BONE, TRISAKTINEWS.COM — Suasana rapat internal di gudang Depo Nippon Paint Cabang Bone mendadak berubah menjadi panas dan penuh ketegangan. Insiden yang memicu emosi karyawan ini terjadi pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Pemicu keributan bermula saat Kepala Depo yang diketahui bernama Mustakim, memerintahkan sejumlah karyawan untuk membersihkan halaman gudang dan kantor menggunakan alat semprot rumput. Namun, para pekerja menyampaikan kendala di lapangan, yaitu alat yang diminta tersebut sedang tidak tersedia atau tidak ada.
Alih-alih mencari solusi atau memberikan instruksi alternatif, respon yang dilontarkan sang pimpinan justru membuat darah mendidih para karyawan. Ia melontarkan pernyataan yang dinilai sangat kasar, tidak manusiawi, dan menyakiti hati.
“Kalau tidak ada alat semprot, minum saja racunnya lalu semprotkan ke halaman gudang,” begitu ucapan Mustakim sebagaimana ditirukan oleh salah satu karyawan yang hadir dalam rapat tersebut.
Kalimat pedas itu sontak mengubah suasana diskusi menjadi penuh tensi. Beberapa karyawan merasa sangat tersinggung dan kecewa berat atas ucapan yang dinilai berada di luar batas kewajaran itu. Akibatnya, perselisihan mulut tak terelakkan antara pimpinan dan anak buahnya.
“Tadi kami lagi meeting, terus dia menyuruh kami meminum racun gara-gara tidak ada alat semprot. Kalimat itu langsung memicu emosi teman-teman. Sempat terjadi cekcok mulut, untungnya bisa diredam oleh karyawan lain agar tidak meledak jadi keributan fisik,” ungkap seorang karyawan yang enggan disebutkan identitasnya.
Berdasarkan pengakuan sejumlah pekerja, sikap arogan dan ucapan kasar dari Kepala Depo ini ternyata bukan kejadian sekali jadi. Mereka menilai gaya kepemimpinan Mustakim kerap menggunakan nada tinggi dan kata-kata yang tidak pantas, khususnya saat sedang berlangsung rapat internal. Hal ini pun menjadi keluhan diam-diam yang sudah lama dirasakan para karyawan di sana.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari pihak manajemen Depo Nippon Paint Bone maupun dari Mustakim selaku pimpinan yang bersangkutan. Saat tim redaksi mencoba mengonfirmasi melalui sambungan telepon, nomor yang bersangkutan belum merespon panggilan.
Publik pun kini menanti sikap dan tanggapan resmi dari manajemen pusat Nippon Paint terkait dugaan perilaku pimpinan yang dinilai melanggar etika dan norma bekerja tersebut.
Penulis : Iwan/Ril
Editor : Admin Redaksi








