Rakyat Bertanya, DPRD Bone di Mana? WIB Soroti BBM Subsidi, Tambang Ilegal Hingga UHC Non Cut Off

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Sejumlah persoalan yang belakangan mencuat di Kabupaten Bone memicu pertanyaan publik terhadap peran dan fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bone. Mulai dari polemik BBM subsidi, dugaan aktivitas tambang ilegal, mangkraknya proyek Bola Soba, hingga keluhan masyarakat terkait layanan kesehatan UHC Non Cut Off, dinilai membutuhkan perhatian serius dari para wakil rakyat.

Ketua Wartawan Independen Bone (WIB), Eka Handayani, mempertanyakan sejauh mana DPRD Bone menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai persoalan yang kini menjadi keluhan masyarakat.

“Sekarang rakyat seolah berjuang sendiri. Ke mana wakil rakyat kita? Masyarakat membutuhkan kehadiran DPRD tidak hanya saat pembahasan anggaran atau kegiatan seremonial, tetapi juga ketika muncul persoalan yang menyangkut kepentingan publik,” ujar Eka.

Salah satu persoalan yang saat ini ramai diperbincangkan adalah dugaan penyalahgunaan barcode BBM subsidi. Masyarakat menilai praktik tersebut berpotensi merugikan warga yang memang berhak memperoleh bahan bakar bersubsidi.

Tidak hanya itu, dugaan penyelundupan solar subsidi dengan berbagai modus juga disebut semakin marak terjadi. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan karena BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat justru diduga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan bisnis.

Di sektor pembangunan, proyek Bola Soba, yang digadang-gadang menjadi ikon budaya dan kebanggaan masyarakat Bone, juga masih menyisakan tanda tanya besar. Dugaan putus kontrak proyek yang telah menelan anggaran miliaran rupiah hingga kini belum memiliki kejelasan yang dapat diakses publik secara terbuka.

Baca Juga :  Wabup Sinjai Andi Mahyanto Terima Audiensi KOHATI, Bahas Penguatan Peran Perempuan dan Perlindungan Anak

“Pada tahun 2025 lalu DPRD sempat menyoroti proyek tersebut, tetapi saat ini perkembangannya seolah tidak lagi menjadi perhatian, padahal masyarakat berhak mengetahui nasib proyek yang menggunakan uang rakyat,” katanya.

Persoalan lain yang juga mendapat sorotan adalah maraknya aktivitas pertambangan yang diduga ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Bone. Selain persoalan legalitas, muncul pula dugaan penggunaan BBM subsidi untuk operasional tambang yang seharusnya menggunakan BBM industri.

Menurut Eka, jika dugaan tersebut benar terjadi, maka tidak hanya melanggar aturan pertambangan, tetapi juga berpotensi merugikan negara dan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini tidak bisa dianggap biasa. Harus ada pengawasan dan tindakan tegas dari pihak berwenang,” tegasnya.

Tak hanya itu, keberadaan Perumda Ellung Mangenre juga menjadi perhatian. Badan usaha milik daerah yang pernah menerima suntikan modal ratusan juta rupiah dari pemerintah daerah tersebut disebut sudah tidak menunjukkan aktivitas signifikan sejak tahun 2023.

Publik, kata Eka, berhak mengetahui perkembangan dan pertanggungjawaban penggunaan penyertaan modal yang bersumber dari anggaran daerah.

Baca Juga :  Kapolsek Sedati Pimpin Langsung Bakti Sosial di Desa Pepe dan Desa Betro

Di sektor pelayanan publik, keluhan masyarakat terkait program Universal Health Coverage (UHC) Non Cut Off juga terus bermunculan. Sejumlah warga mengaku masih mengalami kendala saat hendak mengakses layanan kesehatan menggunakan skema tersebut.

Padahal program UHC Non Cut Off diharapkan menjadi solusi agar masyarakat dapat langsung memperoleh jaminan kesehatan tanpa harus menunggu masa aktivasi yang lama. Namun di lapangan, masih ditemukan warga yang kebingungan dengan prosedur administrasi maupun keterlambatan aktivasi kepesertaan saat membutuhkan pelayanan medis secara mendesak.

Menurut Eka, persoalan ini seharusnya menjadi perhatian DPRD melalui fungsi pengawasan dan penganggaran agar implementasi program benar-benar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Eka menegaskan bahwa DPRD Bone sebagai lembaga yang diberikan mandat oleh rakyat memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan setiap kebijakan, program pembangunan, serta penggunaan anggaran daerah berjalan sesuai aturan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Fungsi pengawasan DPRD sangat penting untuk memastikan pemerintah daerah bekerja secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Jika berbagai persoalan terus terjadi tanpa pengawasan yang kuat, maka wajar jika publik mulai mempertanyakan apakah fungsi pengawasan DPRD masih berjalan atau justru mulai kehilangan taji,” pungkasnya.

Penulis : Iwan/Ril

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI
Mahasiswa KKN Unhas Luncurkan “Bulucenrana Smart Village Center”, Dorong Transformasi Desa Berbasis Digital
Pemkab Bone Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Kepala SDN 187 Tompobulu: Terima Kasih Pemerintahan Beramal
Mengurai Manajemen Aksi dan Psikologi Massa: Saat Mahasiswa Diajak Menelaah isu Beasiswa KIP dan Praktik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar.
Polda Sulsel Gelar Uji Kompetensi Kapolsek Urban, Promosi Jabatan Berbasis Kompetensi dan Merit Sistem
Dari Kultur HMI hingga Bersama Menuju Gelar Doktor : Kiprah Jumrah dan Mukhawas Mengabdi di Uniasman
WIB Desak Keterbukaan Dana CSR, DPRD Bone Minta Tim Pengawas dan Perbup Segera Dibentuk
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:25 WITA

HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:15 WITA

Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:26 WITA

Pemkab Bone Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Kepala SDN 187 Tompobulu: Terima Kasih Pemerintahan Beramal

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:29 WITA

Mengurai Manajemen Aksi dan Psikologi Massa: Saat Mahasiswa Diajak Menelaah isu Beasiswa KIP dan Praktik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar.

Senin, 13 Juli 2026 - 22:26 WITA

Polda Sulsel Gelar Uji Kompetensi Kapolsek Urban, Promosi Jabatan Berbasis Kompetensi dan Merit Sistem

Berita Terbaru

Opini

Hitung-hitungan Ekonomi di Balik Kasus Korupsi

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:47 WITA

Opini

Saat Manusia Lebih Sibuk ‘Tampak’ daripada ‘Menjadi’

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:29 WITA

Opini

Ketika Realitas Desa Melampaui Fiksi Eka Kurniawan

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:15 WITA