Cegah Curanmor, Polsek Gunung Anyar Pasang Alarm Gratis di Motor Warga

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, TRISAKTINEWS.COM — Upaya menekan angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terus dilakukan jajaran kepolisian di Kota Surabaya. Ibarat mengunci pintu sebelum maling datang, Polsek Gunung Anyar mengambil langkah preventif dengan memasang alarm gratis pada kendaraan roda dua milik warga. Program tersebut digelar di halaman Mapolsek Gunung Anyar menyasar unit sepeda motor milik masyarakat, Senin (2/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk antisipasi atas maraknya kasus curanmor yang kerap meresahkan warga, khususnya di wilayah hukum Gunung Anyar Selain sebagai langkah pencegahan, pemasangan alarm gratis ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Sejak pagi hari, warga tampak antusias mendatangi Mapolsek Gunung Anyar untuk mendaftarkan kendaraannya agar bisa dipasangi alat pengaman tersebut.

Kapolsek Gunung Anyar Iptu Tulus Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolrestabes Surabaya agar jajaran kepolisian aktif menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Menurutnya, pencegahan tindak kriminal tidak cukup hanya dengan patroli dan penindakan, tetapi juga perlu melibatkan peran serta warga.

Baca Juga :  Wabup Andi Akmal Pimpin Rapat Persiapan Pembentukan Sekolah Rakyat

“Kami ingin hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom. Pemasangan alarm gratis ini kami harapkan mampu mengurangi potensi pencurian kendaraan bermotor sekaligus meningkatkan rasa aman warga,” ujar Iptu Tulus Wibowo

Ia menambahkan, alarm kendaraan merupakan salah satu bentuk perlindungan awal yang cukup efektif. Dengan adanya suara peringatan, pelaku kejahatan diharapkan mengurungkan niatnya, sementara warga sekitar dapat lebih waspada. Kegiatan ini sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat agar tidak mengabaikan aspek keamanan kendaraan, terutama saat diparkir di luar rumah atau di tempat umum.

Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Puluhan sepeda motor mengantri dengan tertib untuk dipasangi alarm oleh petugas.

Salah satu warga penerima alarm gratis mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menyebut alarm ini menjadi solusi tambahan untuk menjaga motornya dari aksi pencurian.

“Alarm ini sangat berguna sekali, karena saya biasa menutup pintu rumah dan menaruh motor di luar rumah. Kepada bapak Kapolsek Gunung Anyar saya ucapkan terima kasih,” ungkap salah satu warga setelah motornya selesai dipasangi alarm.

Baca Juga :  Oknum Aktivis Jukir Surabaya Diduga Gelapkan Dua Mobil, Kasus Ditangani Polrestabes Surabaya

Selain pemasangan alarm, personel Polsek Gunung Anyar juga memberikan imbauan kamtibmas kepada warga agar selalu waspada, menggunakan kunci ganda, serta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Edukasi ini dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga keamanan lingkungan.

Di bawah pengawasan langsung personel Polsek Gunung Anyar, kegiatan pemasangan alarm gratis tersebut berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Tidak hanya memberi rasa aman secara fisik, program ini juga dinilai mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi sebagai mitra dalam menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.

Dengan adanya langkah preventif ini, Polsek Gunung Anyar berharap angka curanmor di wilayahnya dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menumbuhkan budaya waspada dan peduli keamanan di tengah masyarakat Surabaya.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA