HMI Bone Kecam Dugaan Penganiayaan Staf, BK DPRD Bone Diminta Bertindak Tanpa Tebang Pilih

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone mengecam keras dugaan tindakan Ketua DPRD Kabupaten Bone yang diduga melakukan penganiayaan ke salah seorang staf di lingkungan Sekretariat DPRD Bone. Dugaan insiden tersebut menjadi sorotan publik setelah informasi mengenai peristiwa itu beredar luas di tengah masyarakat.

Ketua Umum HMI Cabang Bone, Andi Miftahul Amri, mengungkapkan bahwa staf yang diduga menjadi korban yakni Yuli Novitasari merupakan kader HMI Cabang Bone. Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti melalui mekanisme yang berlaku, tindakan itu bukan hanya bertentangan dengan etika seorang pejabat publik, tetapi juga berpotensi mencederai harkat dan martabat seseorang di lingkungan kerja.

“Kami mengecam keras setiap tindakan yang berpotensi merendahkan harkat dan martabat seseorang, terlebih jika dilakukan oleh seorang pejabat publik terhadap bawahannya. Jabatan tidak boleh menjadi alasan untuk memperlakukan orang lain secara sewenang-wenang atau tidak menghormati batas-batas etika,” tegas Andi Miftahul Amri dalam keterangannya.

Baca Juga :  Pemkab Bone Diduga ‘Alergi’ Pajak? HMI Cabang Bone Kecam Tunggakan Pajak Mobil Dinas Pejabat Tinggi Daerah

Ia menilai bahwa setiap pegawai memiliki hak untuk diperlakukan secara manusiawi, profesional, dan bermartabat tanpa adanya intimidasi maupun tindakan yang mengandung unsur pemaksaan.

Menurutnya, DPRD sebagai lembaga representasi rakyat semestinya menjadi contoh dalam membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi etika, profesionalisme, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Publik tentu berharap para pemimpin daerah menunjukkan keteladanan dalam bersikap. Tindakan yang dapat ditafsirkan sebagai pelecehan atau perlakuan yang tidak pantas justru berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga DPRD,” ujarnya.

Menyikapi dugaan tersebut, HMI Cabang Bone mendesak Ketua DPRD Kabupaten Bone agar segera memberikan klarifikasi resmi kepada publik guna menghindari berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat.

Selain itu, HMI juga meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bone untuk menelaah dugaan pelanggaran kode etik apabila ditemukan adanya unsur yang bertentangan dengan norma etik penyelenggara pemerintahan.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara ke-80, Brimob Sulsel Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Aksi Sosial

Sebagai organisasi kader, HMI menyatakan siap memberikan pendampingan moral kepada kadernya apabila yang bersangkutan merasa hak-haknya telah dilanggar. Organisasi tersebut juga mendorong agar penyelesaian persoalan dilakukan melalui mekanisme hukum dan kelembagaan yang berlaku.

“Kami tidak ingin budaya relasi kuasa yang merendahkan martabat manusia menjadi sesuatu yang dianggap lumrah. Setiap pejabat publik wajib menjaga kehormatan jabatannya dengan menjunjung tinggi etika, menghormati bawahan, dan menjadi teladan bagi masyarakat,” lanjut Andi Miftahul Amri.

HMI Cabang Bone menegaskan bahwa seluruh pejabat publik memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, etika, dan profesionalisme dalam menjalankan amanah. Organisasi tersebut berharap setiap dugaan pelanggaran etik dapat ditangani secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga publik tetap terjaga.

Penulis : Aspi

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone
Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses
KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader
Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar
Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader
Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik
Karhutla Masih Mengancam, SEMMI Bone Desak Presiden Prabowo Evaluasi dan Copot Menteri Kehutanan
Hutan Terus Terbakar, Udara Semakin Tercemar: Sampai Kapan Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Korban?

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:15 WITA

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:24 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader

Berita Terbaru