Wabup Bone Hadiri TPKAD Summit 2025, Dorong Penguatan Akses dan Inklusi Keuangan di Sulsel

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 22:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, TRISAKTINEWS.COM — Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menghadiri TPKAD Summit dan Forum Sinergi Ekonomi Daerah Tahun 2025 yang digelar di Ballroom Sultan Hasanuddin, lantai 2 Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan tersebut menjadi ajang diseminasi capaian program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulsel tahun 2025. Program ini merupakan implementasi Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 4 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/7105/SJ tentang Pembentukan TPAKD.

Acara juga dirangkaikan dengan Forum Sinergi Ekonomi Daerah yang memberikan gambaran kondisi dan proyeksi perekonomian nasional maupun regional sebagai dasar perencanaan kerja TPAKD tahun 2026.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perekonomian Sulawesi Selatan menunjukkan ketahanan yang positif. Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan III 2025 mencapai 5,01 persen (yoy). Angka ini ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 5,32 persen dengan kontribusi 1,08 persen terhadap PDRB, serta sektor perdagangan besar dan eceran yang tumbuh 4,19 persen dengan andil 0,67 persen.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,70 persen dengan kontribusi 2,32 persen, sementara PMTB naik signifikan 15,91 persen dengan andil 2,24 persen. Namun, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi -0,48 persen akibat kebijakan pemotongan transfer ke daerah.

Baca Juga :  Wabup Bone Terima Audiensi PT Taspen, Bahas Peningkatan Layanan ASN dan Pensiunan

Muchlasin menambahkan, tingkat kemiskinan Sulsel menurun ke angka 7,60 persen per Maret 2025 lebih baik dari rata-rata nasional 8,47 persen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tetap tinggi di angka 75,18 per 2024. Meski demikian, ketimpangan masih menjadi pekerjaan rumah karena Gini Ratio berada pada kategori moderat.

“Penguatan pemerataan ekonomi harus terus didorong melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sulsel, DR. dr. M. Ishak Iskandar, M.Kes., M.M., M.H., yang mewakili Gubernur Sulsel, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkomitmen mendukung agenda strategis TPAKD. Menurutnya, tahun 2025 menjadi fase penting bagi Sulsel yang ditopang sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, perdagangan, serta potensi komoditas strategis.

Ia menekankan bahwa penguatan peran Sulsel sebagai penyangga perekonomian Kawasan Timur Indonesia harus dibarengi peningkatan akses keuangan, digitalisasi layanan, serta perluasan pembiayaan yang memadai.

“Kita harus menyusun program kerja inovatif sesuai kebutuhan wilayah agar memberi dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” kata Ishak.

Baca Juga :  Wabup Bone Hadiri Panen Perdana Ikan Nila di Cempaniga, Resmikan Wisata Mancing Tiro Bulu

Berbagai program seperti business matching, pembiayaan produktif, edukasi keuangan, fasilitasi kredit UMKM dan ultra mikro, digitalisasi pembayaran daerah, serta penguatan literasi di desa dan wilayah pesisir disebutnya sebagai langkah yang harus terus dipacu. “TPAKD adalah motor yang mempertemukan inovasi, regulasi, dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa TPKAD Summit 2025 adalah momentum penting untuk memperkuat kolaborasi, mempercepat inklusi keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Sulsel.

Ia menyebut percepatan akses keuangan sebagai bagian penting menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mendukung program prioritas pemerintah.

“Penguatan infrastruktur dan ekosistem keuangan digital, serta perluasan titik akses keuangan harus memastikan seluruh masyarakat mendapat layanan yang mudah, aman, dan terjangkau,” ujarnya.

Andi Akmal juga menekankan pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan seiring pendalaman sektor keuangan dan penguatan perlindungan konsumen. Ia berharap optimalisasi TPAKD dapat mengakselerasi pembangunan berkelanjutan yang menghadirkan kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

“Kita harus memastikan seluruh daerah bergerak dalam satu visi: mewujudkan masyarakat yang produktif, inklusif, dan berdaya saing melalui akses keuangan yang lebih terbuka. Inklusifitas adalah fondasi kemajuan,” tegasnya.

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Laba BNI Tembus Rp10,8 Triliun di Semester I 2026, Kredit dan Transaksi Digital Melesat
Hari Ulang Tahun ke-17, Paskibraka Sri Nuralya Dapat Kejutan Haru di Hari Kemerdekaan
Mengukir Mimpi: Kisah Naura Melia Putri Menjadi Pembawa Baki Paskibraka Bone
13 Lorong Brimob Adu Kreativitas, Kapolda Sulsel Turun Langsung Menilai
KKN Unhas Tinggalkan Jejak Digital di Boribellaya
Turnamen Domino Beramal Cellu Cup I Pecahkan Rekor 128 Slot, Hadiah Rp10 Juta
Warung Az Zahra 2 Resmi Hadir di Sinjai, Coto dan Konro Sapi Lokal Jadi Jagoan
Sempat Jadi Sorotan, BEM UNIASMAN Akui Ada Kekurangan Komunikasi: Begini Sikap Terbarunya

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:20 WITA

Laba BNI Tembus Rp10,8 Triliun di Semester I 2026, Kredit dan Transaksi Digital Melesat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:20 WITA

Hari Ulang Tahun ke-17, Paskibraka Sri Nuralya Dapat Kejutan Haru di Hari Kemerdekaan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:19 WITA

Mengukir Mimpi: Kisah Naura Melia Putri Menjadi Pembawa Baki Paskibraka Bone

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:01 WITA

13 Lorong Brimob Adu Kreativitas, Kapolda Sulsel Turun Langsung Menilai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:13 WITA

Turnamen Domino Beramal Cellu Cup I Pecahkan Rekor 128 Slot, Hadiah Rp10 Juta

Berita Terbaru