Presiden Prabowo Pimpin Panen Nasional, Bone Jadi Titik Strategis di Sulsel

- Jurnalis

Senin, 7 April 2025 - 16:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM – Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menjadi salah satu titik strategis pelaksanaan Panen Raya Serentak Nasional yang digelar di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, Senin (7/4/2025).

Pelaksanaan panen raya di Sulsel dipusatkan di Lingkungan Pajekko, Desa Samaelo, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, dan dihadiri langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, serta jajaran Forkopimda dan petani setempat.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto memimpin panen raya nasional dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, didampingi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Menko Perekonomian Zulkifli Hasan, serta terkoneksi secara daring dengan seluruh titik pelaksanaan panen di Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya efisiensi anggaran untuk kesejahteraan rakyat, termasuk petani.

“Kita harus menekan semua kebocoran anggaran dan memfokuskan alokasi untuk pembangunan seperti irigasi, perbaikan sekolah, dan infrastruktur penting lainnya,” tegas Presiden.

Baca Juga :  Panen Perdana Semangka Non Biji di Desa Kalobba, Sinjai Ekspor ke NTT dan NTB

Ia juga menyerukan seluruh jajaran pemerintahan di tingkat provinsi, kabupaten, hingga desa untuk menghindari penyalahgunaan jabatan dan mulai mengadopsi teknologi dalam pengelolaan anggaran.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasinya kepada para petani atas peningkatan produksi dan dukungan Presiden terhadap sektor pertanian.

“Terima kasih kepada Presiden atas harga gabah yang naik hingga Rp6.500, penyederhanaan distribusi pupuk, dan peningkatan serapan Bulog hingga 2000 persen,” ungkap Mentan.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melaporkan bahwa Sulawesi Selatan terus menjadi provinsi dengan produksi padi tertinggi di Indonesia dan menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan TNI-Polri dalam mengamankan ketahanan pangan.

“Harga gabah harus tetap terjaga, distribusi benih diperluas, dan lahan dioptimalkan. Terima kasih kepada Presiden dan Menteri Pertanian atas perhatiannya kepada petani,” ujarnya.

Baca Juga :  "Malin Kundang" dari Lampung: Anggota DPR RI Laporkan Ayah Kandung, Mahasiswa Soroti Rekayasa Konflik di Universitas Malahayati

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, turut menyampaikan bahwa Kabupaten Bone secara konsisten menempati posisi lima besar nasional dalam produksi padi.

“Alhamdulillah, Bone selalu menjadi salah satu daerah tertinggi di Sulsel dalam produksi padi, panen dimulai sejak Oktober hingga April ini,” ujarnya.

Meski demikian, ia juga menyoroti kelemahan di sektor industri pascapanen, khususnya pada penggilingan gabah menjadi beras.

“Kami masih lemah dalam hal industri penggilingan. Ini tantangan yang harus kita benahi bersama agar produksi kita bisa memberikan nilai tambah lebih besar,” tambahnya.

Kegiatan panen raya ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan sinergi lintas sektor demi kesejahteraan petani Indonesia. (*/ril/iwn)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA