Buka Puasa Bersama di Kampung Halaman, Mentan Andi Amran Sulaiman Sampaikan Ini

- Jurnalis

Minggu, 30 Maret 2025 - 01:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, melaksanakan buka puasa bersama di kampung halamannya, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (29/3/2025).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Hj. Fatmawati Rusdi. Turut hadir pula para kepala daerah dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan, di antaranya Bupati Wajo, Bupati Takalar, Bupati Pangkep, Bupati Soppeng, Bupati Bone, serta Wakil Bupati Bulukumba dan Wakil Bupati Gowa.

Tak hanya itu, anggota DPR RI Komisi III Andi Amar Ma’ruf, beberapa anggota DPRD Bone, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bone juga ikut menghadiri acara tersebut.

Baca Juga :  Bupati Bone Murka, Temukan Pungli Saat Sidak di TPR Perhubungan Kajuara

Pesan Reflektif Menteri Pertanian

Dalam sambutannya, Andi Amran Sulaiman menyampaikan pesan inspiratif kepada masyarakat.

“Kita boleh berangkat dari orang susah, tapi jangan berakhir susah. Saya ada di Jakarta kembali sebagai Menteri karena doa kita  semuanya yang hadir disini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepada kedua adik kandungnya yakni Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman tentang pentingnya integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Ingat pesan orang tua kita, jangan ambil hak orang lain. Buat masyarakat Sulsel tersenyum, buat masyarakat Bone tersenyum,”sebutnya sambil menatap kedua adiknya yang kini menjabat sebagai Gubernur Sulsel dan Bupati Bone.

Baca Juga :  Pastikan Kualitas Infrastruktur, Bupati Bone Pantau Proyek Jalan dan Irigasi

Sebagai bentuk pengabdian, ia menyampaikan permohonan maaf jika masih ada kekurangan dalam tugasnya sebagai pemimpin.

“Saya hanya manusia biasa yang mewakafkan diri untuk Indonesia,” tuturnya.

Menteri Pertanian juga menekankan bahwa seorang pemimpin harus siap menghadapi tekanan agar mampu menciptakan solusi yang baik bagi rakyatnya.

Acara buka puasa ini mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat. Ribuan orang hadir untuk mengikuti kegiatan yang penuh makna tersebut.

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA