Bantah Isu Perdamaian, Kuasa Hukum BRN Desak Proses Hukum Pengeroyokan Sukorejo Tuntas

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 08:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN, TRISAKTINEWS.COM, — Isu adanya upaya perdamaian dalam kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan oknum organisasi masyarakat (ormas) Sakera terkait unit Toyota Innova Reborn di Dusun Babatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, dibantah keras oleh pihak korban.

Kuasa hukum Buser Rentcar Nasional (BRN), Dodik Firmansyah, S.H., menegaskan bahwa tidak pernah ada dan tidak akan pernah ada upaya perdamaian, termasuk melalui mekanisme restorative justice (RJ), dalam perkara tersebut.

“Saya pastikan tidak akan pernah ada kata damai. Kasus ini harus berjalan sampai tuntas sesuai proses hukum,” tegas Dodik Firmansyah saat dihubungi media, Senin (26/1/2026).

Pengacara asal Surabaya yang akrab disapa Firman itu juga menyoroti kondisi kendaraan kliennya saat ditemukan. Menurutnya, pelepasan GPS serta penggantian pelat nomor kendaraan bukanlah tindakan sepele, melainkan mengarah pada indikasi kuat tindak pidana yang terencana.

Baca Juga :  Polres Gresik Bongkar Jaringan Pil Koplo, 3 Pengedar Ditangkap dengan Ribuan Butir Pil Koplo

“GPS dilepas dan pelat nomor diganti. Itu bukan kebetulan. Ini indikasi kuat adanya perbuatan pidana dan tidak bisa dianggap ringan,” tegasnya.

Firman menyatakan pihaknya terus mengawal proses hukum dan melakukan komunikasi intensif dengan penyidik Polres Pasuruan agar perkara tersebut tidak berhenti di tengah jalan. Ia mengungkapkan, sejauh ini terdapat dua orang yang berpotensi kuat ditetapkan sebagai tersangka, meski keputusan akhir tetap berada di tangan penyidik.

“Indikasinya saat ini ada dua orang yang akan dijerat. Dalam perkara ini tidak ada kompromi,” tandasnya.

Ia juga membantah isu adanya pihak-pihak tertentu yang mencoba melakukan pendekatan untuk penyelesaian di luar jalur hukum, termasuk kabar soal tawaran nominal tertentu.

Baca Juga :  Wabup Bone Hadiri Penanaman Jagung Serentak: Sinergi Polri dan Pemda Dukung Ketahanan Pangan

“Itu tidak ada. Jangankan tawaran nominal, menghubungi saja tidak pernah,” tegas Firman.

Kronologi Kejadian

Diketahui, peristiwa dugaan pengeroyokan terjadi pada 22 Desember 2025 sekitar pukul 01.00 WIB di Dusun Babatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo. Insiden bermula saat anggota BRN hendak mengamankan unit Toyota Innova Reborn milik H. Faisol yang disewa sejak 16 Desember 2025, namun kemudian hilang kontak.

Kendaraan tersebut akhirnya ditemukan di wilayah Sukorejo dalam kondisi GPS telah dilepas dan pelat nomor diganti. Saat akan diamankan, pihak yang menguasai kendaraan diduga memanggil puluhan orang yang mengatasnamakan ormas Sakera, hingga berujung pada dugaan pengeroyokan dan perusakan kendaraan.

Kasus ini kini masih dalam proses penyidikan pihak kepolisian.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA