Sidak Nurul Azizah Ungkap Dugaan Ketidaksesuaian Proyek BKKD Desa Ngampal, Inspektorat Bongkar Konstruksi Jalan

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, TRISAKTINEWS.COM — Proyek Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro kembali menjadi sorotan.

Inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, bersama Inspektorat Kabupaten Bojonegoro beberapa hari lalu menemukan sejumlah persoalan yang memicu tanda tanya publik.

Tak hanya soal dugaan pekerjaan yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), sidak yang dilakukan orang nomer dua di Bojonegoro tersebut juga membuka kemungkinan adanya ketidaksesuaian mekanisme pelaksanaan proyek yang semestinya mengedepankan pola swakelola berbasis padat karya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sidak dilakukan menyusul keluhan warga terkait kondisi jalan yang disebut telah mengalami kerusakan, padahal proyek tersebut belum lama rampung.

Dalam pemeriksaan lapangan, tim Inspektorat Bojonegoro bahkan melakukan pembongkaran sebagian konstruksi jalan guna memastikan kesesuaian struktur dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Langkah pembongkaran ini menjadi sinyal bahwa dugaan ketidaksesuaian tidak sekedar asumsi, melainkan perlu pembuktian teknis di lapangan.

Kepala Desa Ngampal, Budiyanto, menegaskan bahwa kualitas pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak ketiga sebagai pelaksana proyek.

Baca Juga :  Mantapkan Pengawasan, Bawaslu Bone Ikuti Apel Siaga Pilkada Damai 2024

“Pihak ketiga harus menyelesaikan sesuai RAB, karena yang diperbaiki ini aspal dan beskosnya jelek,” tegasnya, Selasa (3/3/2026).

Ia menyebut pekerjaan mulai dari Lapisan Pondasi Agregat (LPA) hingga pengaspalan dikerjakan oleh CV Winarni Saputra.

Bahkan, menurutnya, paket pekerjaan yang nilainya di atas Rp200 juta juga melalui proses lelang.

“Semua dari Winarni. Untuk timlak yang beskos kan juga 200 ke atas jadi ikut lelang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan baru.

Pasalnya, sebelumnya Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah telah menegaskan bahwa pelaksanaan BKKD Tahun Anggaran 2025 dilakukan dengan pola swakelola berbasis padat karya.

Proses lelang hanya diperuntukkan bagi pengadaan material, bukan keseluruhan pekerjaan fisik.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi di Pendapa Malowopati yang dihadiri Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, para camat, kepala desa se-Kabupaten Bojonegoro, serta Kepala BPKAD Nur Sujito.

Dalam forum tersebut, Nurul Azizah meminta seluruh pemerintah desa mematuhi mekanisme yang telah ditetapkan agar pelaksanaan BKKD berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Satlantas Polres Bone Turun Langsung Tambal Jalan Berlubang

Sementara itu, Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) Desa Ngampal, Sungkowo, menyampaikan bahwa pengawasan proyek dilakukan secara bergantian oleh tim di lapangan.

Menurutnya, karena lokasi berada di Dusun Barong, pengawasan dilakukan lebih intens oleh timlak yang berdomisili di dusun tersebut, terutama saat material datang pada malam hari.

Pada siang hingga sore, tim pelaksana disebut hampir seluruhnya berada di lokasi untuk melakukan pengawasan.

Namun demikian, hasil sidak menunjukkan perlunya pendalaman lebih lanjut guna memastikan apakah pelaksanaan proyek benar-benar sesuai RAB dan mekanisme swakelola yang telah diatur pemerintah daerah.

Kasus ini menjadi ujian bagi tata kelola BKKD di Kabupaten Bojonegoro.

Transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap mekanisme menjadi kunci agar dana publik benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa.

Hingga kini, hasil resmi pemeriksaan Inspektorat Bojonegoro masih dinantikan.

Masyarakat Bojonegoro berharap evaluasi dilakukan secara objektif dan menyeluruh demi menjaga kualitas pembangunan serta kepercayaan publik.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Andi Akmal Pasluddin Sambut Bahsanuddin, Bone–Tanah Bumbu Jajaki Kerja Sama Pertanian dan Investasi
Polres Bulukumba Gelar Buka Puasa Bersama Anak Panti, Restu Wijayanto Serahkan Santunan
“Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya”, Wabup Bone Apresiasi Kepedulian untuk Anak Yatim
Isu Pungli Seret Oknum PPA di Jatim, Penanganan Anak di Bawah Umur Dipertanyakan
Bentuk Penghargaan Jelang Purna Bakti, Dua Personel Polres Bulukumba Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian
Gandeng BSI, Pemkab Bone Dorong Literasi Keuangan Syariah Melalui Program Bone Berhaji
Langkah Humanis Bhabinkamtibmas Gantarang Cegah Balap Liar Selama Ramadan 1447 H
Satuan Brimob Polda Sulsel Bagikan 1.000 Paket Ramadan untuk Anak Yatim

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:53 WITA

Andi Akmal Pasluddin Sambut Bahsanuddin, Bone–Tanah Bumbu Jajaki Kerja Sama Pertanian dan Investasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:50 WITA

Sidak Nurul Azizah Ungkap Dugaan Ketidaksesuaian Proyek BKKD Desa Ngampal, Inspektorat Bongkar Konstruksi Jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:18 WITA

Polres Bulukumba Gelar Buka Puasa Bersama Anak Panti, Restu Wijayanto Serahkan Santunan

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:34 WITA

“Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya”, Wabup Bone Apresiasi Kepedulian untuk Anak Yatim

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:26 WITA

Isu Pungli Seret Oknum PPA di Jatim, Penanganan Anak di Bawah Umur Dipertanyakan

Berita Terbaru