Lapangan Merdeka Bone Jadi Saksi Mattompang Akbar, Ribuan Badik Disucikan

- Jurnalis

Rabu, 9 April 2025 - 21:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM – Lapangan Merdeka Bone menjadi saksi semaraknya “Mattompang Akbar”, prosesi sakral pembersihan pusaka badik yang digelar dalam rangka Hari Jadi Bone (HJB) ke-695, pada Rabu, 9 April 2025.

Ribuan bilah badik dari berbagai penjuru Kabupaten Bone dikumpulkan dalam ritual budaya tahunan yang dikenal sebagai “Mattompang”, sebuah prosesi tradisional membersihkan badik menggunakan jeruk nipis, diawali dengan pembacaan sholawat sebagai bentuk penghormatan dan penyucian.

Meski pelaksanaan tahun ini belum berhasil mencatatkan Rekor MURI karena keterbatasan dana, namun Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. berkomitmen akan menyelenggarakan acara yang lebih besar dan megah tahun depan.

“Insya Allah tahun depan kita akan lebih siap lagi. Kegiatan ritual mattompang saya harapkan bisa menjadi kegiatan budaya tahunan yang membanggakan,” ujar Andi Asman Sulaiman dalam sambutannya.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Satlantas Polres Bone Turun Langsung Tambal Jalan Berlubang

Dalam kesempatan itu, adik menteri pertanian ini juga mengajak masyarakat yang memiliki pusaka warisan leluhur untuk menitipkannya ke Museum Arajangnge, agar dapat dilestarikan dan dikenang sebagai bagian dari sejarah dan budaya Bone.

“Jika ada pusaka yang dianggap istimewa, bisa dititip ke museum dengan berita acara atau akta titipan. Nantinya bisa kita pajang dan lihat pada waktu-waktu tertentu,” jelasnya.

Ketua Panitia Mattompang Akbar, Andi Tenri Polowija, menyatakan bahwa momen ini menjadi ajang berkumpulnya para pemerhati budaya dan seni tradisi Bone. Ia menegaskan bahwa badik bukan sekadar senjata, melainkan benda sakral yang sering disertai doa-doa dan ukiran spiritual.

Baca Juga :  Komitmen 100 Hari Kerja, Wabup Bone Kawal Infrastruktur dan Layanan KTP Yang Lebih Baik

“Sebelum kegiatan ini terlaksana, kami sempat audiens dengan pak Bupati, pas ketemu, pak Bupati langsung bilang, pasti mau buat kegiatan kebuayaan toh. Kami bangga karena Bupati sangat peduli terhadap budaya. Semoga ritual Mattompang ini bisa didaftarkan sebagai warisan budaya benda,” tutur Tenri.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, Forkopimda Bone, serta ribuan peserta dari berbagai latar belakang. Meski digelar di tengah panas terik, kesakralan prosesi tetap terasa kuat dan penuh semangat.

Mattompang Akbar menjadi penanda kuat bahwa budaya lokal tetap hidup dan berkembang, menjadikan Bone sebagai pusat tradisi dan nilai-nilai leluhur yang dijaga lintas generasi.

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA