Pesan Mendalam untuk Para Santri dalam Sharing Inspiratif Ustadz Nafi Unnas dan Gus Iqdam

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 23:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLITAR, TRISAKTINEWS.COM — Majelis Sabilu Taubah Blitar kembali menghadirkan suasana hangat penuh hikmah melalui agenda sharing bersama dua narasumber muda yang dikenal inspiratif, yakni Ustadz Nafi Unnas, alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, dan Gus Iqdam, dai muda sekaligus alumni Pesantren Al-Falah Ploso. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para santri dan jamaah untuk memperluas wawasan, terutama tentang bagaimana menjaga jati diri sebagai seorang santri di tengah perubahan zaman.

Dalam penyampaiannya, Gus Iqdam menekankan bahwa menjadi santri bukan sekadar status selama berada di pondok, melainkan identitas yang harus terus dibawa sepanjang hayat.

Baca Juga :  Antisipasi Peredaran Narkoba, Polisi dan TNI Razia Kafe serta Tempat Karaoke di Sidoarjo

“Dimanapun kita berada dan apapun profesi kita, harus tetap menunjukkan sikap kesantrian. Karena itulah yang membedakan kita, itulah bekal moral yang kita bawa dari pesantren,” ujarnya dalam sesi sharing tersebut.

Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai tawadhu’, adab, kejujuran, dan akhlak mulia adalah warisan pesantren yang seharusnya tampak dalam laku kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ustadz Nafi Unnas turut menyampaikan bahwa santri hari ini memiliki tantangan yang lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, ia mengajak para santri untuk selalu meningkatkan kapasitas diri tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan pesantren.

Baca Juga :  Andi Asman Sulaiman Dorong Penghijauan Berkelanjutan Lewat Tambal Sulam Pohon

“Santri harus adaptif, tapi tetap berpegang pada prinsip. Santri harus bisa menjadi perekat Ummat,” tuturnya.

Sesi sharing ini memberikan energi positif dan motivasi bagi para santri untuk semakin mantap menapaki jalan pengabdian di masyarakat. Pesan dari kedua narasumber tersebut menjadi pengingat bahwa identitas santri bukan hanya tentang di mana mereka belajar, tetapi tentang bagaimana mereka hidup, bersikap, dan memberi manfaat di manapun mereka berada.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Akhlak Tergerus Gempuran Teknologi, Wabup Bone Ajak Warga Kembali Meneladani Rasulullah
Antrean BBM Mengular di Makassar, Brimob Polda Sulsel Turun Langsung Atur Kendaraan dan Jaga Ketertiban
ANALISIS YURIDIS DUGAAN PELANGGARAN ATAS TINDAKAN FISIK TERHADAP STAF DI LINGKUNGAN DPRD KABUPATEN BONE SERTA IMPLIKASI ETIKA DAN KEHORMATAN JABATAN
Bupati Bone Akan Benahi Akses Pegunungan Ponre, Jalan Salebba–Bolli Jadi Perhatian
Kunjungi Makosatbrimob Polda Sulsel, Brigjen Heru Novianto Dorong Personel Responsif dan Humanis
PBAK Bukan Panggung Organisasi Eksternal: Ketika Ruang Fakultas Diperebutkan Secara Sektoral
Rumah Nyaris Roboh, Janda di Bone Bertahan Demi Anak Tetap Sekolah
Atap Bocor, Lantai Berlubang: Puluhan Siswa SD di Pelosok Bone Belajar di Tengah Ancaman Keselamatan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 01:17 WITA

Akhlak Tergerus Gempuran Teknologi, Wabup Bone Ajak Warga Kembali Meneladani Rasulullah

Sabtu, 12 September 2026 - 01:14 WITA

Antrean BBM Mengular di Makassar, Brimob Polda Sulsel Turun Langsung Atur Kendaraan dan Jaga Ketertiban

Jumat, 4 September 2026 - 22:27 WITA

ANALISIS YURIDIS DUGAAN PELANGGARAN ATAS TINDAKAN FISIK TERHADAP STAF DI LINGKUNGAN DPRD KABUPATEN BONE SERTA IMPLIKASI ETIKA DAN KEHORMATAN JABATAN

Jumat, 4 September 2026 - 20:23 WITA

Bupati Bone Akan Benahi Akses Pegunungan Ponre, Jalan Salebba–Bolli Jadi Perhatian

Jumat, 4 September 2026 - 20:16 WITA

Kunjungi Makosatbrimob Polda Sulsel, Brigjen Heru Novianto Dorong Personel Responsif dan Humanis

Berita Terbaru