Komitmen Kuatkan Literasi Pemuda, Rumah Baca RUMI Kembali Gelar Seminar Literasi

- Jurnalis

Minggu, 20 Oktober 2024 - 20:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM – Rumah Baca RUMI kembali membuktikan komitmennya dalam memajukan literasi di kalangan pemuda dengan sukses menggelar dua acara bertajuk Seminar Literasi Pemuda dan Pelatihan Kepenulisan Kreatif pada 19-20 Oktober 2024.

Mengusung tema sentral “Mengembangkan Pemikiran Kritis di Era Digital: Literasi sebagai Kekuatan”, acara ini dilaksanakan di Aula Bunir Coffee, Jl. Jend. Sudirman, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, dengan dukungan penuh dari banpem literasi.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga menegaskan pentingnya peran literasi di era digital yang penuh tantangan.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bone, A.Arman Boby, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pemuda di era digital harus memiliki kemampuan literasi yang kuat, tidak hanya sekadar membaca dan menulis, tetapi juga berpikir kritis dan inovatif dalam menghadapi perubahan zaman.

Boby menekankan bahwa kegiatan seperti ini harus dijadikan contoh bagi komunitas literasi lainnya dalam menguatkan kapasitas literasi masyarakat, terutama generasi muda.

“Pemuda sebagai tonggak peradaban harus mampu menyerap dan menyaring informasi dengan baik agar mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Bahas Budaya dan Lingkungan, Bupati Bone Terima Kunjungan Wakil Ketua Komite II DPD RI

Seminar Literasi Pemuda tersebut menghadirkan Bahtiar Paranrengi dan Mujibur Rahman sebagai narasumber utama yang memaparkan tentang pentingnya literasi kritis dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Mereka menjelaskan bagaimana literasi tidak hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan untuk memproses informasi secara kritis dan analitis, sehingga pemuda mampu menjadi agen perubahan sosial yang efektif.

Sementara Andi Geerhand, selaku Ketua Komunitas Rumah Baca RUMI, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan komunitasnya untuk mendorong literasi di kalangan pemuda.

”Melalui diskusi dan pelatihan ini, kami berharap pemuda dapat mengembangkan pemikiran kritisnya dan menjadikan literasi sebagai kekuatan dalam memajukan kebudayaan,”ucapnya

Geerhand juga menekankan bahwa di era teknologi informasi seperti saat ini, kemampuan untuk memvalidasi pengetahuan dengan referensi bacaan yang memadai adalah salah satu bekal penting bagi generasi muda yang ingin menulis dan menyebarkan gagasannya.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar sebuah acara edukasi, tetapi juga menjadi titik tolak penting bagi penguatan literasi di kalangan pemuda. Dengan adanya kegiatan semacam ini, diharapkan semakin banyak komunitas dan pemuda yang terdorong untuk menjadikan literasi sebagai landasan dalam membangun pemikiran kritis dan kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman,”tutup Gege sapaan akrabnya

Baca Juga :  Komitmen Tingkatkan Layanan, Pemkab Bone Dorong Dokter Lanjut Pendidikan Spesialis

Sementara itu, Pelatihan Kepenulisan Kreatif yang diadakan sebagai rangkaian acara seminar ini bertujuan untuk membekali pemuda dengan kemampuan menulis sebagai medium untuk menyebarkan gagasan dan nilai-nilai kebudayaan. Maria Herlinda Dos Santos, Subarman Salim, dan Feby Triadi sebagai pengajar dalam pelatihan ini memberikan panduan praktis tentang cara menulis yang baik dan bagaimana tulisan bisa digunakan untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Seminar dan pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Kabupaten Bone serta perwakilan dari beberapa komunitas literasi lokal. Peserta sangat antusias mengikuti sesi diskusi dan pelatihan, yang tidak hanya memberikan wawasan baru tetapi juga menjadi ajang untuk saling berbagi pengalaman dan inspirasi dalam mengembangkan kapasitas literasi masing-masing. (*/It)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA