Marak Kasus Keracunan MBG, Direktur YLBH Fajar Desak Polisi Ikut Awasi

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 10:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK, TRISAKTINEWS.COM — Direktur YLBH Fajar Trilaksana Andi Fajar Yulianto menanggapi maraknya berita keracunan MBG diberbagai daerah tertentu

Kepada awak media Sabtu (27/09/2025) Andi Fajar menjelaskan hal ini menjadikan semakin kegamangan tersendiri bagi orang tua yang mempunyai anak usia ketepatan mendapat program MBG dari Presiden RI.

Berbagai himbauan dan harapan, kritik saran dan masukan berbagai pihak mulai praktisi sosial hingga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) hingga 24 September 2025, tercatat sebanyak 6.452 kasus keracunan MBG. Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat 5.080 orang menjadi korban keracunan per 17 September 2025.

Adapun insiden keracunan ini penyebabnya di antaranya adalah higienitas makanan, suhu dan ketidaksesuaian pengolahan pangan, kontaminasi silang, serta indikasi sensitifitas alergi pada penerima manfaat.

Uaya- upaya mitigasi tidak berhenti di pemerintah saja, tapi juga perlunya libatkan Aparat Penegak Hukum (APH) yaitu melibatkan dari Kesatuan Reskrim Polres pada daerah masing masing.

Baca Juga :  Pembalap Asal Sulsel Awhin Sanjaya Meninggal Dunia, IMI Bone Sampaikan Duka Mendalam

Lebih jauh Andi Fajar menambahkan Polres harus turut andil esistensi ini secara inten, melakukan inspeksi inspeksi secara periodik bahkan lakukan pengecekan bersama Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

“Polres harus turut andil dalam melakukan inspeksi dan pengecekan secara periodik SPPG”,tegas Andi Fajar

Hal ini untuk memastikan kualitas bahan pangan aman berikut para Koki (petugas masak) harus juga di cek kualitas kompetensinya sampai kepatutan menu dan penyajiannya apakah telah sesuai RAB yang disediakan dan dipastikan tidak ada penyunatan terhadap anggaran pokok pada standar menu.

Selain lebih dapat meningkatkan kehati hatian kasus keracunan sebagaimana berbagai daerah tersebut memang karena murni keracunan akibat buruknya pengawasan kualitas dan keamanan bahan pangannya itu atau ada unsur kelalian yang nyata terhadap Standart Operasi Prosedure (SOP) yang sengaja tidak dilewati, sehingga inilah merupakan sebuah perbuatan melawan hukum yang harusnya dapat diusut dsn ditindklanjuti oleh pihak APH.

Baca Juga :  Diduga Keracunan dan Temuan Ulat di Makanan MBG, Pengawasan Program Disorot

“Yang jelas apapun alasanya kita harus benar benar jaga program MBG ini jangan sampai anak anak kita jadi korban kecerobohan dan kelalaian dari pengelola dapur MBG.”ujar Andi Fajar

Jika memang secara teknis pelaksanaan MBG yang tidak rata dan resiko tinggi dan memperlebar potensi penyalahgunaan anggaran yang justru sebagai ajang bisnis berbagai pihak. Maka perlu ditinjau ulang dengan model bantuan lain yang benar benar tepat sasaran.

Andi Fajar menambahkan penguatan ketahanan pangan yang menyeluruh hingga dapat menjamin kualitas pangan sampai di perut rakyat

Penulis : Redho

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA