Bone Borong 15 Penghargaan Adiwiyata 2025, Bukti Komitmen Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 23:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M, – Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., M.M., dalam pembangunan lingkungan berkelanjutan kembali membuahkan prestasi membanggakan.

Setelah sebelumnya menerima apresiasi nasional sebagai Pembina Program Kampung Iklim (Proklim), Bupati Bone H. A. Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., kembali mengantarkan daerahnya mencatat sejarah baru di sektor pendidikan melalui Program Adiwiyata.

Sebanyak 15 sekolah di Kabupaten Bone berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional Tahun 2025 dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Penyerahan penghargaan berlangsung dalam seremoni resmi di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dray Vibrianto bersama semua Kepala Sekolah peraih penghargaan Adiwiyata, 2 Adiwiyata Mandiri dan 13 Adiwiyata Nasional diterima Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, di rujab Bupati Bone, Kamis (4/12/2025).

Sekolah Sebagai Garda Terdepan Gerakan Lingkungan

Bupati H. A. Asman Sulaiman menegaskan bahwa capaian ini merupakan wujud nyata konsistensi visi pembangunan Bone yang berlandaskan prinsip Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan, khususnya dalam memprioritaskan sektor lingkungan.

Baca Juga :  Satlantas Polres Bone Sosialisasi Di Hari Kedelapan Ops Keselamatan 2025 Di Sekolah

“Adiwiyata adalah investasi strategis untuk membentuk karakter masyarakat Bone yang peduli lingkungan dan berbudaya bersih di masa depan,” ujar Bupati Bone.

Program Adiwiyata di Bone berfokus pada penguatan praktik pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui pembiasaan dan kegiatan edukasi langsung di sekolah. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik didaur ulang sebagai produk ramah lingkungan.

Bupati menegaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari dukungan kebijakan daerah yang mendorong penerapan empat komponen inti Adiwiyata: kebijakan sekolah peduli lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif, serta sarana dan prasarana ramah lingkungan.

Kontribusi pada Ketahanan Pangan dan Kualitas Lingkungan

Sebagai daerah penyumbang produksi padi dan jagung terbesar di Sulawesi Selatan, Bone memanfaatkan implementasi Adiwiyata untuk menjawab tantangan lingkungan dan ketahanan pangan.

Pelajar di sekolah-sekolah Adiwiyata terlibat langsung dalam proses pembuatan pupuk organik yang membantu meningkatkan kualitas tanah, termasuk mengatasi persoalan rendahnya kandungan C-Organik. Program konservasi air dan pengurangan penggunaan energi juga diajarkan secara sistematis untuk menjaga Indeks Kualitas Air (IKA) dan Indeks Kualitas Udara (IKU) tetap stabil.

Baca Juga :  Mapolres Bone Kebanjiran Akibat Hujan Deras, Pelayanan Sempat Terganggu

Sinergi antara prestasi Pembina Proklim dan keberhasilan Adiwiyata dinilai menjadi bukti keseriusan Kabupaten Bone dalam membangun ekosistem lingkungan berkelanjutan dari tingkat komunitas hingga sekolah.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone berperan penting dalam pendampingan teknis dan penguatan kapasitas sekolah menuju predikat Adiwiyata.

DLH mencatat pencapaian signifikan, menjadikan Bone sebagai salah satu daerah paling menonjol di Sulawesi Selatan. Dari hanya enam kabupaten/kota penerima penghargaan tahun ini, Bone mendominasi dengan jumlah peserta terbanyak.

Rincian penghargaan:

  • 2 sekolah meraih Adiwiyata Mandiri (level tertinggi)
  • 13 sekolah meraih Adiwiyata Nasional

Kepala Dinas DLH Bone, Dray Vibrianto, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi penuh antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat.

“Pendampingan intensif menjadi kunci. Kami memastikan program Adiwiyata tidak hanya memenuhi standar administrasi, tetapi benar-benar mengakar sebagai budaya lingkungan berkelanjutan,” ujarnya.

Capaian ini menempatkan Kabupaten Bone sebagai rujukan pembangunan lingkungan berbasis pendidikan di kawasan Indonesia Timur, sekaligus mengukuhkan kepemimpinan Bupati H. A. Asman Sulaiman dalam membangun generasi beretika lingkungan dan berdaya saing global.

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI
Mahasiswa KKN Unhas Luncurkan “Bulucenrana Smart Village Center”, Dorong Transformasi Desa Berbasis Digital
Pemkab Bone Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Kepala SDN 187 Tompobulu: Terima Kasih Pemerintahan Beramal
Mengurai Manajemen Aksi dan Psikologi Massa: Saat Mahasiswa Diajak Menelaah isu Beasiswa KIP dan Praktik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar.
Polda Sulsel Gelar Uji Kompetensi Kapolsek Urban, Promosi Jabatan Berbasis Kompetensi dan Merit Sistem
Dari Kultur HMI hingga Bersama Menuju Gelar Doktor : Kiprah Jumrah dan Mukhawas Mengabdi di Uniasman
WIB Desak Keterbukaan Dana CSR, DPRD Bone Minta Tim Pengawas dan Perbup Segera Dibentuk
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:25 WITA

HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:15 WITA

Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:26 WITA

Pemkab Bone Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Kepala SDN 187 Tompobulu: Terima Kasih Pemerintahan Beramal

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:29 WITA

Mengurai Manajemen Aksi dan Psikologi Massa: Saat Mahasiswa Diajak Menelaah isu Beasiswa KIP dan Praktik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar.

Senin, 13 Juli 2026 - 22:26 WITA

Polda Sulsel Gelar Uji Kompetensi Kapolsek Urban, Promosi Jabatan Berbasis Kompetensi dan Merit Sistem

Berita Terbaru

Opini

Hitung-hitungan Ekonomi di Balik Kasus Korupsi

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:47 WITA

Opini

Saat Manusia Lebih Sibuk ‘Tampak’ daripada ‘Menjadi’

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:29 WITA

Opini

Ketika Realitas Desa Melampaui Fiksi Eka Kurniawan

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:15 WITA