Anggota DPRD Bone Andi Yusuf Nuryawan Soroti Pengadaan IPLT: Dinilai Tidak Urgen dan Berpotensi Mandek

- Jurnalis

Minggu, 29 Juni 2025 - 12:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone dari Partai Gerindra, Andi Yusuf Nuryawan, mengkritik keras rencana pengadaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang dinilai tidak memiliki urgensi tinggi dan rawan menjadi proyek mandek.

Dalam keterangannya kepada Trisaktinews.com, Andi Yusuf mempertanyakan kejelasan input dan output dari program tersebut, khususnya terkait pemahaman teknologi pengelolaannya yang dinilai belum matang.

“Perlu kita pertanyakan input dan output-nya dalam pengadaan IPLT ini. Dari berita yang beredar, ini hanya pengadaan kolam penampungan tinja, sedangkan teknologi pengelolaannya sendiri belum dipahami,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tiga BUMD di Sulsel Jalin Kerja Sama Strategis, Dorong Pengembangan Komoditas Pertanian, Perikanan, dan Pertambangan

Ia menekankan pentingnya memahami teknologi pengelolaan limbah terlebih dahulu sebelum melakukan pengadaan sarana penunjang. Jika tidak, proyek tersebut dikhawatirkan hanya akan menjadi beban anggaran yang tidak memberi manfaat signifikan bagi masyarakat.

“Harusnya pahami dulu teknologinya, baru pengadaan aspek penunjang. Jangan-jangan ujung-ujungnya jadi proyek mandek dan tidak bermanfaat,” tambah legislator muda ini.

Baca Juga :  Bukan Anak Konglomerat, Bukan Jalan Pintas: Kisah David Lim Yang Jarang Diceritakan

Lebih lanjut, Andi Yusuf menyarankan agar pemerintah daerah lebih fokus pada kebutuhan mendesak yang langsung dirasakan masyarakat, seperti pengadaan armada pengangkut sampah.

“Sebaiknya pemerintah lirik urgensi yang ada di depan mata, yaitu pengadaan armada pengangkut sampah. Kasihan itu para tenaga kerja kebersihan yang dari bangun sampai tidur kembali memikirkan kebersihan daerah, tapi tidak didukung armada yang memadai,” jelas sekretaris Komisi III DPRD Bone. (*/iwantr)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 200 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA