Wabup Mimik Idayana Dampingi Wamenag RI dalam Kick Off Program CKG di Sidoarjo

- Jurnalis

Senin, 4 Agustus 2025 - 21:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO, TRISAKTINEWS.COM — Kick Off program Cek Kesehatan Gratis/CKG bagi siswa sekolah serentak dilakukan seluruh wilayah Indonesia hari ini, Senin, (4/8).

Pemkab Sidoarjo melaksanakan program Presiden Prabowo itu di Pondok Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi Kecamatan Krian. Terdapat 400 santri putra putri MA Bilingual Al-Amanah yang ikut dalam pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. Pemeriksaan kesehatan mulai dari pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, gula darah sampai pemeriksaan gigi, mata dan telinga.

Empat Puskesmas dengan 41 orang tenaga kesehatan diterjunkan Dinas Kesehatan Sidoarjo dalam kegiatan itu. Dalam pelaksanaanya juga melibatkan dua klinik Iropin, PDGI serta Kader Santri Husada. Wakil Menteri Agama/Wamenag RI Romo H.R. Muhammad Syafi’i hadir pada Kick Off CKG yang digelar Kabupaten Sidoarjo pagi tadi. Kedatangan Wamenag RI bersama staf ahli menteri bidang ekonomi kesehatan Kemenkes RI tersebut disambut Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana bersama pengasuh Ponpes Al-Amanah KH. Nur Kholis Misbah.

Baca Juga :  Pimpin Upacara HUT ke-54 Korpri, Wabup Akmal Ajak ASN Wujudkan Bone Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan

Wabup Hj. Mimik Idayana mengatakan program CKG menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo. Program tersebut dirancang untuk memastikan negara menjamin akses layanan kesehatan yang adil dan merata. Di Kabupaten Sidoarjo sendiri ungkap Wabup Hj. Mimik Idayana, CKD menyasar seluruh siswa sekolah mulai SD, SMP sampai SMA.

“Total sasaran ada 341.165 anak sekolah di Kabupaten Sidoarjo,”ungkapnya.

Wabup Hj. Mimik Idayana menegaskan Pemkab Sidoarjo mendukung penuh program CKG tersebut. Secara bertahap sasaran program CKG akan dijangkau. Ia pun optimis sasaran program CKG dapat tercapai. Atau paling tidak ditahun 2025 ini ada 20 persen atau sekitar 62.833 anak sekolah yang telah diperiksa kesehatannya lewat program CKG.

“Kabupaten Sidoarjo optimis dapat melampaui target nasional tersebut dan berkomitmen kuat menjangkau 100 persen dari total sasaran secara bertahap,”ucapnya.

Baca Juga :  Hari Maulid Nabi, Kapolda Sulsel Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pondok Tahfidz Darussalam

Wamenag RI Romo H.R. Muhammad Syafi’I mengatakan program CKG adalah program hasil terbaik cepat atau quick wins dari pemerintahan saat ini. Program tersebut bertujuan untuk mengetahui penyakit sejak dini. Rujukan ke Puskesmas atau rumah sakit akan diberikan jika ada siswa yang mengidap penyakit saat diperiksa.

“Tadi saya bertanya disetiap pemeriksaan, alhamdulillah santri disini rata-rata yang diperiksa semua masih berada dibawah ambang batas yang ditentukan,”ucapnya.

Ia juga melihat pelaksanaan program CKG di Kabupaten Sidoarjo cukup bagus. Semua stakeholder terlibat. Ia juga optimis pelaksanaan program CKG diseluruh wilayah dapat berjalan lancar.

“Pelaksanaan program CKG di Kabupaten Sidoarjo bagus, semua stakeholder turun dan memberikan kontribusi sehingga mulai acara sampai kegiatan pemeriksaannya berjalan dengan baik,”ucapnya. (Redho)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA