Pengamanan Humanis Warnai Aksi 820 Buruh di Gresik, Pemerintah Siap Perkuat URC dan Jaga Iklim Investasi

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 21:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK, TRISAKTINEWS.COM — Ratusan buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja/Serikat Buruh (DPC SP/SB) di bawah payung Sekretariat Bersama (SEKBER) Gresik memadati halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Selasa (25/11/2025).

Sebanyak 820 massa aksi dari empat zona wilayah bergerak secara terkoordinasi untuk menyuarakan tuntutan strategis terkait kesejahteraan buruh dan stabilitas iklim investasi di Kabupaten Gresik.

Meski melibatkan jumlah massa yang besar, aksi yang dipimpin Presidium SEKBER Gresik Agus Salim, serta tokoh serikat lainnya seperti Imam Syaifudin (Ketua Konfederasi SPSI/Anggota Komisi IV DPRD Gresik), berlangsung damai, tertib, dan tanpa insiden. Keberhasilan ini tidak lepas dari pola pengamanan humanis yang diterapkan aparat gabungan TNI-Polri.

Sebelum massa aksi tiba, Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra memimpin apel pengamanan dan menegaskan bahwa tugas aparat adalah memberi pelayanan, bukan membatasi ruang demokrasi buruh.

“Pengamanan ini untuk memberikan pelayanan agar aksi dapat berjalan tanpa korban, baik materi maupun jiwa,” tegasnya.

Aparat diinstruksikan untuk mematuhi SOP, menjaga emosi, bertindak dalam satu komando, serta tidak membawa senjata api selama pengamanan. Arahan tersebut terbukti efektif menjaga situasi tetap kondusif sepanjang pergerakan massa dari wilayah Kota, Tengah, Selatan, hingga Utara Gresik.

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Bone Berhasil Meringkus Pelaku Pembunuhan Di Amali

Setelah menyampaikan aspirasi di beberapa perusahaan, massa aksi menuju Pemkab Gresik. Di Ruang Putri Cempo, perwakilan 12 Ketua DPC SP/SB SEKBER Gresik melakukan dialog dengan jajaran pemerintah diantaranya Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir, Kadisnaker Gresik Zainul Arifin, serta Wakapolres Gresik.

Dalam forum resmi tersebut, buruh mengajukan beberapa tuntutan penting, di antaranya:
– Rekomendasi kenaikan UMK 8,5–10%.
– Penguatan program Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menindak pelanggaran hak normatif, sekaligus menyiapkan anggaran operasional tahun 2026.
– Pemerintah diminta hadir membantu perusahaan yang berpotensi pailit demi mencegah PHK massal.
– Prioritas bagi SDM lokal dalam proses perekrutan tenaga kerja, termasuk KEK JIIPE.
– Perbaikan layanan UHC serta penyelarasan komunikasi terkait prosedur Laporan Polisi (LP) Laka Lantas bagi pekerja.

Bupati Gresik menyambut positif seluruh aspirasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemkab berkomitmen menjaga iklim investasi tetap stabil, sambil memastikan hak dan kesejahteraan buruh tetap diperhatikan. Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir bahkan menegaskan kesiapan legislatif untuk menanggung anggaran URC dan perayaan Mayday 2026.

Baca Juga :  Diduga Dibekingi Oknum Ormas, SPBU 54-614-07 Jombang Disorot Terkait Praktik Pengisian BBM Subsidi Pertalite Bolak-Balik

Sebagai bentuk transparansi, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani langsung menemui ratusan buruh di halaman kantor Pemkab. Di hadapan massa, ia menyampaikan secara langsung beberapa poin hasil dialog, Disnaker akan diperintahkan menindak perusahaan pelanggar hak normatif melalui URC ; Pemkab menolak praktik pelanggaran hak normatif dan siap terlibat mencegah PHK akibat kepailitan perusahaan; Anggaran URC Tahun 2026 akan ditanggung penuh oleh DPRD Gresik; Komitmen penyerapan tenaga kerja lokal serta peningkatan koordinasi dengan BPJS Kesehatan; Pemkab akan mengupayakan rekomendasi agar kewenangan; pengawasan ketenagakerjaan dikembalikan ke Kabupaten/Kota.

Setelah mendengar penjelasan tersebut, massa aksi dengan tertib membubarkan diri. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Aksi buruh kali ini menjadi contoh nyata bagaimana pengamanan humanis, dialog terbuka, dan komunikasi dua arah mampu menciptakan ruang penyampaian aspirasi yang efektif tanpa mengganggu ketertiban umum. Sinergi antara buruh, pemerintah, dan aparat keamanan menunjukkan bahwa perjuangan kesejahteraan tenaga kerja dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga stabilitas iklim investasi di Kabupaten Gresik.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Rakyat Bertanya, DPRD Bone di Mana? WIB Soroti BBM Subsidi, Tambang Ilegal Hingga UHC Non Cut Off
Dana CSR di Bone Mengalir ke Mana? WIB Desak DPRD Gelar RDPU
Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden: Jalan Perjuangan Baru atau Kooptasi Gerakan Buruh?
Gimik “Mas Bahlil Ganteng” dan Taktik Kekuasaan Menjinakkan Daya Kritis
Kemunafikan Ekologis: Menjual Narasi Hijau di Hilir, Menandatangani Konsesi Tambang di Hulu
SDIT Rabbani Bone Cetak Generasi Berintegritas
KEPMI Bone Latenriruwa Audiensi DPRD Sulsel, Bahas Kaderisasi Hingga Kejahatan Terorganisir
SDN 263 Awang Tangka Sabet Juara 1 Senam Lantai Putra-Putri O2SN Kabupaten Bone 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:44 WITA

Rakyat Bertanya, DPRD Bone di Mana? WIB Soroti BBM Subsidi, Tambang Ilegal Hingga UHC Non Cut Off

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:41 WITA

Dana CSR di Bone Mengalir ke Mana? WIB Desak DPRD Gelar RDPU

Senin, 8 Juni 2026 - 20:54 WITA

Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden: Jalan Perjuangan Baru atau Kooptasi Gerakan Buruh?

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:53 WITA

Gimik “Mas Bahlil Ganteng” dan Taktik Kekuasaan Menjinakkan Daya Kritis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:19 WITA

Kemunafikan Ekologis: Menjual Narasi Hijau di Hilir, Menandatangani Konsesi Tambang di Hulu

Berita Terbaru

Daerah

Dana CSR di Bone Mengalir ke Mana? WIB Desak DPRD Gelar RDPU

Selasa, 9 Jun 2026 - 10:41 WITA