Rela Tinggalkan Jabatan Kepala Dinas, Begini Kata Andi Asman Di Hadapan Warga Mattirowalie

- Jurnalis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 22:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM – Didominasi oleh emak-emak, calon Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman temui warga di Kelurahan Mattirowalie, Selasa (8/10/24), malam.

Teriakan BerAmal menang terus terdengar dari ratusan warga yang hadir di kediaman Nasir, yang kini jadi posko pemenangan BerAmal dan Andalan Hati.

Dikawal ketat pihak kepolisian dan diawasi oleh Bawaslu, Andi Asman menyampaikan bagaimana dirinya rela tinggalkan jabatan sebagai Kepala Dinas Pertanian karena desakan partai untuk maju sebagai Bupati Bone periode 2024-2029, berpasangan dengan Andi Akmal Pasluddin dengan tagline BerAmal nomor urut 3.

Baca Juga :  HMI, DPRD dan Dispora Bone Bersepakat Mendorong Bone Kota Layak Pemuda

“Dengan ikhlas saya tinggalkan itu jabatan kepala dinas. Tugas bahwa bone ini ada PR besar, yaitu jalan. Bone itu tidak mau dicerita tapi mau dikerja,” kata Andi Asman.

Menjadi kader partai pengusung, Andi Muh. Salam atau yang akrab disapa Lilo AK dari partai Nasdem, juga ikut menyemangati warga yang hadir agar tetap mendukung dan memilih paslon BerAmal hingga hari pencoblosan, 27 November mendatang.

“Ada gelombang besar masyarakat Bone yang inginkan perubahan. Perjalanan panjang Andi Asman tinggalkan jabatan kadis karena adanya desakan dari masyarakat yang butuh figur untuk perbaikan bone. Survei indikator BerAmal diurutan pertama. Maka itu bersama kita kawal kemenangan BerAmal,” beber Lilo.

Baca Juga :  Wabup Bone Hadiri Paripurna HUT Wajo ke-627, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan Antar Daerah

Diakhir, Andi Asman dan Lilo AK mengingatkan pendukungnya untuk tidak menghujat serta menjatuhkan paslon lain. Terpenting saat ini adalah fokus membicarakan BerAmal dan Andalan Hati.

“Jangan jatuhkan paslon yang lain, kita fokus ke BerAmal saja. Tidak boleh saling hujat karena ada Allah, berdosa kita,” tutup Andi Asman. (*/Ilh)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA