Pimpin Monev Gugus Tugas, Kapolres Bone Sampaikan Ini

- Jurnalis

Kamis, 16 Januari 2025 - 16:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM – Kapolres Bone AKBP Erwin Syah, S.I.K,.M.H Pimpin langsung Monitoring dan Evaluasi Gugus Tugas Polres Bone Dalam Rangka Penanaman Jagung Serentak Mendukung program ketahanan pangan Nasional. Kamis (16/1/2025).

Kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan di Aula Sarja Arya Racana Mapolres Bone dihadiri oleh Pejabat Utama Polres Bone, Para Kabag, Kasat, Kasi, Perwira, Bhabinkamtibmas dan Polisi penggerak.

Monitoring dan Evaluasi Gugus Tugas dilaksanakan untuk mengukur sejauh mana kemajuan Program Astacita Presiden RI dalam bidang Swasembada Pangan dan untuk mengidentifikasi apa hambatan dan permasalahan dalam implementasi program ini.

Baca Juga :  Jaga Kondusifitas, TNI-Polri Bersama Pam Swakarsa Amankan Mako Polsek Gunung Anyar

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Bone AKBP Erwin Syah, S.I.K.,M.H menyampaikan bahwa, Program 1 Hektar 1 Desa adalah program pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pertanian.

“Program 1 Hektar 1 Desa ini merupakan upaya untuk meningkatkan produksi pangan agar ingin Indonesia jadi lumbung pangan dunia dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani”, Ujar Kapolres Bone.

Baca Juga :  Bone Mantapkan Kebangkitan Tebu, Wabup Dampingi Dirjen Perkebunan pada Tanam Perdana

Kapolres Bone juga berharap kepada seluruh Polisi Penggerak sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan untuk gencar mensosialisasikan ini kepada masyarakat agar program astacita ini dapat berjalan secara optimal.

“Semoga program ketahanan pangan Nasional ini dapat berkelanjutan sehingga dapat mendukung program makan siang bergizi untuk anak sekolah”, Harap Kapolres Bone mengakhiri sambutannya. (*/Ril)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA