Rumah Nyaris Roboh, Janda di Bone Bertahan Demi Anak Tetap Sekolah

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 21:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi keluarga, justru berubah menjadi sumber ketakutan bagi Ani (51), warga Desa Ajallase, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Selama lima tahun menyandang status janda, Ani berjuang seorang diri menghidupi anak-anaknya. Dengan penghasilan dari pekerjaan serabutan, ia berusaha memastikan kebutuhan sehari-hari keluarganya tetap terpenuhi, termasuk biaya pendidikan anak.

Namun, di tengah perjuangan tersebut, Ani kini harus menghadapi persoalan yang jauh lebih berat. Rumah panggung yang telah ditempatinya selama puluhan tahun kini dalam kondisi nyaris roboh.

Sejumlah tiang penyangga rumah telah patah. Bangunan mulai miring dan beberapa bagian terlihat semakin rapuh. Kondisi itu membuat Ani bersama anak-anaknya hidup dalam kecemasan setiap kali berada di dalam rumah.

Saat ditemui di kediamannya, Kamis siang (3/9/2026), Ani mengaku kondisi rumah tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Sayangnya, keterbatasan ekonomi membuatnya tidak mampu melakukan perbaikan.

Sehari-hari, Ani hanya mengandalkan pekerjaan serabutan. Ketika ada warga yang membutuhkan tenaga untuk membantu memanen padi, ia akan bekerja. Sesekali, ia juga bekerja di sebuah gudang yang tidak jauh dari rumahnya.

Penghasilan tersebut sebagian besar hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan membiayai sekolah anak-anaknya.

“Bisa kita lihat sendiri bagaimana kondisi rumahku, Nak. Sebagian tiang di belakang sudah patah. Kalau kami di atas rumah, selalu was-was karena rumah ini sudah mau roboh,” ungkap Ani dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Semangat Porseni SD INP 5/81 Ponre‑ponre Dimulai Dengan Lari Maraton

Saat ini, tiga anak Ani masih tinggal bersamanya. Dua di antaranya masih duduk di bangku SMP.

Salah seorang bersekolah di SMP Cenrana, sementara anak lainnya mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Adapun satu anak lainnya memilih ikut bekerja bersama warga untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Ani sebenarnya pernah mendapat tawaran dari pamannya untuk tinggal di kota. Namun, pilihan tersebut tidak mudah diambil.

Anaknya masih bersekolah di Cenrana. Sementara untuk hidup di kota, Ani menyadari kebutuhan biaya tentu jauh lebih besar.

“Sebenarnya saya pernah disuruh tinggal di kota oleh om saya, Nak. Cuma anak saya masih SMP di sini. Kalau di kota semuanya perlu uang. Kalau di sini saya masih bisa ikut kerja di gudang,” tuturnya.

Akhirnya, Ani memilih tetap bertahan di rumah yang nyaris roboh tersebut.

Bukan karena ia menganggap rumah itu aman. Bukan pula karena tidak ada rasa takut.

Ia bertahan karena di sanalah satu-satunya tempat ia masih bisa mencari nafkah sambil memastikan anak-anaknya tetap bersekolah.

Kondisi rumah yang semakin rapuh bahkan membuat Ani harus menahan perasaan ketika salah seorang anaknya yang telah berkeluarga datang bersama cucunya beberapa hari lalu.

Alih-alih meminta anaknya tinggal lebih lama, Ani justru meminta mereka segera pulang.

Bukan karena dirinya tidak ingin ditemani.

Ia hanya takut rumah tersebut tidak lagi mampu menahan beban orang yang berada di dalamnya.

Baca Juga :  Bawaslu Bone Awasi Melekat KPU Bone Jelang Akhir Perbaikan Administrasi Paslon

Tiang-tiang penyangga yang mulai patah membuat kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Ani sadar, sewaktu-waktu bangunan tersebut bisa saja roboh dan membahayakan dirinya maupun keluarganya.

Rumah yang dahulu menjadi tempat membesarkan anak-anak, kini justru menghadirkan ketakutan setiap hari.

Di tengah kondisi tersebut, Ani hanya memiliki satu harapan: rumahnya bisa segera diperbaiki sehingga dirinya dan anak-anak dapat tinggal dengan aman.

Ia berharap mendapatkan bantuan bedah rumah dari pemerintah maupun pihak terkait.

Ani mengaku semakin prihatin karena sejumlah warga di sekitar tempat tinggalnya yang menurutnya memiliki kondisi rumah lebih baik justru telah memperoleh bantuan bedah rumah.

Sementara rumah yang ditempatinya kini mengalami kerusakan cukup parah dan belum mendapatkan bantuan.

Ia pun berharap kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Desa Ajallase, Pemerintah Kabupaten Bone, maupun pihak terkait lainnya.

Ani tidak meminta rumah mewah.

Ia hanya ingin tempat tinggal yang layak, kokoh dan aman untuk dirinya serta anak-anaknya.

Sebab, bagi seorang ibu yang berjuang sendirian, memastikan anak-anak tetap sekolah sudah menjadi perjuangan besar. Jangan sampai perjuangan itu harus dibayar dengan mempertaruhkan keselamatan mereka di dalam rumah yang sewaktu-waktu bisa roboh.

Kini, di rumah panggung yang mulai kehilangan kekuatannya itu, Ani masih terus bertahan.

Ia bekerja ketika ada kesempatan, menyiapkan kebutuhan anak-anak, dan menyimpan satu harapan sederhana: semoga sebelum rumah itu benar-benar roboh, ada tangan yang datang menyelamatkan keluarganya.

Penulis : Iwan/Ril

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone
Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses
KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader
Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar
Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader
Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik
Karhutla Masih Mengancam, SEMMI Bone Desak Presiden Prabowo Evaluasi dan Copot Menteri Kehutanan
Hutan Terus Terbakar, Udara Semakin Tercemar: Sampai Kapan Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Korban?

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:15 WITA

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:24 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader

Berita Terbaru