Pj Sekda Bone Andi Saharuddin Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-117 di Kabupaten Bone

- Jurnalis

Selasa, 20 Mei 2025 - 11:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bone, Andi Saharuddin, S.STP, M.Si, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 Tahun 2025. Upacara tersebut digelar di halaman Kantor Bupati Bone, Jalan Ahmad Yani, Kota Watampone, Kabupaten Bone, pada Selasa (20/5/2025).

Upacara dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Bone, Kepala OPD Kabupaten Bone, serta Camat se-Kabupaten Bone. Dalam kesempatan tersebut, Pj Sekda Andi Saharuddin membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia dengan tema “Menuju Kebangkitan Nasional yang Bersahaja, Berpihak, dan Berkelanjutan.”

“Saudara-Saudari Sebangsa dan Setanah Air, pada tanggal 20 Mei 2025 ini, kita tidak hanya sekadar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional. Lebih dari itu, kita membuka kembali halaman penting dalam sejarah perjuangan bangsa, halaman yang ditulis dengan kebangkitan kesadaran, semangat persatuan, dan keberanian untuk menolak penjajahan,” ujar Pj Sekda Andi Saharuddin saat membacakan pidato.

Baca Juga :  Pemkab Bone Tunda Kenaikan NJOP dan PBB-P2 Usai Gelombang Protes

Dalam pidatonya, disebutkan bahwa 117 tahun yang lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908, lahir sebuah organisasi yang menjadi simbol kebangkitan nasional, yaitu Budi Utomo. Organisasi ini menyalakan api perubahan di tengah keterbatasan dan tekanan kolonialisme, dan membangkitkan kesadaran bahwa kemajuan bangsa hanya bisa dicapai dengan berdiri di atas kaki sendiri.

Namun, Pj Sekda menegaskan bahwa kebangkitan nasional bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa. “Kebangkitan itu adalah ikhtiar yang terus hidup, menuntut kita untuk tidak hanya terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi juga untuk menghadapi tantangan zaman ini,” lanjutnya.

Saat ini, bangsa Indonesia dihadapkan dengan berbagai tantangan global, seperti disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, dan ancaman terhadap kedaulatan digital. Oleh karena itu, semangat kebangkitan nasional harus selalu relevan dengan perkembangan zaman, agar bangsa ini dapat terus maju dan berdaya saing.

Baca Juga :  Peringati Hari Pers Nasional 2025 Organisasi Wartawan Di Bone Gelar Pelatihan Jurnalistik

Upacara yang digelar dengan khidmat ini mengingatkan seluruh peserta akan pentingnya melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dalam menghadapi tantangan zaman, serta membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan. Semangat kebangkitan nasional harus senantiasa dijaga agar Indonesia tetap dapat menjadi negara yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera.

Dengan peringatan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bone dan Indonesia pada umumnya dapat lebih menyadari pentingnya kontribusi aktif dalam pembangunan bangsa, baik di level lokal maupun nasional. (*/rls)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA