Pemkab Bojonegoro Pastikan Perbaikan Pelindung Tebing Bengawan Solo Tetap Sesuai Prosedur

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 00:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, TRISAKTINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) bersama kontraktor pelaksana menegaskan bahwa penanganan kerusakan pada proyek pelindung tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, tetap berjalan sesuai prosedur teknis dan ketentuan kontrak yang berlaku.

Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Helmi Elisabeth, menjelaskan bahwa kerusakan terbaru terjadi pada segmen yang berbeda dari lokasi yang sebelumnya telah dilakukan perbaikan. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika alam Sungai Bengawan Solo, khususnya pergerakan tanah dan tekanan aliran sungai.

“Karakter tanah di sepanjang Bengawan Solo sangat dinamis. Tidak semua kerusakan dapat langsung dikaitkan dengan mutu pekerjaan. Struktur utama tetap dirancang sesuai spesifikasi teknis,” ujar Helmi.

Ia menegaskan, proyek pelindung tebing dengan nilai kontrak sekitar Rp40 miliar tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan. Oleh karena itu, seluruh proses perbaikan menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana tanpa membebani anggaran daerah.

Sementara itu, pihak kontraktor menyatakan komitmennya untuk melanjutkan perbaikan lanjutan pada tahun 2026, terutama pada segmen bangunan yang mengalami kemiringan tiang pancang dan gejala pergeseran tanah (sliding), khususnya di area yang berdekatan dengan permukiman warga.

Baca Juga :  Ketum AMI Apresiasi KPK, Desak Kasus KONI Jatim Dibongkar Tuntas

Saat ini, kontraktor telah melakukan penanganan awal berupa pembongkaran terbatas serta pengangkatan bronjong untuk mengurangi beban struktur dan mencegah kerusakan meluas ke segmen bangunan lainnya.

“Segmen yang mengalami kemiringan akan dibongkar terlebih dahulu, kemudian dilakukan pemancangan ulang. Secara teknis, metode perbaikannya sama seperti penanganan pada segmen lain yang telah kami kerjakan pada tahun 2025,” jelas perwakilan kontraktor.

Namun demikian, khusus pada area yang berdekatan dengan permukiman, pembongkaran penuh tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Kontraktor menilai pembukaan struktur pelindung tebing saat muka air sungai masih tinggi justru berpotensi meningkatkan risiko longsor ke arah permukiman saat terjadi banjir.

“Oleh karena itu, pembongkaran penuh akan lebih aman dilakukan setelah periode banjir berlalu. Kami berharap kondisi sungai tahun ini mendukung percepatan perbaikan lanjutan pada 2026,” ujarnya.

Baca Juga :  Advokat Rikha Permatasari Kritik Polres Mojokerto, Soroti Dugaan Kriminalisasi Wartawan Amir

Saat ini, kontraktor juga tengah menyusun rencana teknis perbaikan lanjutan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Berbeda dengan segmen di area persawahan, segmen di sekitar permukiman memiliki ruang kerja terbatas serta tingkat risiko yang lebih tinggi, sehingga memerlukan pendekatan teknis yang lebih hati-hati.

Terkait mobilisasi alat berat, kontraktor menyampaikan bahwa pengiriman tiang pancang dan crane akan dilakukan setelah pengecoran jalan desa pada jalur mobilisasi selesai, guna menjamin keselamatan warga serta kelancaran pekerjaan.

Sebagai langkah antisipasi, satu unit excavator saat ini masih disiagakan di lokasi sambil menunggu turunnya elevasi muka air sungai untuk pembuatan dudukan alat berat. Penanganan pascakejadian juga terus dilakukan, termasuk pengangkatan bronjong untuk mengurangi beban pada area yang mengalami pergeseran tanah.

Pemerintah daerah bersama kontraktor berharap seluruh proses perbaikan dapat berjalan lancar dengan dukungan semua pihak, sehingga fungsi bangunan pelindung tebing Sungai Bengawan Solo kembali optimal dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat di sekitarnya.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone
Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses
KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader
Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar
Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader
Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik
Karhutla Masih Mengancam, SEMMI Bone Desak Presiden Prabowo Evaluasi dan Copot Menteri Kehutanan
Hutan Terus Terbakar, Udara Semakin Tercemar: Sampai Kapan Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Korban?

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:15 WITA

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:24 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader

Berita Terbaru