SERANG, TRISAKTINEWS.COM — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terus melesat menuju standar akademik kelas dunia. Langkah strategis ini dibuktikan lewat penyelenggaraan kegiatan “Pengembangan Sistem Pengelolaan Jurnal Satu Pintu Tahun 2026” yang digelar bekerja sama dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, di Ruang Multimedia Convention Hall Kampus Untirta Sindangsari, Kamis (21/5).
Acara penting ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi universitas, mulai dari Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Rusmana, Ir., MP., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, ST., MT., IPU., Kepala LPPM Untirta Prof. Dr. Meutia, S.E., M.P., hingga Dekan FKIP Dr. H. Fadlullah, M.Si. Forum ini juga diikuti oleh para pengelola jurnal, dosen, dan staf yang berkomitmen memajukan ekosistem riset di lingkungan Untirta.
Mengangkat isu tata kelola jurnal modern, kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Dalam pemaparannya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Untirta. Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar berbagi pengetahuan teknis, melainkan jembatan strategis untuk memperkuat jejaring riset nasional.
“Transformasi tata kelola jurnal melalui sistem satu pintu adalah langkah yang sangat tepat dan responsif terhadap tantangan akademik global. Inilah bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di Indonesia,” ujar Ismail Suardi Wekke.
Dari Masalah Teknis Menuju Keberhasilan Gemilang
Ketua Panitia sekaligus Moderator, R. Ahmad Zaky El Islami, Ph.D., yang juga Kepala Pusat Pengelola Hibah dan Publikasi Ilmiah LPPM Untirta, mengungkapkan perjalanan panjang pembenahan yang telah dilakukan. Dulu, pengelolaan jurnal di Untirta sempat dihadapkan pada masalah serius: serangan siber pada sistem, hilangnya berkas artikel, hingga keberadaan situs ganda yang tidak terorganisir.
Namun, berkat kerja keras dan komitmen bersama, Untirta berhasil melakukan perombakan total. Hasilnya sungguh mengagumkan: jumlah jurnal terakreditasi melonjak drastis dari hanya 33 judul pada 2023 menjadi 59 jurnal di tahun berikutnya. Keberhasilan ini diperkuat oleh penyatuan situs web, penataan nomor dokumen (DOI), dan penguatan standar akreditasi.
Prof. Dr. Meutia menambahkan, kemajuan ini tidak hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas. Untirta kini telah memiliki dua jurnal bereputasi internasional. Ia juga mendorong inovasi baru dengan memanfaatkan skema book chapter terindeks Scopus, yang memudahkan mahasiswa dan dosen mengubah karya tulis ilmiah mereka menjadi publikasi bernilai tinggi.
Tertib Kelola, Kuat Reputasi
Pembenahan tidak hanya terjadi pada sisi teknis, tetapi juga manajemen keuangan. Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, menegaskan bahwa reputasi kampus bergantung pada transparansi. Oleh karena itu, seluruh aliran dana dari pengelolaan jurnal kini wajib masuk ke sistem satu pintu lewat virtual account khusus, sehingga tercatat rapi sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Mekanisme ini juga memastikan hak pengelola terbayar sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Rusmana, menekankan pentingnya standarisasi bagi 77 jurnal yang kini bernaung di bawah Untirta. Untuk menjamin keberlanjutan kualitas, Untirta berencana membentuk pusat koordinasi jurnal yang lengkap dengan tim pendukung profesional—mulai dari penyunting naskah hingga tenaga ahli teknologi informasi.
“Kami ingin semua jurnal memiliki standar yang sama, mulai dari format, aturan anti-plagiarisme, hingga ketepatan waktu terbit. Pemantauan akan dilakukan lewat sistem terpadu, demi satu tujuan besar: mendorong lebih banyak jurnal Untirta menembus indeksasi bergengsi dunia seperti Scopus dan Web of Science,” tegas Dr. Rusmana.
Melalui langkah-langkah konkret ini, Untirta tidak hanya membenahi sistem internal, tetapi juga membuktikan diri sebagai perguruan tinggi yang serius menjawab tantangan dunia akademik modern, sekaligus menjadi rujukan bagi institusi lain di Indonesia. (*)
Penulis : Iwan/Ril
Editor : Admin Redaksi








