SINJAI, TRISAKTINEWS.COM — Semangat mengembangkan usaha desa sekaligus memperluas pemasaran produk lokal diwujudkan Kepala Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, H. Rusli, melalui pengembangan usaha kuliner di Kabupaten Sinjai.
Melalui Warung Az Zahra 2, masyarakat Sinjai dan sekitarnya kini dapat menikmati menu khas Sulawesi Selatan berupa coto dan konro dengan bahan baku daging sapi lokal.
Warung tersebut hadir sebagai bagian dari kolaborasi yang mengedepankan potensi desa, khususnya dalam penyediaan bahan baku berkualitas dari RPH Desa Bulu Tanah sebagai penyedia daging sapi lokal.
Lokasinya berada di kawasan depan SPBU Litha, samping Serba 35.000 Sinjai, Jalan Andi Pettarani, sehingga cukup mudah dijangkau masyarakat yang ingin menikmati kuliner khas dengan cita rasa yang familiar.
Kehadiran Warung Az Zahra 2 tidak hanya menawarkan sajian kuliner, tetapi juga membawa semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan rantai usaha berbasis potensi lokal.
Menu andalan berupa coto dan konro menjadi daya tarik utama. Daging sapi yang digunakan berasal dari penyedia lokal sehingga diharapkan mampu memberikan kualitas bahan baku sekaligus membuka peluang pasar bagi usaha yang berkembang di tingkat desa.
Dorong Produk Lokal Naik Kelas
H. Rusli selaku owner sekaligus Kepala Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, mengatakan pengembangan usaha tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong potensi lokal agar memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.
“Kami ingin usaha yang dibangun dari desa tidak hanya berhenti di desa. Produk dan potensi lokal harus bisa memiliki pasar yang lebih luas. Salah satunya melalui kuliner, karena kita memiliki bahan baku sapi lokal yang kualitasnya harus terus kita dorong agar semakin dikenal masyarakat,” ujar H. Rusli.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa, pelaku usaha dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mengembangkan ekonomi lokal.
Ia berharap Warung Az Zahra 2 dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan cita rasa kuliner khas Sulawesi Selatan sekaligus ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Konsepnya adalah kolaborasi. Kita ingin membangun usaha yang memberikan manfaat, mulai dari peternak, penyedia daging, pelaku UMKM hingga masyarakat yang menikmati produk. Kalau semua bergerak bersama, tentu dampaknya akan lebih besar,” tuturnya.
Coto dan Konro, Menu Khas dengan Sapi Lokal
Warung Az Zahra 2 menghadirkan dua menu utama yang sudah sangat dikenal masyarakat Sulawesi Selatan, yakni coto dan konro.
Coto disajikan dengan kuah gurih khas dan potongan daging sapi, sementara konro menjadi pilihan bagi pecinta olahan iga dengan cita rasa yang lebih kuat.
Penggunaan daging sapi lokal dari RPH Desa Bulu Tanah menjadi salah satu keunggulan yang ditonjolkan dalam konsep usaha tersebut.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan sajian kuliner yang nikmat, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang saling mendukung antara desa dan pelaku UMKM.
H. Rusli menambahkan, pihaknya ingin menjadikan usaha tersebut sebagai contoh bahwa potensi desa dapat dikembangkan melalui kreativitas dan kolaborasi.
“Kami ingin membuktikan bahwa desa juga bisa melahirkan usaha yang berkembang dan mampu menembus pasar di luar wilayah desa. Semoga Warung Az Zahra 2 bisa diterima masyarakat Sinjai dan menjadi bagian dari geliat UMKM serta ekonomi lokal,” katanya.
Pembukaan Warung Az Zahra 2 juga menjadi momentum silaturahmi dan kolaborasi sejumlah pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan usaha masyarakat.
Dengan mengusung semangat “kolaborasi, silaturahmi dan semangat UMKM untuk terus berkembang”, Warung Az Zahra 2 diharapkan mampu menjadi salah satu pilihan kuliner baru bagi masyarakat Sinjai sekaligus membawa nama dan potensi Desa Bulu Tanah semakin dikenal.
Penulis : Iwan
Editor : Admin Redaksi








