Lewat Jalur Diskresi ke Presiden, DPRD Luwu Utara Perjuangkan DOB Provinsi Luwu Raya

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 23:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, TRISAKTINEWS.COM — Ketua DPRD Luwu Utara, Husain, menyerahkan secara langsung tembusan surat Kedatuan Luwu terkait kehendak rakyat Tana Luwu untuk pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya kepada Komisi II DPR RI, di Ruang Rapat Komisi II DPR RI, pada Rabu (11/02/2026).

Penyerahan tersebut berlangsung dalam momen audiensi Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (DPN ADKASI) bersama Pimpinan Komisi II DPR RI.

Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui jalur diskresi. Dokumen itu diterima langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse, di hadapan jajaran pimpinan yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga :  Di Hadapan Puluhan Anak Muda, Bupati Andi Utta Tekankan Pentingnya Mental Petarung

Husain menjelaskan bahwa penyerahan tembusan surat Kedatuan Luwu itu dilakukan dengan restu Yang Mulia Datu Luwu XL, H. Andi Maradang Mackulau, S.H., Opu To Bau. Surat tersebut memuat penyampaian resmi kehendak masyarakat Tana Luwu yang menginginkan hadirnya Provinsi Luwu Raya sebagai daerah otonomi baru.

“Audiensi ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan secara langsung aspirasi rakyat Tana Luwu kepada pemerintah pusat melalui Komisi II DPR RI,” ujar Husain.

Baca Juga :  Bone Dukung Sukses Panen Raya Nasional Bersama Presiden Prabowo

Ia menegaskan, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan aspirasi kolektif masyarakat yang telah lama diperjuangkan dan terus dikawal oleh berbagai elemen, termasuk pemerintah daerah dan tokoh adat.

Menurutnya, jalur diskresi diharapkan menjadi pintu masuk bagi Presiden untuk mempertimbangkan secara khusus usulan DOB Provinsi Luwu Raya di tengah kebijakan moratorium pemekaran daerah.

Husain juga mengajak seluruh elemen masyarakat Tana Luwu untuk tetap solid dalam mengawal perjuangan tersebut. “Mari saling menguatkan dan tidak saling melemahkan. Tana Luwu, Wanua Mappatuo Naewai Alena,” tutupnya.

Penulis : Kaisar

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA