Project Budaya Bone Sukses Gelar Lokakarya Moderasi Beragama

- Jurnalis

Jumat, 6 Desember 2024 - 03:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM – Project Budaya Bone Vol. IV kembali mencatat kesuksesan dengan menggelar kegiatan Rekko’ Ota: Lokakarya Membangun Ekosistem Moderasi Beragama Melalui Inovasi Sosial dan Teknologi.

Acara ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Desember 2024, di Gedung Guru Kabupaten Bone, Jl. Jend. Ahmad Yani, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bone yang diwakili oleh Kasi PD Pontren, Salahuddin Siata.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap inisiatif Project Budaya Bone dalam menyelenggarakan acara ini.

“Kegiatan yang mengumpulkan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu ruang temu dan diskusi adalah hal yang langka di Bone. Saya mewakili Kepala Kemenag Bone sangat mengapresiasi langkah cerdas ini, terlebih tema yang diangkat sejalan dengan pilar Moderasi Beragama serta mengakomodir nilai-nilai kearifan lokal.”ujarnya.

Andi Geerhand, penanggung jawab kegiatan yang juga merupakan Pengurus Yayasan Pawero Tama Kreatif, menjelaskan bahwa lokakarya ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat toleransi di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan masyarakat akan ruang dialog yang sehat untuk saling memahami dan memperkuat moderasi beragama. Kami ingin membangun ekosistem yang tidak hanya menyentuh tataran ide, tetapi juga mampu diterapkan secara nyata melalui inovasi sosial dan teknologi. Moderasi beragama bukan sekadar konsep, melainkan sebuah upaya nyata untuk merawat keragaman.”ungkapnya.

Baca Juga :  TMC Sat Brimob Sulsel Gelar Touring Perdana, Perkuat Silaturahmi Antar Personel

Geerhand juga menambahkan bahwa pendampingan lanjutan berupa penyusunan karya tulis dan karya visual bagi peserta adalah langkah konkret untuk memastikan dampak berkelanjutan dari lokakarya ini.

Lokakarya ini menghadirkan dua narasumber ternama, yakni Dr. Syawal Hanif, M.H., M.Phil., Ketua Moderasi Beragama IAIN Bone, dan Mujibur Rahman, M.H., dosen Universitas Negeri Manado. Keduanya memimpin diskusi yang berlangsung dinamis, dipandu oleh moderator Dr. Maria Herlinda Dos Santos, M.Pd.

Dalam sesi pertama, Dr. Syawal Hanif menguraikan pentingnya moderasi beragama sebagai jembatan untuk membangun harmoni di tengah perbedaan. Ia juga menekankan terkait empat pilar moderasi beragama kepada peserta yang menyangkut komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi dan mengakomodir nilai budaya lokal.

Mujibur Rahman menekankan pentingnya menemukan titik temu antara budaya dan agama sebagai landasan untuk memperkuat moderasi beragama. Menurutnya, budaya mencerminkan identitas dan kearifan lokal masyarakat, sementara agama menjadi panduan moral dan spiritual. Ketika keduanya diselaraskan, mereka menciptakan ruang harmoni yang kokoh di tengah keberagaman. Ia juga menambahkan bahwa memahami budaya lokal, seperti tradisi rekko’ ota yang mengedepankan dialog, dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan nilai-nilai agama dengan cara yang relevan dan inklusif, sekaligus menangkal radikalisme.

Baca Juga :  Jelang Idul Fitri, Polri Bersama Perum Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Sidoarjo

Diskusi berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari peserta yang berasal dari berbagai latar belakang komunitas masyarakat dan keagamaan. Beberapa peserta bahkan membagikan pengalaman pribadi tentang tantangan dan peluang dalam menjaga moderasi beragama di komunitas mereka masing-masing.

Lokakarya ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan ide-ide baru untuk memperkuat moderasi beragama. Setelah acara utama, peserta yang terpilih akan mendapatkan pendampingan untuk menghasilkan karya tulis dan karya visual sebagai bagian dari tindak lanjut program ini.

Dengan adanya lokakarya ini, Project Budaya Bone sekali lagi membuktikan komitmennya untuk merawat keberagaman melalui pendekatan yang kreatif dan inklusif. Harapannya, kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan untuk mewujudkan masyarakat Bone yang harmonis, saling menghargai, dan berdampingan dalam damai. (*)

Berita Terkait

Unik dan Menghibur! Balap Ojek Gabah Rakyat KWR Cilellang Majang Dibuka Bupati Bone
59 Mahasiswa Ikuti MAPABA Rayon Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Siap Jadi Kader Pergerakan Berjiwa Aswaja
Jelang Pelantikan DPD dan DPW, PAN Bone Boyong Ketua DPC dan Kader Seluruh Kecamatan ke Makassar
Dari Lereng Bulu Cina, Wabup Bone Bawa Kabar Baik Untuk Pecinta Balap Motor
Tak Sekadar Jaga Keamanan, Brimob Sulsel Turun Langsung Bantu Ojol Lewat BBM Gratis
Dari Bone, Doa Keluarga Dr Andi Abbas Mengiringi Amanah Baru Dudung Abdurachman
Pimpin Upacara 1 Oktober, Wabup Bone Tegaskan Pancasila Kekuatan Pemersatu Bangsa
Bupati Bone dan TNI Turun ke Sawah, Kajaolaliddong Disiapkan Jadi Sentra Kedelai

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:15 WITA

Unik dan Menghibur! Balap Ojek Gabah Rakyat KWR Cilellang Majang Dibuka Bupati Bone

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:03 WITA

59 Mahasiswa Ikuti MAPABA Rayon Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Siap Jadi Kader Pergerakan Berjiwa Aswaja

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:50 WITA

Jelang Pelantikan DPD dan DPW, PAN Bone Boyong Ketua DPC dan Kader Seluruh Kecamatan ke Makassar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:25 WITA

Tak Sekadar Jaga Keamanan, Brimob Sulsel Turun Langsung Bantu Ojol Lewat BBM Gratis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:33 WITA

Dari Bone, Doa Keluarga Dr Andi Abbas Mengiringi Amanah Baru Dudung Abdurachman

Berita Terbaru