Dugaan Kekerasan dan Pelanggaran Prosedur di Polresta Sidoarjo Mencuat, Penangkapan Pendi Disorot Publik

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO, TRISAKTINEWS.COM — Dugaan tindak kekerasan fisik serta pelanggaran prosedur hukum dalam proses penyidikan di Polresta Sidoarjo mencuat ke ruang publik.

Kasus ini menyeret seorang warga bernama Pendi, yang saat ini ditahan terkait peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 29 November 2025.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB, saat adik Heri Efendi hampir terserempet kendaraan yang dikemudikan Iwan Maulana.

Teguran Heri terkait dugaan penggunaan telepon genggam saat berkendara justru dibalas dengan kata-kata makian.

Situasi kemudian memanas ketika kendaraan tersebut berhenti dan salah satu penumpangnya turun untuk menantang berkelahi.

Heri Efendi memilih menghindar dan kembali ke sekitar rumah.

Pada saat bersamaan, Heri diketahui baru pulang kerja dan sedang duduk santai di belakang rumah Iwan Maulana. Tak lama kemudian, istri adiknya datang memberi tahu bahwa adik Heri sedang menuju rumah Iwan Maulana.

Mengetahui hal tersebut, Heri Efendi segera menuju ke depan rumah Iwan Maulana.

Di lokasi, Heri melihat langsung adik kandungnya dan Iwan Maulana saling kejar-kejaran, hingga akhirnya adik Heri terjatuh dan diduga dipukuli oleh Iwan Maulana.

Melihat kejadian itu, Heri Efendi berusaha melerai dengan menarik Iwan Maulana, sementara Sogleng, yang berada di lokasi, menarik adik Heri Efendi untuk meredakan situasi. Namun kondisi justru semakin memburuk.

Baca Juga :  Apel Perdana Bersama Brimob, Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Sampaikan Pesan Khusus untuk Pasukan Elite Polri

Anak Iwan Maulana diduga turut melakukan kekerasan dengan memukul Pendi menggunakan benda keras, disebut berupa tong berisi perkakas kerja atau bak sampah besar bekas cat tembok, yang mengenai bagian kepala. Heri Efendi sempat menangkis pukulan tersebut dengan tangannya, namun benturan tetap mengakibatkan luka fisik serta trauma psikologis pada korban.

Penangkapan Tanpa Surat, Disertai Dugaan Kekerasan
Pasca kejadian, Pendi ditangkap di rumahnya oleh aparat kepolisian.

Namun penangkapan tersebut diduga dilakukan tanpa memperlihatkan surat penangkapan, sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Surat penangkapan baru diketahui dibuat setelah Pendi diamankan.

Yang menjadi sorotan serius, penangkapan tersebut diduga dilakukan dengan pendampingan langsung oleh Iwan Maulana, yang merupakan pihak terlibat langsung dalam peristiwa tersebut. Bahkan, dalam proses penangkapan, Pendi disebut mengalami tindakan pemukulan.

Selain itu, hingga penangkapan dilakukan, Pendi tidak pernah menerima panggilan secara patut, baik sebagai saksi maupun sebagai terlapor.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai legalitas serta kepatuhan prosedural dalam penanganan perkara oleh aparat penegak hukum.

Dalam proses penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), muncul dugaan bahwa Iwan Maulana tidak memberikan keterangan secara lengkap dan transparan kepada penyidik, khususnya terkait dugaan keterlibatan anaknya dalam tindakan pemukulan terhadap Pendi.

Baca Juga :  Polresta Sidoarjo Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Fakta tersebut dinilai tidak dituangkan secara utuh dalam BAP, sehingga berpotensi memengaruhi objektivitas dan imparsialitas proses penyidikan.

Tak hanya itu, saksi-saksi yang diajukan oleh pihak Iwan Maulana juga dinilai tidak memiliki kekuatan pembuktian yang memadai, karena tidak menyaksikan langsung peristiwa pemukulan, melainkan hanya memperoleh informasi berdasarkan keterangan pihak lain.

Saat ini, tim kuasa hukum yang mewakili Heri Efendi tengah menempuh upaya hukum berupa pelaporan balik atas dugaan tindak kekerasan dan pengeroyokan yang dialami. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk pencarian keadilan serta untuk membuka fakta secara utuh dan berimbang.

Selama menjalani masa penahanan, Pendi didampingi oleh tim kuasa hukum dari Partai Super Terbuka Indonesia (PSI) DPD Kabupaten Sidoarjo.

Tim pendamping hukum menyatakan telah melakukan pendampingan intensif serta koordinasi hukum guna memastikan seluruh hak-hak tersangka terpenuhi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Press release ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik, sekaligus sebagai dorongan agar aparat penegak hukum menjalankan proses penyidikan secara profesional, objektif, transparan, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan hak asasi manusia.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik luas dan diharapkan mendapat evaluasi serius, guna menjaga serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI
Mahasiswa KKN Unhas Luncurkan “Bulucenrana Smart Village Center”, Dorong Transformasi Desa Berbasis Digital
Pemkab Bone Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Kepala SDN 187 Tompobulu: Terima Kasih Pemerintahan Beramal
Mengurai Manajemen Aksi dan Psikologi Massa: Saat Mahasiswa Diajak Menelaah isu Beasiswa KIP dan Praktik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar.
Polda Sulsel Gelar Uji Kompetensi Kapolsek Urban, Promosi Jabatan Berbasis Kompetensi dan Merit Sistem
Dari Kultur HMI hingga Bersama Menuju Gelar Doktor : Kiprah Jumrah dan Mukhawas Mengabdi di Uniasman
WIB Desak Keterbukaan Dana CSR, DPRD Bone Minta Tim Pengawas dan Perbup Segera Dibentuk
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:25 WITA

HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:15 WITA

Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:26 WITA

Pemkab Bone Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Kepala SDN 187 Tompobulu: Terima Kasih Pemerintahan Beramal

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:29 WITA

Mengurai Manajemen Aksi dan Psikologi Massa: Saat Mahasiswa Diajak Menelaah isu Beasiswa KIP dan Praktik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar.

Senin, 13 Juli 2026 - 22:26 WITA

Polda Sulsel Gelar Uji Kompetensi Kapolsek Urban, Promosi Jabatan Berbasis Kompetensi dan Merit Sistem

Berita Terbaru

Opini

Hitung-hitungan Ekonomi di Balik Kasus Korupsi

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:47 WITA

Opini

Saat Manusia Lebih Sibuk ‘Tampak’ daripada ‘Menjadi’

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:29 WITA

Opini

Ketika Realitas Desa Melampaui Fiksi Eka Kurniawan

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:15 WITA