Pengamat Kepolisian Apresiasi Pencopotan Kapolres Tuban: Bukti Kapolda Jatim Tegak Lurus dalam Penegakan Hukum

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, TRISAKTINEWS.COM — Pencopotan AKBP William Cornelis Tanasale, S.I.K., dari jabatan Kapolres Tuban menuai perhatian publik. Langkah Kapolda Jawa Timur dinilai sebagai tindakan tegas dalam menegakkan integritas dan profesionalisme institusi Polri.

Pengamat Kepolisian asal Surabaya, Dr. Didi Sungkono, S.H., M.H., menilai keputusan tersebut sebagai bukti bahwa reformasi internal Polri berjalan nyata.

“Itu bukti Kepolisian sekarang sudah melakukan transformasi dan reformasi. Harusnya tidak cukup hanya dicopot, tetapi diproses pidana jika terbukti. Oknum-oknum yang bermental durjana, mengumpulkan upeti, atau menekan anggota untuk setor, bisa dijerat dengan UU Tipikor dan UU TPPU,” tegas Didi Sungkono saat dimintai tanggapan, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, harta yang diduga berasal dari praktik koruptif dapat diproses menggunakan UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor, serta UU No. 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Didi menekankan bahwa Polri merupakan “sipil yang dipersenjatai”, sehingga setiap dugaan pelanggaran pidana harus disidangkan secara terbuka.

Baca Juga :  Mahalnya Sebuah Keadilan, Kasus Kecelakaan Maut di Surabaya Dinilai Mandek

“Harus disidang secara umum, bukan setelah dipidana lalu diam-diam dipindahkan atau dipromosikan. Banyak contoh seperti itu. Jika tidak transparan, masyarakat semakin tidak percaya,” ujarnya.

Sebelum pencopotan terjadi, publik dan jurnalis di Tuban disebut telah beberapa kali menyampaikan informasi terkait dugaan praktik pungutan liar penerbitan SIM, tekanan setoran kepada anggota, hingga dugaan salah tangkap oleh oknum Satreskrim.

Namun, Kapolres Tuban dinilai tidak mengambil langkah tegas.

Pencopotan AKBP William Cornelis Tanasale yang merupakan alumnus AKPOL 2004 menjadi penegasan bahwa jabatan tinggi tidak memberi imunitas terhadap pelanggaran etik maupun pidana.

“Kapolda Jawa Timur mengirim pesan tegas: tidak ada yang kebal hukum,” ujar Didi.

Publik kini menunggu proses lanjutan apakah hanya sebatas rotasi jabatan atau berlanjut pada penegakan hukum bila unsur pidananya terpenuhi.

Belakangan muncul pula informasi mengenai dugaan penyalahgunaan anggaran dan tekanan setoran kepada anggota. Didi menegaskan, apabila dugaan tersebut benar, maka proses pidana wajib ditempuh.

“Jika benar informasi di atas, oknum alumnus akademi kepolisian itu harus dipidanakan. Ini jelas bisa dijerat dengan UU Tipikor,” tegasnya.

Baca Juga :  Terima Ancaman Berupa Video Intimidasi, Jurnalis Edi Prayitno Ajukan Laporan ke Polda Jatim

“Kapolda Jatim sudah menunjukkan tidak tebang pilih. Penegakan hukum yang transparan dapat mendongkrak kepercayaan publik terhadap Polri,” tambah Doktor Ilmu Hukum ini.

Praktik dugaan pungli dalam penerbitan SIM serta pungutan liar yang diduga terjadi secara sistematis di Samsat Tuban juga disebut menjadi perhatian masyarakat.

Salah satu bintara yang berdinas di SATPAS Tuban kepada awak media bahkan mengaku bahwa berbagai praktik tersebut berjalan atas perintah atasan.

“Semua yang terjadi di sini atas kehendak pimpinan, baik itu KRI atau Kasatlantas. Saya hanya pelaksana, disuruh ke mana pun ya saya ikuti,” ujar seorang anggota, Cdra., kepada wartawan.

Langkah Kapolda Jawa Timur dipandang sebagai momentum penting untuk memperbaiki tata kelola, disiplin, dan integritas Polri di wilayah Jawa Timur.

Publik kini menantikan apakah proses hukum lanjutan akan dilakukan untuk memastikan penegakan hukum berjalan tanpa kompromi.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone
Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses
KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader
Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar
Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader
Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik
Karhutla Masih Mengancam, SEMMI Bone Desak Presiden Prabowo Evaluasi dan Copot Menteri Kehutanan
Hutan Terus Terbakar, Udara Semakin Tercemar: Sampai Kapan Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Korban?

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:15 WITA

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:24 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader

Berita Terbaru