Memaknai ulang Serikat Pekerja: Bukan lawan tanding, tapi kawan seiring

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Aspi, PK PT. OSMI

Setiap tanggal satu Mei, ingatan kita sering kali dipenuhi oleh bayangan jalanan yang memerah.

Spanduk-spanduk besar, orator pekik di atas komando mobil, dan tuntutan-tuntutan yang kadang terasa begitu jauh bagi mereka yang hanya duduk di belakang meja.

Kita terbiasa melihat hubungan buruh dan pengusaha seperti dua kutub magnet yang saling tolak-menolak. Ada garis demarkasi yang tegas:

di sini pelopor keringat, di sana pemilik modal.

Namun, benarkah hidup harus selalu hitam-putih seperti itu?

Dalam catatan pertama saya di Trisaktinews, saya ingin mengajak kita semua duduk sejenak. Melepaskan ikat kepala sejenak, menyimpan toa, lalu bertanya pelan pada diri sendiri:

apa sebenarnya inti dari sebuah Serikat Pekerja?

Saya sering membayangkan Serikat Pekerja itu seperti seorang sahabat karib bagi sebuah perusahaan. Sahabat yang baik bukan mereka yang selalu mengyakan semua keinginan kita.

Sahabat yang baik adalah dia yang berani menegur saat kita salah jalan, yang berani menuntut haknya saat kita lupa, tapi dia juga orang pertama yang akan memasang badan saat rumah kita sedang digoncang badai.

Ada posisi unik yang mungkin luput dari perhatian banyak orang.

Serikat Pekerja memikul beban ganda yang tidak ringan. Di satu sisi, mereka adalah garda terdepan dalam urusan kesejahteraan—memastikan nasi di piring para pekerja tidak berkurang, memastikan sekolah anak-anak terjamin, dan memastikan penghargaan manusia dihargai di ruang kerja.

Baca Juga :  Bukan Belahan Jiwa, Tapi Teman Menderita: Sebuah Catatan tentang Pernikahan

Namun, di sisi lain, Serikat Pekerja pulalah yang paling berkepentingan agar perusahaan tetap berdiri tegak.

Mengapa?

Karena mereka tahu benar, jika kapal tempat mereka bernaung karam, maka perjuangan sehebat apa pun akan kehilangan pijakannya. Tak ada kesejahteraan tanpa keinginan.

Tidak ada bonus jika pabrik berhenti beroperasi.

Oleh karena itu, menempatkan Serikat Pekerja sebagai oposisi, apalagi saingannya, adalah sebuah kekeliruan berpikir yang fatal.

Jika perusahaan adalah sebuah tubuh, maka pekerja adalah darahnya.

Dan Serikat Pekerja adalah sistem sarafnya.

Ia memberi sinyal ketika ada bagian tubuh yang sakit, ia memberikan alarm saat ada sesuatu yang tidak beres. Fungsinya bukan untuk memastikan melumpuhkan tubuh, tapi untuk seluruh organ berfungsi sebagaimana mestinya.

Dalam konteks hari ini, kita perlu mendefinisikan kembali apa itu “strategi kemitraan”. Ini bukan kata-kata manis di laporan tahunan (Laporan Tahunan) atau sekadar formalitas saat perundingan PKB (Perjanjian Kerja Bersama).

Strategi kemitraan adalah kesadaran bahwa nasib buruh dan nasib pengusaha itu berada di dalam satu cangkir kopi yang sama. Jika kopinya pahit karena manajemen yang buruk, semua akan merasakannya. Jika kopinya manis karena produktivitasnya tinggi, semua harus memenuhi kepuasan manisnya.

Baca Juga :  Bupati Lutra Resmikan Syahirah Aesthetic dan Dental Clinic, Tawarkan Layanan Modern dan Profesional

Seorang pemimpin Serikat yang bijak adalah mereka yang memiliki kualitas membaca neraca perusahaan, sekaligus memiliki kepekaan mendengar keluh kesah kawan sejawat di lantai produksi. Mereka harus menjadi jembatan.

Jembatan yang kokoh itu harus dipasang di kedua sisi sungai; jika hanya menapak di satu sisi, ia akan runtuh.

Hari Buruh seharusnya menjadi momen bagi kita untuk merayakan hubungan ini.

Bukan lagi soal siapa yang lebih kuat, tapi soal bagaimana kita bisa saling menguatkan. Serikat Pekerja tidak hadir untuk “merampas” keuntungan, tapi untuk memastikan bahwa keuntungan itu diperoleh dengan cara yang adil dan dinikmati secara halus.

Pada akhirnya,

di tengah kehidupan ekonomi global yang semakin tidak menyenangkan, posisi Serikat Pekerja sebagai sahabat karib perusahaan menjadi semakin relevan. Sahabat yang menemani dalam suka, tapi tetap setia menjaga saat susah payah.

Sebab, pada penghujung hari, kita semua hanyalah manusia yang merindukan kesejahteraan yang sama.

Kita semua ingin pulang ke rumah dengan kepala tegak, tahu bahwa jerih payah kita hari ini telah membangun sesuatu yang besar, sekaligus menjamin masa depan yang lebih baik bagi orang-orang yang kita cintai.

Selamat Hari Buruh.

Mari terus merawat kewarasan, merawat perjuangan, dan tentu saja, merawat persahabatan yang berakhir di tempat kerja.

Penulis : aspi

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Kapolres Bulukumba Soroti Hoaks dan AI Jelang Pemilu, Ada Apa? Bawaslu Datang Bawa Agenda Ini
Wabup Bone Hadiri Rakor Bioethanol Kementan, Siap Petakan Potensi Lahan Tebu, Jagung dan Ubi Kayu
DR. H. A. Abbas Yunus, S.H., M.H., M.Si Hibahkan Gedung Sekretariat Permanen Untuk HMI Komisariat Hukum Uniasman, Jadi Rumah Perjuangan dan Kaderisasi
Drama Penalti di Stadion BJ Habibie, Bone Beramal FC Tembus Final Piala Gubernur Sulsel 2026
KTM Cup IX 2026 Dibuka, Andi Akmal Dorong Lapangan Leppangeng Naik Standar
Dihadiri Wabup Bone, 124 Peserta Tasyakuran Dirosa Angkatan II Didorong Terus Belajar Al-Qur’an
Tiga Pria Diamankan Polisi di Bone, Diduga Usai Konsumsi Sabu, Anak Anggota DPRD Ikut Diperiksa
Bupati Bone Buka MPLS Sekolah Rakyat, Tekankan Pendidikan dan Pembentukan Karakter Generasi Muda

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:36 WITA

Kapolres Bulukumba Soroti Hoaks dan AI Jelang Pemilu, Ada Apa? Bawaslu Datang Bawa Agenda Ini

Senin, 21 September 2026 - 13:16 WITA

Wabup Bone Hadiri Rakor Bioethanol Kementan, Siap Petakan Potensi Lahan Tebu, Jagung dan Ubi Kayu

Senin, 21 September 2026 - 12:11 WITA

DR. H. A. Abbas Yunus, S.H., M.H., M.Si Hibahkan Gedung Sekretariat Permanen Untuk HMI Komisariat Hukum Uniasman, Jadi Rumah Perjuangan dan Kaderisasi

Minggu, 20 September 2026 - 22:51 WITA

Drama Penalti di Stadion BJ Habibie, Bone Beramal FC Tembus Final Piala Gubernur Sulsel 2026

Minggu, 20 September 2026 - 22:42 WITA

KTM Cup IX 2026 Dibuka, Andi Akmal Dorong Lapangan Leppangeng Naik Standar

Berita Terbaru