MOROWALI, TRISAKTINEWS.COM — Ada yang berbeda dari pelaksanaan Training Batch 6 Program “Cuti Kasih Sayang” kali ini. Di tengah diskusi hangat mengenai pola asuh dan penguatan keluarga, Yayasan IMIP Peduli memberikan sebuah kejutan yang menyentuh hati: deretan tas sekolah baru dan paket alat tulis yang siap dihantarkan ke tangan anak-anak yang paling membutuhkan.
Program yang awalnya dirancang untuk membekali karyawan dengan ilmu parenting, kini melebarkan sayap kasih sayangnya. Yayasan IMIP Peduli membuktikan bahwa filosofi “kasih sayang” tidak boleh berhenti di dalam pagar rumah karyawan, melainkan harus mengalir hingga ke teras-teras rumah masyarakat prasejahtera di sekitar wilayah industri.
Kado Kecil untuk Mimpi yang Besar
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi sebagian orang, sebuah tas sekolah mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi anak-anak kurang mampu di pelosok Morowali, kado ini adalah suntikan semangat baru.
— Penyaluran yang Personal: Ratusan paket alat tulis dan tas dibagikan secara simbolis, membawa pesan bahwa masa depan mereka tidak diperjuangkan sendirian.
— Meringankan Beban Pundak Orang Tua: Di balik tas-tas baru ini, ada orang tua yang menghela napas lega karena satu beban biaya pendidikan anak mereka telah teringankan.
— Misi Melawan Keterbatasan: Program ini memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi seorang anak untuk melangkah tegak ke sekolah.
Lebih dari Sekadar Teori Pengasuhan
Pelatihan Batch 6 ini memberikan pelajaran berharga bagi para peserta: bahwa mendidik anak juga berarti mengajarkan kepedulian sosial. Dengan menyisipkan aksi berbagi paket pendidikan, Yayasan IMIP Peduli menunjukkan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga (work-life balance) akan jauh lebih bermakna jika dibarengi dengan kebermanfaatan bagi sesama.
“Program Cuti Kasih Sayang Batch 6 ini bukan hanya soal teori di kelas pelatihan, tapi tentang aksi nyata. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di sekitar kita memiliki perangkat yang layak untuk meraih cita-cita mereka,” ujar salah satu panitia IMIP Peduli dengan nada haru.
Menanam Kebaikan, Menuai Masa Depan
Sambutan hangat dari masyarakat setempat menjadi bukti bahwa inisiatif ini sangat tepat sasaran. Melalui kado kecil berisi buku, pensil, dan tas sekolah ini, Yayasan IMIP Peduli sedang menanam benih harapan.
Diharapkan, dengan dukungan fasilitas belajar yang layak, anak-anak ini dapat belajar dengan lebih percaya diri, hingga kelak mereka mampu memutus rantai kemiskinan dan menjadi generasi penerus yang membanggakan bagi Morowali.
Editor : Admin Redaksi










