“Satu Jalan Perjuangan”: FPKS Rayakan Hari Pahlawan dan Warisan WS.Rendra di Surabaya

- Jurnalis

Sabtu, 8 November 2025 - 19:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, TRISAKTINEWS.COM — Satu Jalan Perjuangan : Merayakan Hari Pahlawan sekaligus merayakan WS. Rendra menjadi tema pagelaran “Surabaya Hari Ini” ke-5 yang diadakan Forum Pegiat Kesenian Surabaya (FPKS) pada tanggal 10 November besok, mulai pukul 16.00 hingga 21.00, di Teras Dewan Kesenian Surabaya, Kompleks Balai Pemuda, Jl. Gubernur Suryo 15 Surabaya.

Menurut Kordinator FPKS, Jil Kalaran, tema ini dipilih sebagai momentum untuk membaca ulang soal nilai-nilai kepahlawanan. Sudah saatnya, nilai-nilai kepahlawanan masa kini digeser dari perlawanan bersenjata menjadi perlawanan kultural, sebagai cara melawan sikap abai terhadap nilai dan warisan budaya.

Dan “Si Burung Merak” WS. Rendra, yang lahir pada 7 November 1935 silam boleh dibilang sempurna untuk ditasbihkan sebagai Pahlawan oleh sebab kerja kreatifnya dalam memperjuangkan orang-orang miskin yang dihinakan, memperjuangkan kesetaraan dan keadilan dengan mengedepankan jalan kebudayaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai seniman, Rendra adalah perintis sekaligus pembaharu teater kontemporer di republik ini. Bersama Bengkel Teater yang dibangunnya tahun 1967 di Yogyakarta, Rendra tak hanya memperkenalkan pendekatan baru dalam seni pertunjukan yang kemudian berpengaruh besar terhadap perkembangan teater modern di tanah air kita ini, melainkan juga melahirkan banyak dramawan yang kemudian menjadi tonggak teater modern-kontemporer di negeri ini.

Baca Juga :  Soroti Komisi C DPRD Palopo, Mantan Ketua IPMIL Raya YPUP: Jangan Tebang Pilih!

“Siapa pun mereka, yang berani menjaga nilai, bahasa dan jati diri bangsa di tengah arus global yang seragam dan cepat lupa, adalah pahlawan. Mereka bisa seorang seniman yang setia berkarya dengan akar tradisi, guru yang menanamkan cinta tanah air melalui cerita rakyat, atau anak muda yang menghidupkan kembali musik daerah lewat media digital” ujar Jil.

Dalam gelaran “Surabaya Hari Ini #5″ ini, mengingat durasinya yang agak panjang, FPKS membagi dua pertunjukan. Pertunjukan pertama oleh Rumah Kreatif binaan Disbudporapar Kota Surabaya, mulai pukul 16.00 hingga 17.30. Para penampilnya mulai dari anak-anak hingga remaja.

Rumah Kreatif yang proses latihannya berada di Kompleks Balai Pemuda Surabaya ini adalah untuk mewadahi dan memberikan wawasan seni kepada warga Kota Surabaya. Ada 13 macam kursus seni yang diajarkan di Rumah Kreatif Balai Pemuda ini. Dan kesemuanya ini diajarkan secara Gratis bagi warga Kota Surabaya, maupun warga luar Kota Surabaya.

Pertunjukan kedua, pukul 19.00 – 21.00, adalah para penampil dari berbagai usia dan latar-belakang. Ada Vokal Grup asuhan Rumah Kreatif. Ada Aska Haydarrahman yang berkebutuhan khusus dan pernah didaulat jadi narasumber. Ada Reza Haris yang masih kuliah jurusan tafsir hadis dan sangat ingin bikin buku puisi karena karyanya sudah banyak. Juga ada Galuh Kinasih dari Ilmu Komunikasi Unair.

Baca Juga :  563 Guru PJOK Ikuti PKB, Wabup Mimik: Tingkatkan Kompetensi demi Siswa Sehat dan Aktif

Gelaran ini juga bakal dimeriahkan oleh para mahasiswa Sekolah Tinggi Kesenian Wiwatikta (STKW) Surabaya yang diboyong oleh dosennya, Deny Tri Aryanti. Juga Miracle Band pimpinan Hari TJ, dengan proyek kolaborasi yang disebut Sahabat Indonesia Satu, yang berfokus pada penyampaian pesan persatuan melalui musik dan ikut mensponsori panggung, sound dan lampu pertunjukan, sehingga pertunjukan akan tampak mewah.

Mukhsin Amar, musisi sekaligus pelukis, bakal tampil dengan suaranya yang khas. Chrisman Hadi (Ketua DKS) tak mau kalah ambil bagian di forum ini. Desemba Sagita, Arul Lamandau, Heru Prasentyono dan Widodo Basuki adalah nama-nama yang tak asing di kancah kesenian Surabaya. Mereka akan memberi kejutan lewat kolaborasinya (diberi nama Desemba & Brothers) membaca karya Rendra.

“Kota Surabaya memang harus terus dinyatakan melalui kegiatan-kegiatan keseniannya yang sebetulnya terus bertumbuh.” Pungkas Jil.

Penulis : Redho

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Komunitas Perempuan Sidoarjo Bagi Ribuan Takjil, Serukan Perdamaian Dua Pimpinan Daerah
Andi Akmal Pasluddin Sambut Bahsanuddin, Bone–Tanah Bumbu Jajaki Kerja Sama Pertanian dan Investasi
Sidak Nurul Azizah Ungkap Dugaan Ketidaksesuaian Proyek BKKD Desa Ngampal, Inspektorat Bongkar Konstruksi Jalan
Polres Bulukumba Gelar Buka Puasa Bersama Anak Panti, Restu Wijayanto Serahkan Santunan
“Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya”, Wabup Bone Apresiasi Kepedulian untuk Anak Yatim
Isu Pungli Seret Oknum PPA di Jatim, Penanganan Anak di Bawah Umur Dipertanyakan
Bentuk Penghargaan Jelang Purna Bakti, Dua Personel Polres Bulukumba Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian
Gandeng BSI, Pemkab Bone Dorong Literasi Keuangan Syariah Melalui Program Bone Berhaji

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:36 WITA

Komunitas Perempuan Sidoarjo Bagi Ribuan Takjil, Serukan Perdamaian Dua Pimpinan Daerah

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:53 WITA

Andi Akmal Pasluddin Sambut Bahsanuddin, Bone–Tanah Bumbu Jajaki Kerja Sama Pertanian dan Investasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:50 WITA

Sidak Nurul Azizah Ungkap Dugaan Ketidaksesuaian Proyek BKKD Desa Ngampal, Inspektorat Bongkar Konstruksi Jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:18 WITA

Polres Bulukumba Gelar Buka Puasa Bersama Anak Panti, Restu Wijayanto Serahkan Santunan

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:34 WITA

“Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya”, Wabup Bone Apresiasi Kepedulian untuk Anak Yatim

Berita Terbaru