Polsek Gunung Anyar Gelar Bazar Pangan Murah, 200 Paket Beras Ludes Diserbu Warga

- Jurnalis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 19:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, TRISAKTINEWS.COM — Gerakan pangan murah yang digelar Polsek Gunung Anyar Polrestabes Surabaya bersama Perum Bulog disambut antusias ratusan warga masyarakat, Jumat (8/8/25).

Dalam acara yang diselenggarakan di depan pendopo Kecamatan Gunung Anyar tersebut, sebanyak 200 paket beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) atau setara dengan berat 1 ton beras yang disediakan langsung ludes dalam waktu kurang dari 1 jam.

Kapolsek Gunung Anyar Iptu Sumianto Harsya Fahroni, S.H., M.H. menerangkan bahwa kegiatan bazar beras murah ini merupakan upaya dari jajaran kepolisian untuk mendekatkan diri kepada masyarakat melalui layanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sehari-hari sekaligus menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan khususnya komoditas beras.

Baca Juga :  Wabup Bone, Kapolres, dan Danrem 141 Toddopuli Pimpin Apel Operasi Ketupat 2025 Untuk Pengamanan Idul Fitri

“Kami menyediakan 200 paket beras ukuran 5 Kg dengan harga Rp60.000,- per pack. Jadi harga beras ini masih dibawah harga yang ada di pasaran. Agar lebih merata dan semua warga yang hadir bisa kebagian, setiap orang hanya diperkenankan membeli maksimal dua paket beras” ujar Iptu Harsya.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Plampitan Surabaya, Orang Tua Korban Tempuh Jalur Hukum

Sejumlah petugas juga diturunkan untuk membantu mengawasi dan menjaga antrian lebih tertib.

Kegiatan pasar beras murah ini pada dasarnya bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses pangan yang tidak hanya murah, tetapi juga berkualitas.

Disamping itu, juga sebagai wujud komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan mendorong terwujudnya ketahanan pangan, tambahnya.

Masyarakat sekitar pun sangat menyambut antusias kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa bisa digelar kembali secara rutin oleh pihak kepolisian. (Redho)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA