Perda Pasar Bone Dinilai Cacat Formil, Akademisi dan Sapma PP Bone Dorong Revisi

- Jurnalis

Senin, 2 Juni 2025 - 14:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bone Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penataan dan Perlindungan Pasar Modern dan Pasar Rakyat menuai sorotan tajam. Dalam sebuah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Bone, Minggu malam (01/06/2025), Perda tersebut dianggap cacat formil dan layak untuk direvisi.

FGD yang berlangsung di Bunir Coffee, Watampone pukul 20.30 WITA itu mengangkat tema “Pasar Modern dan Pasar Rakyat dalam Arus Persaingan Pasar Bebas: Menakar Arah Kebijakan dan Dampak Pasca Penetapan Perda No. 5 Tahun 2024.”

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain perwakilan dari Biro Hukum Pemda Bone, Dinas Perdagangan, Dinas BMCKTR, dan DPMPTSP, serta akademisi dari kalangan perguruan tinggi. Namun, kehadiran pihak legislatif, khususnya Komisi II dan Bapemperda DPRD Kabupaten Bone, yang diundang secara resmi, tidak tampak hingga acara berakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu kritik paling tajam disampaikan oleh akademisi Dr. Ade Ferry Afrisal, S.H., M.Sc., yang menilai Perda tersebut cacat formil karena tidak dilandasi kajian sosial-ekonomi yang komprehensif.

Baca Juga :  Aliansi Rakyat Bone Bersatu Tegaskan Aksi Tolak Kenaikan PBB-P2 Murni Suara Rakyat

“Saya anggap Perda ini cacat. Prosesnya tidak mengedepankan kajian spesifik terhadap dampak sosial ekonomi masyarakat. Bahkan keterlibatan publik dan pihak pemberi aspirasi sangat minim, sehingga tidak mencerminkan kepentingan umum,” tegasnya.

“Selanjutnya yang paling krusial belum termuat adalah, hilangnya dasar kewenangan pembentukan perda dikarenakan Perda Pembentukan Daerah yang dicantumkan adalah Perda yang sudah tidak berlaku dalam hal ini UU Nomor 29 Tahun 1959 tentang pembentukan daerah tingkat II di Sulawesi yang sudah dicabut dengan UU No.130 Tahun 2024. Itu cacat Formil yang paling fundamental,”jelas Ade Ferry

Senada dengan itu, beberapa peserta diskusi menyampaikan bahwa Perda ini sarat kepentingan tertentu, mencurigai adanya ketidakwajaran dalam penetapan isi pasal-pasal yang mengatur penataan pasar, khususnya jarak minimal antara pasar modern dan pasar rakyat yang ditetapkan paling dekat 100 meter.

Kabag Hukum Pemda Bone yang hadir dalam kegiatan tersebut juga mengakui bahwa Perda ini belum sempurna.

Baca Juga :  Bupati Bone Gandeng Mahasiswa dan OKP untuk Kolaborasi Atasi Kemiskinan Ekstrem dan Dorong Pembangunan Daerah

“Memang Perda ini masih jauh dari sempurna. Kita biarkan dulu berjalan. Jika kemudian hari ada yang dirasa kurang tepat, maka akan dilakukan revisi. Kalaupun dianggap cacat formil, bisa diajukan gugatan ke Mahkamah Agung,” ujarnya.

Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan dalam Perda ini antara lain:

  • Tidak adanya kajian akademik yang mendalam mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
  • Penetapan jarak minimal antara pasar modern dan pasar rakyat yang dinilai tidak proporsional.
  • Minimnya partisipasi publik dalam proses penyusunan regulasi.

Ketua SAPMA PP Bone, Taufiqurrahman, menegaskan bahwa forum ini diharapkan menjadi titik awal evaluasi dan penyempurnaan kebijakan.

“Kami berharap segala masukan dan kritik dalam FGD ini dijadikan bahan pertimbangan untuk revisi Perda tersebut. Regulasi yang baik harus inklusif dan berpihak pada masyarakat luas,” ujarnya.

FGD ini menjadi ruang penting bagi publik untuk menyoroti kebijakan daerah dan menunjukkan bahwa kontrol sosial terhadap produk hukum merupakan bagian dari demokrasi yang sehat. (*/iwn)

Berita Terkait

Wujudkan Visi Global, IAI Rawa Aopa Bangun Jembatan Intelektual dengan Perguruan Tinggi Malaysia
KMB LAMELLONG UMI Resmi Lantik Pengurus Baru, Fokus pada Pembangunan Daerah dan IPM Bone
Media Award HPN 2026 Berlangsung Meriah, AMWI Siap Perluas Jaringan hingga Lintas Provinsi
Pastikan Imlek Kondusif, Kapolres Gresik Tinjau Pengamanan di Klenteng Kim Hin Kiong
Optimisme Swasembada Pangan: Bone Transformasi dari Pertanian Tradisional ke Modern
Polres Luwu Utara Gelar Silaturahmi dan Syukuran HPN ke-80, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Jelang Demo Besar di PT IMIP dan Kinrui/KXNI, SBIMI Serukan Rapat Konsolidasi Akbar Seluruh Anggota
Kasat Lantas Polres Bone Tegaskan Larangan Balap Liar, Pelaku Akan Ditindak Tanpa Toleransi
Berita ini 169 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:09 WITA

Wujudkan Visi Global, IAI Rawa Aopa Bangun Jembatan Intelektual dengan Perguruan Tinggi Malaysia

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:39 WITA

KMB LAMELLONG UMI Resmi Lantik Pengurus Baru, Fokus pada Pembangunan Daerah dan IPM Bone

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:58 WITA

Media Award HPN 2026 Berlangsung Meriah, AMWI Siap Perluas Jaringan hingga Lintas Provinsi

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:46 WITA

Pastikan Imlek Kondusif, Kapolres Gresik Tinjau Pengamanan di Klenteng Kim Hin Kiong

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:43 WITA

Optimisme Swasembada Pangan: Bone Transformasi dari Pertanian Tradisional ke Modern

Berita Terbaru