Dana Miliaran Rupiah, Jalan Aspal BKKD Desa Ngampal Bojonegoro Rusak dalam Hitungan Minggu

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, TRISAKTINEWS.COM — Proyek peningkatan jalan desa di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menuai sorotan publik.

Jalan aspal yang baru sekitar satu bulan rampung dikerjakan melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 dilaporkan sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Menindaklanjuti keluhan warga, tim dari Inspektorat Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga serta Camat Sumberrejo turun langsung ke lokasi pada Kamis (26/2/2026) untuk melakukan monitoring dan pengecekan fisik pekerjaan.

Sekretaris Inspektorat Bojonegoro, Didit Sugiarto, menjelaskan bahwa pihaknya segera merespons laporan masyarakat terkait kondisi jalan yang dinilai tidak wajar karena kerusakan terjadi dalam waktu sangat singkat setelah proyek dinyatakan selesai.

“Kami menurunkan tim bersama teknis dari PU Bina Marga untuk mengecek langsung kondisi fisik pekerjaan yang bersumber dari dana BKKD tersebut. Informasi yang kami terima menyebutkan jalan sudah mengalami kerusakan, padahal baru saja selesai dikerjakan,” ujar Didit.

Baca Juga :  Bupati Sinjai Apresiasi 309 ASN Dengan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, jalan sepanjang kurang lebih 1.180 meter yang menjadi akses penghubung antar-dusun itu tak lagi mulus.

Di beberapa titik tampak bekas tambalan aspal, sementara kerusakan paling parah terlihat pada ruas sekitar 50 meter.

Aspal terlihat ambles dan berlubang. Bahkan, agregat batu di bawah lapisan aspal muncul ke permukaan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena jalan tersebut merupakan akses vital untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas pertanian dan distribusi hasil panen.

Proyek tersebut diketahui bersumber dari program BKKD Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sekitar Rp2 miliar.

Program ini merupakan skema bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kepada pemerintah desa guna mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Didit menambahkan, hasil pemeriksaan sementara masih menunggu laporan lengkap dari tim yang hingga kini masih berada di lokasi untuk melakukan evaluasi teknis lebih mendalam.

Baca Juga :  Pengacara Taufik Bantah Klaim Kapolsek Gunung Anyar Soal Dugaan Penganiayaan Tahanan

Sementara itu, Kepala Desa Ngampal, Budiono, membenarkan adanya monitoring dari Inspektorat dan Dinas PU Bina Marga.

Dari pengecekan awal, ditemukan sejumlah kerusakan pada badan jalan yang baru selesai dibangun tersebut.

“Untuk bagian yang rusak, sesuai arahan tim tadi akan dilakukan pengerukan dan pembongkaran total, lalu diperbaiki kembali,” jelas Budiono.

Ia mengungkapkan dugaan sementara penyebab kerusakan berasal dari kualitas bahan pondasi yang kurang baik. Nilai proyek tersebut, menurutnya, sekitar Rp1,8 miliar.

“Diduga karena kualitas biscos atau bahan pondasinya kurang bagus,” katanya.

Budiono memastikan pihak pelaksana kegiatan atau kontraktor telah menyatakan kesanggupan untuk melakukan perbaikan sesuai rekomendasi hasil monitoring.

“Kontraktor menyanggupi untuk segera melakukan perbaikan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat proyek infrastruktur desa dengan anggaran miliaran rupiah seharusnya memiliki kualitas yang mampu bertahan dalam jangka panjang, bukan justru rusak dalam hitungan minggu.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI
Mahasiswa KKN Unhas Luncurkan “Bulucenrana Smart Village Center”, Dorong Transformasi Desa Berbasis Digital
Pemkab Bone Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Kepala SDN 187 Tompobulu: Terima Kasih Pemerintahan Beramal
Mengurai Manajemen Aksi dan Psikologi Massa: Saat Mahasiswa Diajak Menelaah isu Beasiswa KIP dan Praktik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar.
Polda Sulsel Gelar Uji Kompetensi Kapolsek Urban, Promosi Jabatan Berbasis Kompetensi dan Merit Sistem
Dari Kultur HMI hingga Bersama Menuju Gelar Doktor : Kiprah Jumrah dan Mukhawas Mengabdi di Uniasman
WIB Desak Keterbukaan Dana CSR, DPRD Bone Minta Tim Pengawas dan Perbup Segera Dibentuk
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:25 WITA

HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:15 WITA

Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:26 WITA

Pemkab Bone Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Kepala SDN 187 Tompobulu: Terima Kasih Pemerintahan Beramal

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:29 WITA

Mengurai Manajemen Aksi dan Psikologi Massa: Saat Mahasiswa Diajak Menelaah isu Beasiswa KIP dan Praktik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar.

Senin, 13 Juli 2026 - 22:26 WITA

Polda Sulsel Gelar Uji Kompetensi Kapolsek Urban, Promosi Jabatan Berbasis Kompetensi dan Merit Sistem

Berita Terbaru

Opini

Hitung-hitungan Ekonomi di Balik Kasus Korupsi

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:47 WITA

Opini

Saat Manusia Lebih Sibuk ‘Tampak’ daripada ‘Menjadi’

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:29 WITA

Opini

Ketika Realitas Desa Melampaui Fiksi Eka Kurniawan

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:15 WITA