Operasi Zebra 2025 Disorot: Warga Ngaglik Keluhkan Minimnya Penindakan, Satlantas Polrestabes Surabaya Diduga Tak Jalankan SOP Korlantas Polri

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 23:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, TRISAKTINEWS.COM — Pelaksanaan Operasi Zebra 2025 yang digagas Korlantas Mabes Polri mendapat sorotan tajam dari warga Kota Surabaya, khususnya di kawasan Ngaglik, setelah muncul dugaan bahwa Satlantas Polrestabes Surabaya tidak menjalankan standar pelaksanaan operasi sebagaimana yang telah ditetapkan secara nasional.

Operasi Zebra 2025 diketahui memiliki fokus utama pada sejumlah pelanggaran fatal yang menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, antara lain melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, penggunaan handphone saat berkendara, serta berboncengan lebih dari satu orang. Namun menurut pantauan awak media serta keluhan masyarakat, beberapa poin penindakan tersebut diduga tidak diterapkan secara maksimal oleh anggota Satlantas Polrestabes Surabaya.

Informasi dari warga menyebutkan bahwa pada jam-jam rawan kemacetan dan pelanggaran, yaitu pukul 06.00–09.00 dan 15.00–18.00, kawasan Jalan Ngaglik justru dipenuhi pelanggaran lalu lintas tanpa adanya petugas yang melakukan pengawasan maupun tindakan.

Sejumlah warga mengaku heran karena pada saat Operasi Zebra 2025 dilaksanakan secara nasional, justru di wilayah tersebut terlihat banyak pengendara melawan arus, tidak memakai helm, dan membawa penumpang lebih dari satu, namun tidak tampak personel Satlantas Polrestabes Surabaya yang melakukan penertiban.

Baca Juga :  Pengacara Taufik Bantah Klaim Kapolsek Gunung Anyar Soal Dugaan Penganiayaan Tahanan

“Kalau Operasi Zebra sedang jalan, mestinya polisi ada di sini. Tapi malah tidak kelihatan sama sekali. Padahal tiap hari pelanggaran di sini parah,” ungkap salah satu warga Ngaglik yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan serupa juga muncul dari para pengguna jalan yang merasa bahwa situasi lalu lintas semakin semrawut, terlebih saat jam sibuk. Bahkan beberapa warga mengaku mengutuk keras kurangnya pengawasan, sebab kondisi ini dikhawatirkan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya, S.I.K., M.M., serta Kanit Turjawali, Iptu Erwandy, guna meminta penjelasan mengenai pelaksanaan Operasi Zebra di wilayah Surabaya.

Namun hingga berita ini diturunkan, WhatsApp yang dikirimkan awak media belum dibalas, sehingga publik mempertanyakan alasan di balik tidak adanya respons tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Sinjai Gelar Rakor Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sikap diam resmi tersebut kemudian memunculkan sejumlah spekulasi di masyarakat mengenai alasan minimnya penindakan di lapangan. Meski demikian, media tetap menunggu jawaban resmi dari pihak Satlantas Polrestabes Surabaya.

Sebagaimana diketahui, Korlantas Polri telah mengeluarkan instruksi agar seluruh jajaran Satlantas di Indonesia melakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran prioritas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Langkah ini bertujuan untuk:

Menekan angka kecelakaan lalu lintas,
Meningkatkan kedisiplinan masyarakat,
Serta mewujudkan budaya tertib berlalu lintas.

Karena itu, masyarakat berharap Satlantas Polrestabes Surabaya dapat menjalankan operasi sesuai standar nasional agar keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kota Pahlawan tetap terjaga.

Hingga kini publik menunggu klarifikasi dari pihak Satlantas Polrestabes Surabaya terkait dugaan tidak maksimalnya pelaksanaan Operasi Zebra 2025 di kawasan Ngaglik. Media akan terus melakukan upaya konfirmasi guna menghadirkan informasi yang berimbang.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone
Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses
KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader
Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar
Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader
Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik
Karhutla Masih Mengancam, SEMMI Bone Desak Presiden Prabowo Evaluasi dan Copot Menteri Kehutanan
Hutan Terus Terbakar, Udara Semakin Tercemar: Sampai Kapan Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Korban?

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:15 WITA

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:24 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader

Berita Terbaru