akmal menyampaikan terima kasih kepada PERWIRA-LPMT, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini berkontribusi dalam pelestarian budaya dan pembangunan Kabupaten Bone.

Ia berharap momentum haul, silaturahmi nasional, dan pelantikan pengurus tersebut semakin mempererat sinergi antara keluarga besar Wija Raja Lapatau Matanna Tikka, pemangku adat, masyarakat, dan pemerintah.

“Lao Sappa Deceng, Lisu Mappadeceng. Bersama membangun Bone yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Penulis : Iwan/Ril

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Bone Bakal Kebanjiran Proyek Besar, BupAAS Ungkap Sektor yang Siapkan Banyak Lapangan Kerja
Resmi Dilantik, Muhammad Hasbi Siddiq Diminta Langsung “Gaspol” Bangun Desa Lembang Lohe
Gebrakan Baru Pemkab Bulukumba, Data Tanah dan Pajak Kini Terintegrasi Digital
Pemda Bone Ukir Prestasi Nasional, Raih Penghargaan TPID Berkinerja Terbaik se-Indonesia
12 Atlet Judo Bone Terbang ke Jawa Timur, Bupati Andi Asman Titip Pesan Penting
Jemput Bola ke Senayan! Wabup Bone Temui Sejumlah Anggota DPR RI, Ada Apa?
Semua Layanan Ada di Satu Tempat, Jambore Pelayanan Publik Bulukumba Diserbu Warga
Sigap! Mobil Dinas Polsek Bontobahari Evakuasi Perempuan Yang Ditemukan Terapung di Laut

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 22:41 WITA

Haul ke-312 Lapatau Matanna Tikka, Wabup Bone Ajak Generasi Muda Hidupkan Kembali Warisan Leluhur

Jumat, 25 September 2026 - 22:27 WITA

Bone Bakal Kebanjiran Proyek Besar, BupAAS Ungkap Sektor yang Siapkan Banyak Lapangan Kerja

Kamis, 24 September 2026 - 20:19 WITA

Resmi Dilantik, Muhammad Hasbi Siddiq Diminta Langsung “Gaspol” Bangun Desa Lembang Lohe

Kamis, 24 September 2026 - 20:09 WITA

Gebrakan Baru Pemkab Bulukumba, Data Tanah dan Pajak Kini Terintegrasi Digital

Kamis, 24 September 2026 - 20:00 WITA

Pemda Bone Ukir Prestasi Nasional, Raih Penghargaan TPID Berkinerja Terbaik se-Indonesia

Berita Terbaru