HMI Bojonegoro Desak Keterbukaan PT ADS, Lapor KI dan Ombudsman

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, TRISAKTINEWS.COM — Polemik keterbukaan informasi publik kembali mencuat di Bojonegoro. Kali ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bojonegoro menyatakan siap membawa sengketa informasi terkait PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) ke ranah hukum.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Setelah berbagai upaya administratif dilakukan sejak Januari 2026, mahasiswa menilai jawaban yang diberikan pihak terkait belum menyentuh substansi informasi yang dimohonkan.

Ketua Umum HMI Cabang Bojonegoro, Rony Sugiarto, menegaskan bahwa organisasinya akan mengajukan sengketa ke Komisi Informasi (KI) serta melaporkan dugaan maladministrasi ke Ombudsman Republik Indonesia.

Persoalan ini bermula dari surat permohonan informasi publik yang dilayangkan HMI pada 12 Januari 2026.

Sejumlah pertemuan pun telah digelar bersama PPID Kabupaten Bojonegoro, Dinas Kominfo, hingga manajemen PT ADS.

Namun, menurut Rony, respon yang diterima masih bersifat normatif dan belum menjawab secara rinci dokumen yang diminta.

Baca Juga :  Badko HMI Sulsel Minta Pemprov Evaluasi Ulang Kerjasama Pengelolaan Tambang Perseroda Sulsel

Salah satu poin krusial yang dipersoalkan adalah alasan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang disebut-sebut menjadi dasar penundaan atau penolakan informasi.

Rony menegaskan, dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), tidak ada klausul yang menyatakan bahwa informasi otomatis menjadi tertutup hanya karena sedang diperiksa BPK.

“Pemeriksaan BPK tidak serta-merta mengubah status informasi publik menjadi informasi yang dikecualikan. Itu harus jelas dasar hukumnya,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar forum dialog atau pertemuan lisan, melainkan kewajiban badan publik untuk menyediakan dokumen tertulis sesuai aturan perundang-undangan.

HMI memastikan langkah hukum yang diambil bukanlah bentuk konfrontasi personal terhadap manajemen PT ADS.

Menurut mereka, ini merupakan bagian dari kontrol sosial dan tanggung jawab mahasiswa dalam menjaga tata kelola BUMD tetap transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  Perjalanan 'Nunung', Dari Politisi Hingga 'Van Gogh Indonesia'

“Kami tidak sedang mencari panggung. Ini hak konstitusional warga negara. Jika informasi ditahan tanpa dasar hukum yang sah, maka itu sudah masuk ranah kepatuhan hukum,” tegas Rony.

Gerakan mahasiswa ini juga mendapat dukungan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bojonegoro.

Dalam pertemuan pada 25 Februari 2026, GMNI menyatakan siap mendukung langkah konstitusional HMI.

Bagi HMI, dukungan lintas organisasi tersebut menjadi bukti bahwa isu transparansi PT ADS bukan kepentingan satu kelompok, melainkan kepentingan publik.

“Ini bukan agenda organisasi tertentu. Ini tanggung jawab kolektif mahasiswa untuk menjaga demokrasi dan good governance di Bojonegoro,” pungkasnya.

HMI menegaskan, upaya membawa perkara ini ke Komisi Informasi dan Ombudsman merupakan jalur resmi yang dijamin undang-undang.

Tujuannya memastikan BUMD dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI
Mahasiswa KKN Unhas Luncurkan “Bulucenrana Smart Village Center”, Dorong Transformasi Desa Berbasis Digital
Pemkab Bone Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Kepala SDN 187 Tompobulu: Terima Kasih Pemerintahan Beramal
Mengurai Manajemen Aksi dan Psikologi Massa: Saat Mahasiswa Diajak Menelaah isu Beasiswa KIP dan Praktik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar.
Polda Sulsel Gelar Uji Kompetensi Kapolsek Urban, Promosi Jabatan Berbasis Kompetensi dan Merit Sistem
Dari Kultur HMI hingga Bersama Menuju Gelar Doktor : Kiprah Jumrah dan Mukhawas Mengabdi di Uniasman
WIB Desak Keterbukaan Dana CSR, DPRD Bone Minta Tim Pengawas dan Perbup Segera Dibentuk
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:25 WITA

HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:15 WITA

Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:26 WITA

Pemkab Bone Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Kepala SDN 187 Tompobulu: Terima Kasih Pemerintahan Beramal

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:29 WITA

Mengurai Manajemen Aksi dan Psikologi Massa: Saat Mahasiswa Diajak Menelaah isu Beasiswa KIP dan Praktik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar.

Senin, 13 Juli 2026 - 22:26 WITA

Polda Sulsel Gelar Uji Kompetensi Kapolsek Urban, Promosi Jabatan Berbasis Kompetensi dan Merit Sistem

Berita Terbaru

Opini

Hitung-hitungan Ekonomi di Balik Kasus Korupsi

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:47 WITA

Opini

Saat Manusia Lebih Sibuk ‘Tampak’ daripada ‘Menjadi’

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:29 WITA

Opini

Ketika Realitas Desa Melampaui Fiksi Eka Kurniawan

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:15 WITA