Proyek Cetak Sawah di Bone Diduga Bermasalah, Lahan Terbengkalai dan Anggaran Gelap

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Proyek cetak sawah baru sebagai upaya peningkatan produksi pertanian menuju swasembada pangan, sepertinya tak berjalan mulus. Beberapa titik lokasi cetak sawah baru yang terletak di Desa Pakkasalo, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, dipenuhi tumpukan batang pohon.

Warga sekitar lokasi menyayangkan pekerjaan proyek yang asal-asalan sehingga butuh waktu lama untuk bisa digarap oleh pemiliknya. Sementara itu, Kepala Desa Pakkasalo, Andi Akbar, mengakui di wilayahnya ada sekitar 20 hektar lahan cetak sawah namun hanya sekitar 12 hektar yang berhasil dikerjakan.

“Luas kurang lebih 20 hektar, kalau soal anggaran kita tidak tahu. Kita hanya mendampingi, menunjukkan titiknya waktu datang itu alat berat. Informasi detailnya ada di pertanian,” kata Andi Akbar.

Baca Juga :  Imung Mulyanto Luncurkan Antologi Puisi ‘Tuhan, Plis Deh…’

Dari informasi yang diperoleh, proyek cetak sawah ini awalnya akan dikerja swakelola, namun provinsi tiba-tiba lakukan tender yang kemudian dimenangkan oleh 4 perusahaan, salah satunya PT Amara. Perusahaan ini sendiri disebut oleh Ketua HIPMI Bone, Andi Sinrang.

Nama Andi Sinrang muncul ketika awak media mempertanyakan kepada Kepala Desa Pakkasalo tentang siapa pihak yang mendatangkan alat berat dan mengerjakan proyek cetak sawah di wilayah Desa Pakkasalo.

“Itu yang dipakai alat beratnya HIPMI,” kata Andi Sinrang.

Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Alam, menjelaskan bahwa pihaknya juga tidak mengetahui pasti siapa pemenang tender 4 paket proyek cetak sawah baru di Bone. Bahkan terkait anggaran, Alam juga tidak mengetahui jelas berapa nilai total seluruh proyek.

Baca Juga :  Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Kecamatan, 5 Tersangka Diciduk dan Ribuan Pil Koplo Disita

“Sekitar dua ribuan hektar, kalau itu (anggaran) sesuai kontrak masing-masing. Ada empat paket di Bone kalau tidak salah, penawarannya berbeda, tidak ada angka pasti. Tidak sampai Rp30 juta per hektar. Nilai kontrak berbeda, misalnya sama-sama 100 hektar, beda nilai tergantung penawaran,” beber Alam.

Meskipun menelan biaya yang tidak sedikit, namun proyek cetak sawah ini seolah ditutup rapat. Setiap pihak yang dimintai keterangan memilih bungkam dan saling lempar bola. Mulai dari Dinas Pertanian Bone, Kepala Desa, hingga Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan.

Penulis : Redaksi

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Gimik “Mas Bahlil Ganteng” dan Taktik Kekuasaan Menjinakkan Daya Kritis
Kemunafikan Ekologis: Menjual Narasi Hijau di Hilir, Menandatangani Konsesi Tambang di Hulu
KEPMI Bone Latenriruwa Audiensi DPRD Sulsel, Bahas Kaderisasi Hingga Kejahatan Terorganisir
SDN 263 Awang Tangka Sabet Juara 1 Senam Lantai Putra-Putri O2SN Kabupaten Bone 2026
Sukses Digelar Secara Daring, Pra Konferensi ICTIM 2026 Siapkan Peneliti Hasilkan Karya Bereputasi Dunia
Di Bawah Kepemimpinan BerAmal, Ekonomi Bone Terus Menguat dan Jadi Salah Satu Tertinggi
Wakil Bupati Bone Sambut Kepulangan 393 Jemaah Haji Asal Daerah, Pulang Selamat dan Lengkap
Buku “BupAAS: Jalan Pengabdian” Diluncurkan, Kisah Kepemimpinan dari 44 Sudut Pandang
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:53 WITA

Gimik “Mas Bahlil Ganteng” dan Taktik Kekuasaan Menjinakkan Daya Kritis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:19 WITA

Kemunafikan Ekologis: Menjual Narasi Hijau di Hilir, Menandatangani Konsesi Tambang di Hulu

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:51 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Audiensi DPRD Sulsel, Bahas Kaderisasi Hingga Kejahatan Terorganisir

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:45 WITA

SDN 263 Awang Tangka Sabet Juara 1 Senam Lantai Putra-Putri O2SN Kabupaten Bone 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:01 WITA

Sukses Digelar Secara Daring, Pra Konferensi ICTIM 2026 Siapkan Peneliti Hasilkan Karya Bereputasi Dunia

Berita Terbaru