Atap Bocor, Lantai Berlubang: Puluhan Siswa SD di Pelosok Bone Belajar di Tengah Ancaman Keselamatan

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 21:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Di saat dunia pendidikan terus didorong untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, puluhan anak di pelosok Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, masih harus berjuang menuntut ilmu di ruang kelas dengan kondisi memprihatinkan.

Atap sekolah yang bocor, lantai kayu berlubang, serta dinding yang mulai lapuk menjadi pemandangan sehari-hari bagi siswa SD Inpres 4/82 Pusungnge, Kecamatan Cenrana.

Sekolah yang berada di Dusun Nipa-Nipa, Desa Pusungnge, tersebut telah berdiri sejak 1982. Lebih dari empat dekade berdiri, bangunan sekolah kini mulai dimakan usia dan membutuhkan perhatian serius.

Bangunan sekolah yang terdiri atas dua ruang kelas dan satu ruang guru itu masih menggunakan atap seng. Di sejumlah bagian, atap telah berlubang sehingga air hujan dapat masuk ke ruang kelas ketika hujan turun.

Tidak hanya bagian atap. Dinding dan lantai yang sebagian besar terbuat dari kayu juga mulai lapuk dan berlubang akibat dimakan rayap.

Kondisi tersebut bukan sekadar membuat proses belajar mengajar menjadi tidak nyaman. Keselamatan siswa pun ikut terancam.

Saat hujan turun, kegiatan belajar terkadang harus dihentikan karena air masuk melalui atap yang bocor. Sementara lantai kelas yang berlubang menjadi bahaya tersendiri bagi para siswa saat beraktivitas.

Sejumlah murid bahkan disebut pernah mengalami cedera ketika bermain di dalam kelas.

“Kalau hujan masuk air jadi berhentiki dulu belajar, kita juga sering terperosok ke lantai yang berlubang, kadang ada yang menangis karena kesakitan,” ungkap Husna, murid kelas V.

Baca Juga :  Wakil Bupati Bone Sambut Kepulangan 393 Jemaah Haji Asal Daerah, Pulang Selamat dan Lengkap

 

Persoalan yang dihadapi SD Inpres 4/82 Pusungnge tidak hanya menyangkut kondisi bangunan. Sekolah tersebut juga memiliki kelas jauh yang berada di wilayah dengan kondisi geografis cukup sulit.

Akses dari satu dusun ke dusun lainnya tidak mudah. Bahkan, sebagian siswa harus menyeberangi sungai menggunakan sampan untuk mencapai wilayah tempat mereka belajar.

Di kelas jauh itu, sekitar 40 siswa setiap hari mengikuti proses belajar mengajar dalam kondisi bangunan yang juga memprihatinkan.

Secara keseluruhan, SD Inpres 4/82 Pusungnge memiliki 72 siswa dan sembilan tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah.

Meski fasilitas yang mereka gunakan jauh dari kata ideal, kondisi tersebut ternyata tidak menyurutkan semangat para siswa untuk bersekolah.

Setiap hari mereka tetap datang, duduk di bangku kelas dan mengikuti pelajaran. Di balik dinding kayu yang mulai lapuk, lantai yang berlubang dan atap yang bocor, tersimpan mimpi besar anak-anak tersebut tentang masa depan.

Bagi mereka, sekolah bukan sekadar bangunan. Sekolah merupakan tempat untuk mengejar cita-cita.

Kepala SD Inpres 4/82 Pusungnge, Marsuki, S.Pd., mengatakan pihak sekolah sebelumnya telah mengajukan usulan kepada Pemerintah Kabupaten Bone agar bangunan sekolah, khususnya kelas jauh, dapat dibangun atau diperbaiki.

Namun, usulan tersebut belum sepenuhnya terealisasi. Perbaikan yang dilakukan sebelumnya justru menyasar sekolah induk sebanyak dua ruang kelas.

Baca Juga :  PMII Universitas PGRI Indraprasta Gelar FGD RUU Kejaksaan

“Sebenarnya tahun kemarin itu, sekolah jauh ini yang kami usulkan, tapi yang di realisasikan itu sekolah induk kami sebanyak 2 kelas, sementara sekolah jauh kami ini kondisinya sekarang sudah sangat memprihatinkan apalagi muridnya banyak,” kata Marsuki.

Meski demikian, harapan baru muncul setelah kondisi sekolah tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Marsuki mengaku mendapat kabar baik setelah dipanggil menghadap pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bone untuk membahas rencana pembangunan kelas jauh.

“Alhamdulillah kabar baiknya, tadi saya menghadap ke Dinas dan membahas soal rencana pembanguna sekolah jauh kami, yah semoga saja bisa cepat terealisasi, agar para murid bisa nyman dan aman saat belajar,” harapnya.

Kini, guru dan puluhan siswa SD Inpres 4/82 Pusungnge hanya berharap satu hal: memiliki ruang belajar yang aman dan nyaman.

Mereka tidak menuntut gedung sekolah yang mewah. Mereka hanya ingin belajar tanpa harus khawatir terkena air hujan atau terperosok akibat lantai yang berlubang.

Sebab, sejauh apa pun letak sebuah sekolah dari pusat kota, hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dan tempat belajar yang layak tetaplah sama.

Di bangunan sekolah yang mulai lapuk itu, puluhan anak masih terus mengejar masa depan.

Kini pertanyaannya, sampai kapan mereka harus belajar sambil menunggu sekolah yang benar-benar layak untuk digunakan?

Penulis : Iwan/Ril

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses
KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader
Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar
Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader
Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik
Karhutla Masih Mengancam, SEMMI Bone Desak Presiden Prabowo Evaluasi dan Copot Menteri Kehutanan
Hutan Terus Terbakar, Udara Semakin Tercemar: Sampai Kapan Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Korban?
Darurat Karhutla Nasional, Kabid Hukum dan HAM DPP KEPMI Bone Desak Presiden Prabowo Bertindak Tegas

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:24 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:59 WITA

Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik

Berita Terbaru