Gerakkan Santri Melek Digital, Zarnuzi dan Gus Iqdam Bahas Masa Depan Dakwah di Media Sosial

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 23:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLITAR, TRISAKTINEWS.COM — Perkembangan teknologi mengubah wajah dakwah di Indonesia. Jika dahulu dakwah hanya identik dengan mimbar masjid dan ruang kelas, kini gawai di tangan masyarakat menjadi media paling efektif untuk menyampaikan pesan kebaikan. Hal itu ditegaskan dalam diskusi hangat antara Zarnuzi Fustatul, santri pegiat dakwah digital asal Sidoarjo, dan Gus Iqdam Sabilu Taubah (ST Nyell) di kediamannya pada Jumat, 05 Desember 2025.

Zarnuzi, yang dikenal sebagai pendiri komunitas SantriMenduniaID yang kini berevolusi menjadi SANTRI HUB dengan ikon Peci Kembar, mengungkapkan bahwa dakwah digital merupakan gerakan yang harus diperkuat oleh generasi santri.

Baca Juga :  Milad ke-108 Aisyiyah, Teguhkan Komitmen Dakwah Kemanusiaan dan Ketahanan Pangan Desa

“Mengajarkan kebaikan (dakwah) tidak harus selalu di kelas atau atas mimbar. Sekarang semua orang pegang HP. Setiap hari membuka TikTok, Instagram, Facebook, WhatsApp, YouTube. Di situlah medan dakwah terbesar hari ini,” ujar Zarnuzi dalam kesempatan tersebut.

Gus Iqdam turut memberikan dukungan penuh terhadap gerakan dakwah digital. Menurutnya, santri harus hadir sebagai pemberi solusi di tengah derasnya arus konten negatif yang beredar di dunia maya.

“Kita sepakat dakwah di era sekarang harus adaptif. Kalau masyarakat berada di media sosial, maka di sanalah kebaikan harus disebarkan,” tutur Gus Iqdam.

Pada pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi tentang strategi kaderisasi santri digital, pentingnya literasi media, hingga cara memaksimalkan platform untuk menyampaikan pesan dakwah yang santun, sejuk, dan menginspirasi.

Baca Juga :  Pesan Mendalam untuk Para Santri dalam Sharing Inspiratif Ustadz Nafi Unnas dan Gus Iqdam

Zarnuzi yang merupakan santri alumni Gontor menyampaikan tekadnya untuk menjadikan SANTRI HUB sebagai ruang kolaborasi dan pemberdayaan konten kreatif bernilai islami dari santri untuk Indonesia dan dunia.

“Santri harus mendunia tanpa meninggalkan adab dan akhlak. Dunia digital adalah amanah yang harus kita isi dengan kebaikan,” tambahnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal gerakan dakwah kreatif yang lebih luas, menjawab tantangan zaman sekaligus menghadirkan wajah Islam yang penuh kedamaian di media sosial.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

ANALISIS YURIDIS DUGAAN PELANGGARAN ATAS TINDAKAN FISIK TERHADAP STAF DI LINGKUNGAN DPRD KABUPATEN BONE SERTA IMPLIKASI ETIKA DAN KEHORMATAN JABATAN
Bupati Bone Akan Benahi Akses Pegunungan Ponre, Jalan Salebba–Bolli Jadi Perhatian
Kunjungi Makosatbrimob Polda Sulsel, Brigjen Heru Novianto Dorong Personel Responsif dan Humanis
PBAK Bukan Panggung Organisasi Eksternal: Ketika Ruang Fakultas Diperebutkan Secara Sektoral
Rumah Nyaris Roboh, Janda di Bone Bertahan Demi Anak Tetap Sekolah
Atap Bocor, Lantai Berlubang: Puluhan Siswa SD di Pelosok Bone Belajar di Tengah Ancaman Keselamatan
UNIM Bone Makin Mendunia, Peminat Tembus 9 Provinsi hingga Afrika
Pesan Bupati Bone Di Malam Ramah Tamah Purna Paskibraka dan Jamnas 2026 Bikin Merinding

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:27 WITA

ANALISIS YURIDIS DUGAAN PELANGGARAN ATAS TINDAKAN FISIK TERHADAP STAF DI LINGKUNGAN DPRD KABUPATEN BONE SERTA IMPLIKASI ETIKA DAN KEHORMATAN JABATAN

Jumat, 4 September 2026 - 20:23 WITA

Bupati Bone Akan Benahi Akses Pegunungan Ponre, Jalan Salebba–Bolli Jadi Perhatian

Jumat, 4 September 2026 - 20:16 WITA

Kunjungi Makosatbrimob Polda Sulsel, Brigjen Heru Novianto Dorong Personel Responsif dan Humanis

Jumat, 4 September 2026 - 00:16 WITA

PBAK Bukan Panggung Organisasi Eksternal: Ketika Ruang Fakultas Diperebutkan Secara Sektoral

Kamis, 3 September 2026 - 21:46 WITA

Rumah Nyaris Roboh, Janda di Bone Bertahan Demi Anak Tetap Sekolah

Berita Terbaru