Mahasiswa IAIN Bone Geruduk Kampus, Rektor Diduga Menghindar dari Tuntutan Transparansi Anggaran

- Jurnalis

Selasa, 25 Maret 2025 - 18:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM – Aksi demonstrasi besar-besaran terjadi di IAIN Bone, Selasa 25 Maret 2025, ketika puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi, termasuk MAPALA Petta To Risompae, SSB BSF, dan Aliansi Mahasiswa IAIN Bone, turun menuntut transparansi anggaran kampus.

Namun, tuntutan ini berujung pada kekecewaan besar setelah Rektor IAIN Bone memilih untuk tidak menemui massa aksi dan tetap berada di dalam kantor.

Ketidakhadiran rektor dalam dialog terbuka menimbulkan spekulasi di kalangan mahasiswa dan akademisi. Sikap ini dianggap sebagai indikasi kuat adanya dugaan penyalahgunaan anggaran yang berusaha ditutupi.

Selain itu, pihak kampus berdalih bahwa dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT) adalah dokumen rahasia yang tidak boleh dipublikasikan.

Pernyataan ini menuai kritik tajam, karena dalam prinsip Good University Governance (GUG), transparansi anggaran adalah hal mendasar yang seharusnya dapat diakses oleh mahasiswa sebagai pemangku kepentingan utama.

“Mengapa kampus takut membuka anggaran jika memang tidak ada penyimpangan? Rektor yang menghindari pertemuan dengan mahasiswa justru semakin memperkuat dugaan kami bahwa ada sesuatu yang disembunyikan!,” ujar Rian Ade Saputra, Jenderal Lapangan Aksi.

Baca Juga :  Lima Perguruan Tinggi Gandeng YSI Kembangkan LPK dan Pelatihan Bahasa di Maros

Mahasiswa menduga adanya ketidaksesuaian dalam pemangkasan anggaran kampus yang tidak sesuai dengan kebijakan Direktorat Jenderal Kementerian Agama. Berdasarkan surat edaran Kemenag, pemotongan anggaran seharusnya mengikuti ketentuan berikut:

  • BOPTN dipotong 50%
  • PNBP dipotong 30%
  • Pelayanan Perkantoran dipotong 60%

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kampus justru memangkas anggaran PNBP lebih besar daripada dua anggaran lainnya, yang dinilai melanggar aturan.

“Jika kampus melakukan pemotongan di luar ketentuan, maka ada dua kemungkinan: ketidaktahuan atau kesengajaan. Keduanya sama-sama berbahaya dan merugikan mahasiswa,” kata salah satu demonstran.

Tindakan rektor yang tidak menemui mahasiswa dianggap sebagai pengabaian terhadap aspirasi akademisi muda. Mahasiswa pun memberi ultimatum bahwa jika dalam waktu dekat pihak kampus tidak membuka dokumen RKT dan menjelaskan alokasi anggaran secara transparan, mereka akan melibatkan Ombudsman, KPK, dan lembaga hukum lainnya untuk melakukan audit investigatif.

“Kami akan terus bergerak hingga transparansi benar-benar ditegakkan! Jika RKT tetap disembunyikan, kami akan membawa isu ini ke ranah yang lebih luas media nasional, lembaga independen, hingga aparat penegak hukum,” tegas Andi Aldi Wahyudi, Koordinator Lapangan MAPALA.

Baca Juga :  Polsek Kindang Gerebek Arena Sabung Ayam di Desa Tamaona, Dua Ayam Aduan Diamankan

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Andi Matuppuan, Koordinator Lapangan SSB BSF.

“IAIN Bone seharusnya menjadi lembaga akademik yang menjunjung tinggi transparansi, bukan menjadi tempat bermainnya para birokrat yang gemar menutup-nutupi anggaran! Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami pastikan aksi yang lebih besar akan terjadi,” ujarnya.

Aksi ini menjadi peringatan keras bagi birokrasi IAIN Bone bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam terhadap dugaan ketidakadilan dan penyalahgunaan anggaran. Mereka berjanji akan terus melakukan aksi hingga pihak kampus memberikan transparansi penuh terhadap penggunaan anggaran.

“Hidup mahasiswa! Hidup perjuangan!” teriak para demonstran saat aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap.

Dengan meningkatnya tekanan dari mahasiswa, kini semua mata tertuju pada pihak rektorat IAIN Bone—apakah mereka akan memenuhi tuntutan transparansi atau terus menghindar dari pertanggungjawaban? (*/ril/iwn)

Berita Terkait

HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI
Mahasiswa KKN Unhas Luncurkan “Bulucenrana Smart Village Center”, Dorong Transformasi Desa Berbasis Digital
Pemkab Bone Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Kepala SDN 187 Tompobulu: Terima Kasih Pemerintahan Beramal
Mengurai Manajemen Aksi dan Psikologi Massa: Saat Mahasiswa Diajak Menelaah isu Beasiswa KIP dan Praktik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar.
Polda Sulsel Gelar Uji Kompetensi Kapolsek Urban, Promosi Jabatan Berbasis Kompetensi dan Merit Sistem
Dari Kultur HMI hingga Bersama Menuju Gelar Doktor : Kiprah Jumrah dan Mukhawas Mengabdi di Uniasman
WIB Desak Keterbukaan Dana CSR, DPRD Bone Minta Tim Pengawas dan Perbup Segera Dibentuk
Berita ini 472 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:25 WITA

HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:15 WITA

Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:26 WITA

Pemkab Bone Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Kepala SDN 187 Tompobulu: Terima Kasih Pemerintahan Beramal

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:29 WITA

Mengurai Manajemen Aksi dan Psikologi Massa: Saat Mahasiswa Diajak Menelaah isu Beasiswa KIP dan Praktik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar.

Senin, 13 Juli 2026 - 22:26 WITA

Polda Sulsel Gelar Uji Kompetensi Kapolsek Urban, Promosi Jabatan Berbasis Kompetensi dan Merit Sistem

Berita Terbaru

Opini

Hitung-hitungan Ekonomi di Balik Kasus Korupsi

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:47 WITA

Opini

Saat Manusia Lebih Sibuk ‘Tampak’ daripada ‘Menjadi’

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:29 WITA

Opini

Ketika Realitas Desa Melampaui Fiksi Eka Kurniawan

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:15 WITA