PMII Universitas PGRI Indraprasta Gelar FGD RUU Kejaksaan

- Jurnalis

Rabu, 12 Februari 2025 - 19:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, TRISAKTINEWS.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas PGRI Indraprasta gelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “RUU Kejaksaan : Potensi Abuse of Power dalam Penerapan Asas Dominus Litis” di sekretariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas PGRI Indraprasta.

Dalam FGD ini Pemateri sekaligus Sekretaris Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas PGRI Indraprasta Rizky Mahatelu mengatakan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Kejaksaan yang saat ini sedang dalam pembahasan telah memicu kekhawatiran terkait potensi penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power.

Baca Juga :  Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Semeru 2025, Polres Gresik Tegaskan Komitmen Keselamatan Jalan Raya

“Dalam alam demokrasi trias politica menjadi kunci dalam berjalannya demokrasi yang baik, esensi dari demokrasi adalah pembatasan kekuasaan, karena kekuasaan memiliki kecenderungan korup, kekuasaan mutlak sudah pasti berperilaku korup,” Tutur Rizky.

“Asas Dominus Litis yang akan diterapkan dalam RUU Kejaksaan bisa menimbulkan Ketiadaan Mekanisme Kontrol yang dalam penegakan hukum, dimana terbuka lebarnya peluang penyelewengan kekuasaan penegakan hukum serta berpotensi Konflik Kepentingan dalam proses penegakan hukum,”Tambahnya.

Baca Juga :  Dorong Literasi Keuangan Syariah, OJK Luncurkan EPIKS di Pesantren Minhaajurrosyidiin

Terakhir Rizky mengungkapkan bahwa RUU Kejaksaan memiliki potensi yang signifikan untuk memicu penyalahgunaan kekuasaan jika tidak ada mekanisme pengawasan yang kuat dan transparan.

“Penting bagi kita sebagai mahasiswa harus mengkritisi hal ini demi mencegah terjadinya abuse of power dan menjaga independensi penegakkan hukum di Indonesia,”tutup Rizky. (*/aye)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA