Wabup Bone Hadiri Rakorda Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Dorong Percepatan Ekonomi dari Desa

- Jurnalis

Sabtu, 26 April 2025 - 13:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, TRISAKTINEWS.COM – Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, mewakili Bupati Bone, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Four Points Hotel–Sheraton, Makassar, Sabtu (26/4/2025). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya percepatan program nasional sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2025.

Rakorda ini dihadiri oleh 2.255 Kepala Desa dan 189 pimpinan organisasi desa se-Sulawesi Selatan, serta para bupati dan tokoh penting lainnya yang turut mendorong transformasi ekonomi berbasis desa.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Hj. Fatmawati Rusdi menegaskan komitmen Pemprov Sulsel untuk menjadi barometer suksesnya program ini di tingkat nasional.

“Sinergitas dan kolaborasi dibutuhkan dalam mewujudkan kegiatan ini. Ke depannya, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih ini dapat menjadi pilar utama dalam pembangunan desa,” ujarnya.

Ketua Umum DPP Desa Bersatu, Muhammad Asri Anas, menjelaskan bahwa Rakorda ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rakornas Desa 2025 dan merupakan bentuk konkret mendukung Visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun dari desa dan dari bawah.

Baca Juga :  Tutup Ramadhan Fest, Wabup Bone Harap Ini Jadi Agenda Tahunan

“Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar program, tetapi semangat kolektif memperkuat pondasi ekonomi nasional,” katanya.

Kepala BP Taskin Budiman Sujatmiko turut menegaskan bahwa koperasi ini bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi desa yang tangguh, memperkuat distribusi pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa pembentukan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) membutuhkan anggaran sekitar Rp 400 triliun.

“Koperasi yang akan dibentuk berasal dari tiga sumber, yakni koperasi baru, koperasi berkinerja baik yang diubah, dan koperasi tidak aktif yang direvitalisasi,” jelasnya.

Targetnya, setiap Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp 1 miliar per tahun, bergantung pada kualitas SDM pengelolanya.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Narkoba DPRD Jatim Agus Black Hoe Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Proses Hukum

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bone Andi Akmal menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti Inpres 9/2025 dalam rapat koordinasi daerah untuk mempercepat pembentukan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Bone.

“Program ini merupakan bagian dari strategi nasional membangun dari desa, yang mengedepankan pengelolaan ekonomi secara mandiri, transparan, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa koperasi ini akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, melalui unit usaha simpan pinjam, perdagangan, dan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat di desa.

Dalam kegiatan ini juga diumumkan pemberian penghargaan kepada desa dan kabupaten yang tercepat dalam membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Kabupaten Takalar menjadi salah satu daerah percontohan yang mendapatkan apresiasi atas capaiannya.

Rakorda ini menjadi tonggak penting dalam menyatukan kekuatan desa untuk pembangunan ekonomi nasional melalui koperasi, sesuai dengan semangat Asta Cita keenam: “Membangun dari Desa dan dari Bawah.” (*/ril/iwn)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA